← Beranda
5 Alasan Argentina Layak Kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026
M Shofyan Dwi KurniawanRabu, 22 Juli 2026 | 02.43 WIB
Kapten timnas Argentina Lionel Messi gagal bawa negaranya jadi juara usai takluk 0-1 dari timnas Spanyol di final Piala Dunia 2026. (ig @messienigmaa)

 

JawaPos.com - Argentina harus mengubur mimpi mempertahankan gelar juara dunia setelah takluk 0-1 dari timnas Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey.

Gol Ferran Torres pada menit ke-116 memastikan La Roja meraih gelar dunia kedua mereka. Meski Argentina hanya kalah tipis 1-0, jalannya pertandingan menunjukkan dominasi timnas Spanyol hampir sepanjang 120 menit.

Melansir NDTV, berikut lima faktor utama yang membuat Argentina gagal mempertahankan trofi Piala Dunia.

Baca Juga: Idap Kanker Stadium Empat, Eks Kapten Timnas Inggris Kevin Keegan Tutup Usia

1. Lionel Messi Berhasil Dimatikan

Sepanjang turnamen, Lionel Messi menjadi motor permainan Argentina dengan torehan delapan gol. Namun, di partai final, Spanyol sukses meredam pengaruh sang kapten.

Messi hanya mencatat expected goals (xG) sebesar 0,04, tanpa satu pun umpan kunci sepanjang pertandingan. Bahkan pada 15 menit pertama, ia nyaris tidak terlibat dalam permainan dan hanya mencatat satu sentuhan bola.

Keberhasilan Spanyol membatasi ruang gerak Messi membuat kreativitas Argentina ikut menghilang.

Baca Juga: Klasemen Akhir Piala Dunia FIFA 2026: Peringkat Lengkap 48 Tim Peserta

2. Spanyol Menguasai Lini Tengah

Salah satu kekuatan terbesar La Roja sepanjang turnamen kembali terlihat di final. Rodri dan rekan-rekannya mengendalikan tempo pertandingan melalui penguasaan bola yang dominan.

Spanyol bukan hanya piawai menjaga sirkulasi bola, tetapi juga sangat cepat merebut kembali penguasaan ketika kehilangan bola. Akibatnya, Argentina kesulitan membangun serangan dan lebih banyak bertahan sepanjang laga.

3. Kartu Merah Enzo Fernandez

Momen yang mengubah jalannya pertandingan terjadi ketika Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua akibat tekel keras terhadap Pau Cubarsi pada babak tambahan.

Bermain dengan 10 pemain menghadapi tim yang sangat dominan dalam penguasaan bola membuat tugas Argentina semakin berat. Enam menit setelah kartu merah tersebut, Ferran Torres memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mencetak gol kemenangan Spanyol.

4. Cedera Lisandro Martinez Mengganggu Pertahanan

Argentina juga kehilangan salah satu pemain pentingnya ketika Lisandro Martinez mengalami cedera menjelang akhir babak pertama. Cedera itu memaksa Lionel Scaloni memasukkan Nicolas Otamendi yang minim menit bermain selama turnamen.

Pergantian tersebut mengurangi kualitas distribusi bola dari lini belakang sekaligus mengganggu keseimbangan duet pertahanan yang sebelumnya solid bersama Cristian Romero.

Baca Juga: Ranking FIFA Terbaru: Timnas Spanyol Kembali ke Puncak Setelah Piala Dunia 2026

5. Lini Serang Kehabisan Ide

Sebelum final, Argentina merupakan tim paling produktif di Piala Dunia 2026 dengan koleksi 19 gol. Namun, performa tersebut benar-benar menghilang saat menghadapi Spanyol.

La Albiceleste gagal melepaskan satu pun tembakan selama 90 menit waktu normal dan hanya mencatat dua tembakan sepanjang pertandingan hingga babak perpanjangan waktu.

Sebaliknya, Spanyol tampil jauh lebih agresif dengan 20 tembakan, 12 di antaranya mengarah ke gawang, serta mencatat xG sekitar 1,94. Dominasi tersebut akhirnya terbayar lewat gol Ferran Torres yang memastikan La Roja mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah.

Baca Juga: Statistik 104 Pertandingan Piala Dunia 2026: Skor Terbesar hingga Laga yang Ditentukan Adu Pinalti

Kombinasi pertahanan disiplin, dominasi lini tengah, keberhasilan meredam Lionel Messi, kartu merah Enzo Fernandez, serta tumpulnya lini depan Argentina menjadi rangkaian faktor yang membuat Spanyol layak keluar sebagai juara Piala Dunia 2026.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah