← Beranda
Setelah Gagal Masuk Senayan, PPP: Jangan Ada Upaya Merusak Partai, Fokus Pilkada Saja
Sabik Aji TaufanSabtu, 25 Mei 2024 | 02.35 WIB
Plt Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono (tengah) saat memberikan keterangan terkait hasil gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) atau sengketa hasil Pilpres 2024 di Jakarta, Rabu (22/5/2024).
JawaPos.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dipastikan tidak lolos ke DPR RI periode 2024-2029. Meski begitu, jajaran PPP diminta tetap solid dari tingkat bawah.
 
“Kita tidak perlu bersedih dengan raihan hasil Pemilu lalu yang tidak terlalu baik. Kita harus melakukan intropeksi dan perbaikan bersama. Jangan saling menyalahkan antar sesama kader dan jangan ada upaya inkonstistusional untuk melakukan sesuatu yang dapat merusak PPP,” kata Ketua Badan Saksi PPP DKI Jakarta Sanusi, Jumat (24/5).
 
Sanusi menyebut, saat ini yang diperlukan adalah fokus dalam kegiatan Pilkada serentak serta mendukung upaya DPP PPP untuk mengembalikan suara PPP yang hilang.
 
Baca Juga: Nasib Rumah Tangga Sarwendah dan Ruben Onsu Ditentukan Minggu Depan, Kuasa Hukum: Mereka Manusia Biasa
 
“Kita fokus saja pada agenda terdekat yaitu Pilkada DKI Jakarta. Mulai dekati para tokoh masyarakat hingga aktifkan kegiatan keagamaan di seluruh tingkatan, baik anak cabang maupun ranting,” jelasnya.
 
Sementara, Sekretaris DPC PPP Jakarta Barat Sugeng Siswanto menyebutkan, beberapa hasil keputusan Rapimcab yang telah diikuti oleh para ketua PAC.
 
“Hasil Rapimcab ini, kami mendukung penuh DPP PPP yang dipimpin Plt Ketua Umum Bapak Muhamad Mardiono untuk melakukan upaya agar PPP bisa lolos Parliamentary Threshold," kata Sugeng. 
 
Baca Juga: PPP Gagal Lolos Parlemen, Megawati: Nggak Usah Khawatir Nanti Menang Lagi
 
"Kemudian, meminta pengurus DPW dan DPP PPP untuk fokus menghadapi Pilkada serentak dan tidak diganggu oleh unsur-unsur di dalam maupun luar partai yang dapat memecah belah, serta mengganggu konsentrasi kader dalam berjuang untuk memenangkan Pilkada khususnya DKI Jakarta,” tegasnya.
 
Siswanto juga mengaku menolak segala bentuk aksi dan manuver politik yang bertentangan dengan konstitusi partai.
 
“Kami menolak segala bentuk aksi dan manuver politik yang bertentangan dengan konstitusi partai, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku,” sambungnya.
EDITOR: Bintang Pradewo