JawaPos.com - Capres nomor urut nomor 3 Ganjar Pranowo menyebut bahwa keluhan terkait antrean SPBU cukup banyak ditemuinya saat berkampanye. Tak hanya di Balikpapan yang dikunjunginya hari ini, Selasa (5/12), hal serupa ditemuinya juga saat berkunjung di Papua hingga di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga: Badak Sumatra, Secercah Harapan Baru untuk Spesies yang Sangat Terancam Punah
"Kemarin kami melihat di Papua, saya melihat pemandangan yang sama, di NTT kemarin kami melihat dan hari ini di Balikpapan," katanya kepada wartawan usai blusukan di Pasar Baru, Klandasan Ilir.
Fenomena ini menurut Mantan Gubernur Jawa Tengah itu ironis. Pasalnya, Balikpapan merupakan kota penghasil minyak. Oleh karenanya, ia menyebut bahwa hal ini mesti menjadi perhatian semua pihak.
"Maka rasa-nya kembali lagi distribusinya, stoknya, kebutuhannya, harus menjadi perhatian," ucapnya.
"Kita yang punya potensi di bidang ini, Pertamina, kemudian pemerintah daerah, penting merespons ini agar kepentingan masyarakat wabilkhusus tukang ojek bisa mendapatkan," tandas Ganjar.
Sebelumnya, Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo menerima keluhan panjangnya antrean SPBU di Balikpapan, Kalimantan Timur. Hal itu disampaikan tukang ojek, Muhamad Rahib, 50, saat Ganjar blusukan ke Pasar Baru di Klandasan Ilir.
Mulanya, Ganjar mengecek harga-harga bahan pedagang pasar di salah satu lapak. Setelah itu, ia berjalan ke arah pangkalan ojek dan duduk bersama dengan Rahib dan tukang ojek lainnya di kursi kayu. Di situlah kader PDI-P itu mendengar secara langsung keluh kesah para tukang ojek.
"BBM tuh antre, Pak, antre," kata Rahib yang duduk di samping Ganjar, Selasa (5/12).