JawaPos.com - Lionel Scaloni kembali menjadi perhatian publik sepak bola dunia. Bukan karena strategi atau hasil pertandingan, melainkan momen emosional yang terjadi dalam konferensi pers setelah laga final piala dunia antara timnas Spanyol dan Argentina.
Pelatih berusia 48 tahun itu mendapat pertanyaan dari seorang jurnalis mengenai masa depannya bersama Timnas Argentina. Pertanyaan tersebut rupanya menyentuh sisi emosional Lionel Scaloni hingga membuatnya berhenti berbicara.
Dengan mata berkaca-kaca, Lionel Scaloni sempat mengucapkan kalimat singkat. "Ini menyakitkan jiwaku," ucap dia.
Setelah itu dia tidak mampu melanjutkan jawaban. Suasana ruang konferensi pers berubah hening sebelum akhirnya para jurnalis memberikan tepuk tangan sebagai bentuk penghormatan. Scaloni kemudian meninggalkan ruangan tanpa menyelesaikan sesi wawancara.
Momen tersebut langsung menjadi perbincangan luas di media sosial. Banyak pendukung Argentina maupun pecinta sepak bola dari berbagai negara menyampaikan rasa hormat kepada pelatih yang dianggap berhasil mengubah wajah Albiceleste dalam beberapa tahun terakhir.
Perjalanan Lionel Scaloni bersama Timnas Argentina memang bukan kisah yang mudah. Saat pertama kali dipercaya menangani tim pada 2018, ia hanya berstatus pelatih sementara.
Pengalamannya sebagai pelatih kepala pun nyaris tidak ada sehingga penunjukannya sempat menuai banyak kritik. Sebagian pendukung Argentina bahkan meragukan kemampuannya membawa tim kembali bersaing di level tertinggi. Namun, Scaloni memilih menjawab semua keraguan itu lewat hasil di lapangan.
Di bawah arahannya, Argentina perlahan bangkit menjadi salah satu tim nasional paling konsisten di dunia. Dia sukses membawa Lionel Messi dan kawan-kawan tampil dalam lima partai final di berbagai ajang internasional.
Dari lima kesempatan tersebut, Argentina berhasil memenangkan empat gelar bergengsi. Prestasi itu dimulai dengan keberhasilan menjuarai Copa America 2021 yang mengakhiri penantian panjang Argentina meraih trofi senior.
Kesuksesan berlanjut dengan menjuarai Finalissima 2022 sebelum mencapai puncaknya saat Argentina mengangkat trofi Piala Dunia 2022 di Qatar. Setelah itu, Scaloni kembali mempersembahkan gelar Copa America 2024 sekaligus mempertegas dominasi Albiceleste di kawasan Amerika Selatan.
Deretan pencapaian tersebut menjadikan Scaloni sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah Timnas Argentina. Dia bukan hanya menghadirkan trofi, tetapi juga membangun kembali mental juara dan kebersamaan di dalam skuad.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai masa depan Scaloni bersama Argentina. Namun, tangis yang pecah dalam konferensi pers menjadi gambaran besarnya ikatan emosional antara sang pelatih dengan tim yang telah dia bangun dari titik penuh keraguan hingga menjadi juara dunia.
Baca Juga: Arema FC Luncurkan Series Dokumenter Bumi Seribu Singa, Angkat Sejarah Patung Singa di Malang Raya