← Beranda
Fakta Menarik Final Piala Dunia 2026: Messi dan Lamine Yamal Punya Kaitan Misterius dengan Angka 19
Andre Rizal HanafiSabtu, 18 Juli 2026 | 23.29 WIB
Lionel Messi dan Lamine Yamal memiliki keterkaitan dengan angka 19. (marca)

 

JawaPos.com - Final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol tak hanya menghadirkan duel dua tim terbaik di dunia. 

Pertandingan yang mempertemukan Lionel Messi dan Lamine Yamal juga dibalut kisah menarik di luar lapangan, yakni rangkaian kebetulan yang sama-sama berkaitan dengan angka 19.

Dalam beberapa hari terakhir, pembahasan mengenai angka tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. 

Baca Juga: Lionel Messi-Kylian Mbappe Berebut Golden Boot, Jumlah Assist Juga Jadi Parameter Penentu

Banyak penggemar menilai kemunculan angka 19 dalam perjalanan karier Messi dan Lamine terlalu sering untuk dianggap sebagai kebetulan biasa.

Kisah itu bermula dari sebuah foto yang kini sudah menjadi ikon. Sekitar 19 tahun lalu, Messi mengikuti sesi pemotretan amal bersama Barcelona. Dalam momen tersebut, ia terlihat memandikan seorang bayi yang belakangan diketahui adalah Lamine Yamal.

Foto itu sempat terlupakan selama bertahun-tahun. Namun setelah Lamine menjelma menjadi salah satu pemain muda terbaik dunia, gambar tersebut kembali viral dan menjadi perbincangan publik.

Baca Juga: Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs

Kini, tepat 19 tahun setelah momen tersebut, keduanya akan bertemu sebagai lawan di final Piala Dunia.

Kesamaan lain juga muncul saat melihat perjalanan mereka di turnamen sepak bola terbesar dunia itu. Messi menjalani debut di Piala Dunia 2006 ketika berusia 19 tahun. Lamine pun mencatatkan pengalaman pertamanya di Piala Dunia 2026 pada usia yang sama.

Tidak hanya usia, keduanya juga mengenakan nomor punggung 19 ketika menjalani laga perdana di ajang Piala Dunia.

Fakta menarik lainnya datang dari perjalanan mereka di Barcelona. Messi memang memulai debut bersama tim utama dengan nomor 30. 

Namun tidak lama kemudian ia menggunakan nomor 19 sebelum akhirnya identik dengan nomor 10 yang kemudian menjadi simbol kariernya.

Hal serupa terjadi pada Lamine Yamal. Sebelum mengenakan nomor 10 di Barcelona, pemain muda Spanyol itu juga sempat memakai nomor 19. 

Kesamaan tersebut membuat banyak pendukung Barcelona ikut mengaitkan perjalanan karier kedua pemain itu.

Baca Juga: Bukan Last Dance! Terinspirasi Lionel Messi, Harry Kane Buka Kans Tampil di Piala Dunia 2030

Rangkaian kebetulan semakin panjang ketika melihat jadwal pertandingan final Piala Dunia 2026. Laga penentuan juara dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli, membuat angka tersebut kembali muncul dalam cerita Messi dan Lamine.

Tak sedikit penggemar yang kemudian menghubungkan fenomena itu dengan berbagai teori unik. 

Meski begitu, sebagian lainnya menganggap semua itu hanyalah kebetulan yang menarik untuk dibahas menjelang pertandingan terbesar di dunia sepak bola.

Dari sisi statistik, angka 19 kembali muncul. Argentina telah mengoleksi 19 gol sepanjang perjalanan menuju final. Sementara Lamine Yamal sudah membukukan 18 kontribusi gol melalui torehan gol maupun assist.

Baca Juga: Terinspirasi Lionel Messi, Bintang NBA Giannis Antetokounmpo Ungkap Rahasia Ingin Tetap Hebat hingga Usia Senja

Artinya, jika pemain berusia 19 tahun tersebut mampu menciptakan satu gol atau assist lagi di partai final, ia akan menutup turnamen dengan total 19 kontribusi gol.

Terlepas dari berbagai kebetulan tersebut, hasil pertandingan tetap akan ditentukan oleh performa di atas lapangan. 

Messi berpeluang menambah satu trofi Piala Dunia dalam karier gemilangnya, sedangkan Lamine Yamal berkesempatan mencatat sejarah dengan mengantar Spanyol menjadi juara dunia.

Yang jelas, duel dua generasi berbeda ini sudah menghadirkan cerita menarik bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan. 

Apakah angka 19 kembali menjadi bagian dari kisah bersejarah di final Piala Dunia 2026 atau hanya sekadar kebetulan, jawabannya akan terungkap saat Argentina dan Spanyol saling berhadapan memperebutkan gelar juara dunia.

EDITOR: Edi Yulianto