JawaPos.com - Spanyol hanya tinggal selangkah lagi untuk kembali mengukir sejarah. Setelah tampil konsisten sepanjang turnamen, La Roja kini bersiap menghadapi juara bertahan Argentina pada final Piala Dunia 2026.
Berdasarkan prediksi superkomputer Opta, Spanyol memiliki peluang sekitar 59 persen untuk keluar sebagai juara.
Status favorit itu bukan tanpa alasan. Tim asuhan Luis de la Fuente menunjukkan keseimbangan yang luar biasa antara kualitas individu, organisasi permainan, dan kedalaman skuad. Kemenangan meyakinkan atas Prancis di semifinal menjadi bukti bahwa Spanyol layak difavoritkan.
Baca Juga: Marc Cucurella Siap Pensiun dari Timnas Jika Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Melansir Sports Illustrated, berikut tiga alasan utama mengapa La Roja berpeluang mengalahkan Argentina dan membawa pulang trofi Piala Dunia.
1. Sistem Permainan Lebih Penting daripada Nama Besar
Salah satu kekuatan terbesar Spanyol adalah mereka tidak bergantung pada satu pemain.
Saat Pedri tidak berada dalam performa terbaik, masih ada Fabian Ruiz atau Dani Olmo yang mampu mengambil alih kendali permainan. Di sisi lain, pemain seperti Álex Baena, Pedro Porro, hingga Mikel Merino terus memberikan kontribusi penting meski bukan selalu menjadi pilihan utama.
Baca Juga: Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Bahkan ketika Lamine Yamal atau Nico Williams mengalami masalah kebugaran, performa tim tidak mengalami penurunan berarti. Hal itu menunjukkan bahwa sistem permainan Luis de la Fuente berjalan lebih dominan dibanding ketergantungan pada individu tertentu.
Setiap pemain memahami perannya, sehingga pergantian personel tidak mengubah identitas permainan Spanyol.
2. Dominasi Penguasaan Bola dan Pertahanan yang Kokoh
Seperti tim juara dunia Spanyol pada 2010, skuad saat ini kembali menjadikan penguasaan bola sebagai senjata utama.
Rata-rata penguasaan bola mereka mencapai 63,8 persen sepanjang turnamen. Rodri menjadi pemain dengan jumlah operan terbanyak, disusul Aymeric Laporte dan Pau Cubarsi.
Dominasi tersebut membuat lawan kesulitan membangun permainan. Prancis yang datang dengan lini serang bertabur bintang seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele pun dibuat frustrasi di semifinal.
Tak hanya piawai menguasai bola, pertahanan Spanyol juga tampil luar biasa. Dalam tujuh pertandingan, mereka baru kebobolan satu gol dengan catatan expected goals against (xGA) hanya 2,1—terbaik dibanding tiga semifinalis lainnya.
Baca Juga: 5 Cocoklogi Ini Bisa Jadi Pertanda Timnas Spanyol Juara Piala Dunia 2026!
Keseimbangan antara kontrol permainan dan disiplin bertahan menjadi modal penting menghadapi Argentina yang sangat berbahaya dalam serangan balik.
3. Luis de la Fuente Membangun Fondasi Jangka Panjang
Keberhasilan Spanyol juga tidak lepas dari tangan dingin Luis de la Fuente.
Meski minim pengalaman di level klub, pelatih berusia 65 tahun itu telah bertahun-tahun menangani berbagai kelompok umur tim nasional Spanyol. Banyak pemain yang kini menjadi tulang punggung tim senior pernah bekerja bersamanya sejak level junior.
Pendekatan itu menciptakan chemistry yang sulit ditandingi negara lain. Para pemain memahami filosofi permainan sang pelatih dan mampu menerapkannya secara konsisten di lapangan.
Rekam jejak De la Fuente juga berbicara banyak. Ia sukses membawa Spanyol menjuarai Euro U-19 2015, Euro U-21 2019, meraih medali perak Olimpiade Tokyo, menjuarai UEFA Nations League 2022–23, hingga membawa La Roja menjadi kampiun Euro 2024.
Pengalaman panjang bersama para pemain membuat proses adaptasi berlangsung jauh lebih cepat dibanding kebanyakan tim nasional.
Modal Besar Menuju Gelar Dunia
Final melawan Argentina dipastikan menjadi ujian terbesar Spanyol di turnamen ini. Di seberang lapangan ada Lionel Messi yang sedang menjalani salah satu Piala Dunia terbaik dalam kariernya.
Namun dengan sistem permainan yang matang, penguasaan bola yang dominan, pertahanan yang solid, serta kepemimpinan Luis de la Fuente, La Roja memiliki semua bekal untuk mengatasi tantangan tersebut.
Jika mampu mempertahankan konsistensi yang mereka tunjukkan sepanjang turnamen, Spanyol berpeluang besar mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah setelah keberhasilan mereka pada edisi 2010.