← Beranda
Presiden Prabowo Minta Utang Whoosh Tidak Dipolitisasi
Muhammad RidwanSelasa, 4 November 2025 | 22.43 WIB
Presiden Prabowo Subianto berkomitmen memperluas jangkauan kereta api untuk menurunkan biaya logistik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Setpres)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto meminta permasalahan  Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh tidak dipolitisasi. Ia memastikan, dirinya akan bertanggung jawab soal permasalahan Whoosh yang belakangan ini menyita perhatian publik.

"Jangan dipolitisasi, jangan kita menari di gendangnya orang, mungkin ada pihak-pihak yang ingin selalu menimbulkan kecemasan rakyat," kata Prabowo di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa (4/11).

Kepala negara menyatakan dirinya sudah mempelajari persoalan Whoosh. Ia memastikan, akan bertanggung jawab sepenuhnya.

"Jadi PT KAI nggak usah khawatir, semuanya nggak usah khawatir, rakyat kita layani. Kita berjuang untuk rakyat kita, teknologi semua sarana itu tanggungjawab bersama. Dan itu diujungnya itu tanggungjawab Presiden RI. Jadi saya sekarang tanggungjawab Whoosh," tegasnya.

Ia menekankan proyek kereta cepat di seluruh dunia tidak bisa dikalkulasikan untung dan rugi. Menurutnya, transportasi umum harus dihitung manfaat bagi masyarakat.

"Whoosh itu semua public transport diseluruh dunia jangan dihitung untung rugi, rugi nggak. Hitung manfaat nggak untuk rakyat? Di seluruh dunia begitu. Jadi namanya public service obligation," pungkasnya.

EDITOR: Sabik Aji Taufan