JawaPos.com - Pelatih timnas Spanyol Luis de la Fuente menyampaikan kekhawatiran terkait kepemimpinan wasit menjelang final Piala Dunia 2026 melawan Argentina. Meski mengaku percaya pada kualitas perangkat pertandingan, dia berharap FIFA memastikan aturan ditegakkan secara konsisten dalam laga penentuan gelar tersebut.
FIFA telah menunjuk wasit asal Slovenia Slavko Vincic untuk memimpin pertandingan final antara Spanyol dan Argentina yang berlangsung pada Minggu (19/7) malam.
Vincic bukan sosok asing bagi Argentina. Dia merupakan wasit yang memimpin laga ketika La Albiceleste secara mengejutkan kalah 2-1 dari Arab Saudi pada Piala Dunia 2022, pertandingan yang diwarnai sejumlah keputusan kontroversial.
Baca Juga: 10 Pemain Paling Bersinar di Piala Dunia 2026, Messi dan Kylian Mbappe Pimpin Daftar
Meski demikian, De la Fuente menegaskan tidak khawatir pengalaman tersebut akan memengaruhi cara Vincic memimpin pertandingan nanti. Yang menjadi perhatian utamanya adalah bagaimana sang wasit mengendalikan jalannya laga.
Minta Wasit Tegas Menegakkan Aturan
Sepanjang turnamen, Argentina beberapa kali mendapat sorotan karena dianggap menggunakan berbagai cara untuk memengaruhi jalannya pertandingan. Melansir Metro Sport, De la Fuente pun berharap wasit tidak membiarkan situasi semacam itu berkembang di final.
"Wasit tidak bisa bertindak pasif dan membiarkan aturan dilanggar. Garis-garis legalitas sepak bola itu tidak boleh dilanggar. Saya memiliki keyakinan yang teguh pada para wasit, tetapi saya juga memiliki keyakinan yang teguh bahwa kita jelas tahu jenis pertandingan seperti apa yang perlu kita hadapi," ujar De La Fuente.
Pelatih berusia 65 tahun itu juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak terpancing provokasi dan tetap berpegang pada identitas permainan Spanyol.
"Mereka akan memainkan sepak bola mereka, tetapi kita harus fokus sepenuhnya dan secara eksklusif pada gaya permainan kita sendiri, memperkuat gaya permainan kita dan memperbaikinya. Jika kita menyimpang dari filosofi dan model kita, kita akan menderita," terang dia.
"Kami merasa nyaman di arena sepak bola, dalam permainan, dalam bersikap setia pada ide kami, dan tidak terpancing oleh provokasi," imbuh dia.
Pengalaman Buruk Menghadapi Lionel Messi
Selain soal wasit, De la Fuente juga mengingat kembali pengalaman pahitnya saat pertama kali berhadapan dengan Lionel Messi ketika masih melatih tim muda Sevilla.
Kala itu, Spanyol sempat berhasil meredam Messi hingga seorang pemainnya menerima kartu kuning. Namun setelah penjagaan terhadap sang bintang dihentikan, keadaan berubah drastis.
"Saya bertemu Messi ketika saya melatih tim muda Sevilla. Saat itu skor masih 0-0 ketika mereka memberi kartu kepada pemain yang menjaganya. Mereka mencetak empat gol ke gawang kami dalam 15 menit," terang dia.
Baca Juga: Bagaimana Luis de la Fuente Berencana Meredam Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026?
Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa Spanyol harus tetap fokus selama 90 menit penuh jika ingin menghentikan Messi membawa Argentina mempertahankan gelar juara dunia.
Emi Martinez Bantah Argentina Diuntungkan
Di sisi lain, kiper Argentina Emiliano Martinez membantah anggapan bahwa timnya mendapat jalur mudah menuju final.
"Kami tidak memilih lawan kami. Lihat… kami harus menghadapi Portugal di perempat final, tetapi Kolombia mendominasi melawan Portugal. Swiss mengalahkan Kolombia, dan akhirnya kami bermain melawan Swiss," papar dia.
Baca Juga: Marc Cucurella Siap Pensiun dari Timnas Jika Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Final Piala Dunia 2026 diperkirakan akan berlangsung sengit. Selain mempertemukan dua tim terbaik turnamen, duel ini juga menjadi panggung perebutan gelar dunia antara juara bertahan Argentina dan juara Eropa Spanyol.