JawaPos.com - Solidaritas Alumni Universitas Indonesia (UI) untuk Bangsa berkumpul dan berurun rembug di kawasan Senayan. Fahri Hamzah bertindak sebagai tuan rumah acara Forum yang diikuti sekitar 300 alumni itu.
Dalam urun rembug itu Fahri yang merupakan Wakil Ketua DPR menegaskan, dirinya tidak akan bisa terima dan menolak jika sampai bangsa ini roboh, hanya karena faktor pemimpinnya.
“Kalau bangsa ini sampai roboh kita tentu tidak bisa terima. Kalau pemimpin sekarang ini tampak tidak bisa mengelola keadaan, terutama masalah ekonomi, mungkin tidak akan ada gerakan yang ingin menggantinya,“ tukas Fahri Hamzah, Selasa (30/5).
Sederet tokoh hadir dalam acara dan ikut bergantian berorasi diantaranya mantan Ketua ILUNI 1998 Hariadi Darmawan, Anggota Dewan Pembina Partai Golkar Fahmi Idris, Budayawan Ridwan Saidi, Sri Bintang Pamungkas, Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra, Ekonom Ichsanudin Noorsy, Pieter Sumaryoto, Kivlan Zein, Chusnul Mar’iyah, Taufik Bahaudin, Heri Hernawan, dan seniman Taufik Ismail.
Sementara itu, Ketua penyelenggara tersebut Hidayat Matnur mengatakan, dorongan untuk berkumpul alumni UI adalah karena mereka peduli dan ingin bersama-sama memunculkan solusi atas permasalahan bangsa.
“Munculnya aksi kekerasan, gejala krisis ekonomi yang ditandai gejolak nilai tukar rupiah, pengekangan kebebasan berdemokrasi, kriminalisasi ulama, adalah diantara masalah-masalah yang terjadi saat ini dan alumni UI tidak ingin tinggal diam,” kata Matnur.
Diketahui, acara ini juga diisi kegiatan buka bersama, orasi, pembacaan puisi dan diskusi. Pada bagian akhir acara, 15 orang perwakilan alumni membacakan Manifesto Alumni UI berjudul Rebut Kembali Reformasi.
Diantara butir-butir yang dibacakan adalah menyoroti penegakan hukum yang kian menganga dan menyisakan ketidakadilan kepada anak bangsanya sendiri. Selain itu, reformasi perlu direbut kembali dan perlu dipimpin putra-putri terbak bangsa.
Dalam beberapa pernyatan tokoh, urun rembug diusulkan untuk digulirkan lebih besar setelah Idul Fitri dan dorongan kepada Fahri Hamzah selaku eksponen 98 untuk memimpin gerakan yang disebut “Reformasi jilid dua”.