JawaPos.com - Lionel Messi kembali berada di ambang sejarah menjelang final Piala Dunia 2026. Kapten Timnas Argentina itu berpeluang mencatatkan rekor yang belum pernah diraih pemain mana pun sepanjang sejarah turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.
Apabila dipercaya menjadi starter sekaligus mengenakan ban kapten saat Argentina menghadapi Spanyol di partai final, Messi akan menjadi pemain pertama yang memimpin negaranya di tiga final Piala Dunia.
Pencapaian tersebut akan melengkapi perjalanan panjang Messi bersama Tim Tango di panggung dunia. Sebelumnya, ia tampil sebagai starter dan kapten saat Argentina menghadapi Prancis pada final Piala Dunia 2022. Kini, kesempatan serupa kembali terbuka pada final edisi 2026.
Baca Juga: Dulu Mandikan Lamine Yamal, Kini Jumpa di Final Piala Dunia 2026! Lionel Messi: Gila
Rekor ini menjadi semakin istimewa karena sejumlah legenda sepak bola dunia ternyata gagal mencapainya, meski pernah tampil di tiga final Piala Dunia.
Pelé misalnya, memang berada dalam skuad Brasil yang menembus tiga final. Namun, ia tidak bermain pada final Piala Dunia 1962 akibat mengalami cedera.
Hal serupa juga dialami Ronaldo Nazário. Meski menjadi bagian dari skuad juara Brasil pada 1994, ia tidak dimainkan di partai final sehingga tidak tercatat sebagai starter.
Baca Juga: Fakta Menarik Final Piala Dunia 2026: Messi dan Lamine Yamal Punya Kaitan Misterius dengan Angka 19
Dari Jerman, Lothar Matthaus juga pernah mencapai tiga final. Akan tetapi, pada final 1982 ia hanya menghuni bangku cadangan.
Sementara Pierre Littbarski tidak tampil pada final 1986 meski menjadi bagian dari perjalanan tim menuju laga puncak.
Nama lain yang sering dikaitkan dengan rekor ini adalah Cafu. Bek kanan legendaris Brasil tersebut memang berada di tiga final Piala Dunia secara beruntun. Namun, pada final 1994 ia belum menjadi pemain inti sehingga tidak memenuhi catatan sebagai starter.
Berbeda dengan para legenda tersebut, Messi diperkirakan kembali menjadi pilihan utama Argentina sekaligus memimpin rekan-rekannya sebagai kapten.
Posisinya di dalam tim masih sangat penting, baik sebagai pemimpin di lapangan maupun sosok yang memberikan pengalaman bagi para pemain muda.
Jika itu benar-benar terjadi, pemain berusia 39 tahun tersebut akan mengukir rekor baru yang belum pernah dicapai pesepak bola lain dalam sejarah Piala Dunia.
Baca Juga: Lionel Messi-Kylian Mbappe Berebut Golden Boot, Jumlah Assist Juga Jadi Parameter Penentu
Terlepas dari hasil pertandingan nanti, pencapaian itu menjadi bukti konsistensi Messi di level tertinggi selama lebih dari satu dekade.
Ia tidak hanya mampu membawa Argentina beberapa kali melaju ke final, tetapi juga tetap dipercaya sebagai pemimpin tim di momen paling menentukan.
Bila resmi tercatat sebagai starter dan kapten pada final melawan Spanyol, nama Lionel Messi akan kembali menambah satu lembar sejarah baru yang kemungkinan akan sangat sulit disamai oleh generasi pesepak bola berikutnya.