JawaPos.com - Menjelang final Piala Dunia 2026, bek timnas Spanyol Aymeric Laporte melontarkan peringatan soal gaya bermain Argentina yang dinilainya terlalu agresif. Menurut dia, wasit harus mampu mengendalikan pertandingan agar tidak membiarkan tindakan yang melampaui batas.
Timnas Spanyol akan menghadapi juara bertahan Argentina di partai puncak Piala Dunia 2026. Laga yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, itu diprediksi berlangsung sengit, mengingat kedua tim sama-sama tampil impresif sepanjang turnamen.
Melansir BBC, komentar Aymeric Laporte muncul setelah dia menyoroti pertandingan semifinal Argentina melawan Inggris. Dalam laga tersebut, Argentina melakukan 15 pelanggaran sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan menang 2-1 lewat dua gol di menit-menit akhir.
Baca Juga: Luis de la Fuente Khawatir soal Kepemimpinan Wasit di Final Piala Dunia 2026
Salah satu insiden yang menjadi sorotan terjadi pada awal pertandingan ketika Enzo Fernandez melakukan tekel keras dari belakang terhadap Elliot Anderson. Meski tekel tersebut dianggap berbahaya oleh banyak pihak, wasit tidak mengeluarkan kartu kuning.
Selain itu, suporter Inggris juga memprotes gol kemenangan Argentina karena menganggap Lionel Messi melakukan pelanggaran terhadap Djed Spence sebelum gol tercipta.
"Tugas wasit adalah mengendalikan situasi agar keadaan tidak menjadi di luar kendali," kata Laporte.
Baca Juga: 10 Pemain Paling Bersinar di Piala Dunia 2026, Messi dan Kylian Mbappe Pimpin Daftar
Dia menambahkan tidak mempermasalahkan permainan fisik selama masih berada dalam batas aturan.
"Saya sama sekali tidak khawatir tentang agresi dalam konteks sepak bola. Jika itu sesuai aturan dan wasit menjalankan tugasnya, saya tidak punya masalah dengan itu," terang Laporte.
"Namun, memang benar bahwa dalam pertandingan-pertandingan terakhir kita telah melihat hal-hal yang benar-benar mengejutkan kita - tindakan-tindakan yang dibiarkan begitu saja," lanjut dia.
"Terutama dengan Argentina. Mereka adalah tim yang suka meninggalkan bekas pada lawan-lawannya. Hal semacam itu seharusnya tidak diperbolehkan dalam sepak bola - khususnya di kompetisi besar - karena dapat membuat Anda gelisah dan marah," imbuh dia.
Sebelumnya, Mesir juga sempat melontarkan kritik setelah tersingkir dari babak 16 besar. Mereka menilai ada sejumlah keputusan kontroversial yang dianggap menguntungkan Argentina, termasuk dalam laga dramatis yang berakhir dengan kemenangan 3-2 untuk tim asuhan Lionel Scaloni.
De la Fuente dan Rodri Pilih Tetap Fokus
Berbeda dengan Laporte, pelatih Spanyol Luis de la Fuente memilih meredam isu tersebut. Dia menegaskan rasa hormatnya kepada Argentina sebagai juara dunia dan juara Amerika Selatan.
"Saya menghormati pendapat semua orang dan saya ingin mengatakan bahwa saya sangat mengagumi Argentina yang telah menjadi juara Amerika dan dunia. Saya memiliki kekaguman dan kekaguman yang lebih besar lagi," tandas dia.
Kapten Spanyol Rodri juga mengambil sikap serupa. Gelandang Manchester City itu menilai timnya harus fokus pada permainan sendiri dan tidak terpancing provokasi.
"Kita lihat saja bagaimana jalannya pertandingan. Saya ingin berpikir bahwa mereka adalah tim yang memberikan yang terbaik dan mereka tidak menempuh jalan itu," ucap dia.
Baca Juga: Bagaimana Luis de la Fuente Berencana Meredam Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026?
"Namun jika kita memasuki tahap permainan seperti itu, kita harus mengabaikannya dan memainkan permainan kita sendiri agar tidak terpancing provokasi," imbuh dia.
De la Fuente juga memastikan kondisi Lamine Yamal terus dipantau dan optimistis final akan menjadi pertunjukan sepak bola berkualitas tinggi.
"Pada Minggu (19/7), kita akan menyaksikan pertunjukan yang luar biasa, dua tim nasional hebat, yang sangat mirip dalam beberapa aspek dalam hal sikap dan bakat. Saya rasa ini akan menjadi final yang luar biasa, setiap tim akan berusaha untuk menguasai permainan," ujar dia.
"Saya yakin baik Spanyol maupun Argentina akan memiliki strategi permainan di mana bakat dan permainan sepak bola yang bagus akan menjadi prioritas utama. Wasit akan hadir untuk mendukung kami dan memastikan permainan sepak bola berada pada level yang diharapkan dari final Piala Dunia," kata dia.
Sementara itu, pelatih Argentina Lionel Scaloni tidak banyak menanggapi isu tersebut. Dia justru menyoroti hubungannya dengan De la Fuente yang sudah terjalin sejak keduanya mengikuti kursus kepelatihan beberapa tahun lalu.
"Dia mengenal saya secara pribadi. Kami berteman, tetapi itu tidak berarti dia tahu apa yang saya pikirkan tentang sepak bola," tutur dia.
"Kami sebenarnya belum membahas soal gaya bermain. Kami memang memiliki pola permainan yang serupa dalam hal berusaha menguasai bola. Saya harap pertandingan hari Minggu nanti akan menjadi tontonan yang hebat," papar dia.
Baca Juga: Marc Cucurella Siap Pensiun dari Timnas Jika Spanyol Juara Piala Dunia 2026