JawaPos.com - Euforia Piala Dunia 2026 tak hanya terasa lewat pertandingan di lapangan, tetapi juga melalui inovasi teknologi. Google DeepMind berhasil merekonstruksi salah satu gol paling legendaris dalam sejarah sepak bola yang tak pernah terekam kamera, yakni 'Gol da Rua Javari' milik Pele, sekaligus mengungkap tren pencarian masyarakat Indonesia selama pesta sepak bola dunia berlangsung.
Rekonstruksi tersebut menghidupkan kembali momen bersejarah pada 2 Agustus 1959 ketika Pele yang baru berusia 18 tahun mencetak gol yang kemudian ia sebut sebagai gol terbaik sepanjang kariernya.
Selama lebih dari 60 tahun, aksi itu hanya dikenal melalui kesaksian penonton, arsip media, dan cerita para saksi karena tidak pernah direkam dalam bentuk video.
Kini, berkat kolaborasi Google DeepMind bersama Pelé Brand, keluarga Pele, sejarawan, jurnalis olahraga, saksi mata, hingga legenda sepak bola, momen ikonik tersebut akhirnya dapat divisualisasikan dalam format sinematik menggunakan kecerdasan buatan (AI).
AI Google Bangun Ulang Gol Terindah Pele
Untuk menghadirkan kembali momen bersejarah tersebut, Google tidak hanya mengandalkan AI, tetapi juga melakukan penelitian sejarah secara menyeluruh.
Sejarawan Brasil Anita Lucchesi bersama timnya menghimpun hampir 2.000 dokumen sejarah, mulai dari blueprint stadion, foto arsip, album keluarga, laporan media, hingga diagram pertandingan. Mereka juga mengumpulkan lebih dari 3.600 gambar historis sebagai referensi visual.
Tak berhenti di sana, para saksi mata, jurnalis olahraga, dan warga kawasan Mooca di São Paulo ikut diwawancarai menggunakan model stadion, foto lama, serta diagram pertandingan untuk membantu menyusun kembali kronologi gol berdasarkan ingatan mereka.
Tahap berikutnya dilakukan langsung di Stadion Rua Javari. Tim merekam adegan menggunakan bola kulit klasik dan kostum yang sesuai era 1959 agar nuansa pertandingan tetap autentik sebelum diproses menggunakan teknologi AI.
Gemini hingga Veo jadi Senjata Google
Dalam proses rekonstruksi, Google memanfaatkan sejumlah model AI buatannya, mulai dari Gemini Omni, Veo, hingga Nano Banana Pro.
Teknologi tersebut digunakan untuk memetakan kemiripan wajah Pelé pada pemeran pengganti, merekonstruksi arsitektur Stadion Rua Javari sesuai kondisi 1959, hingga menghidupkan atmosfer penonton yang menyaksikan pertandingan secara langsung maupun lewat siaran radio.
Sementara itu, teknologi Performance Control berbasis Veo 3 dipakai untuk menangkap gerakan atletik kompleks Pelé. Pendekatan ini memungkinkan gerakan tiga dimensi stunt player diterjemahkan menjadi visual digital yang akurat, termasuk aksi tiga kali sombrero sebelum bola bersarang ke gawang.
Seluruh hasil AI kemudian dipadukan dengan proses visual effects tradisional seperti compositing, color balancing, penambahan grain film, hingga diproses menggunakan filmout machine agar tampil menyerupai rekaman sinema era 1950-an.
Google menegaskan bahwa tujuan proyek ini bukan sekadar memamerkan kemampuan AI, melainkan menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah sepak bola dan warisan Pele.
Rekonstruksi 'Gol da Rua Javari' kini dipamerkan di Museu Pele di Santos, Sao Paulo. Sementara mini dokumenter yang memperlihatkan proses pembuatannya telah tersedia di kanal YouTube Google.
Google Search Ungkap Euforia Piala Dunia 2026 di Indonesia
Selain menghadirkan kembali sejarah sepak bola melalui AI, Google juga mencatat tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap Piala Dunia 2026 melalui data Google Search periode 9–16 Juli 2026.
Pada kategori Top Trending Daily Questions, masyarakat paling banyak mencari informasi mengenai cara menyaksikan pertandingan. Beberapa pertanyaan yang mendominasi antara lain:
- "Nonton bola di mana"
- "Cara nonton Piala Dunia 2026 di HP"
- "Cara nonton bola gratis"
Sementara dalam kategori Fan Culture, pencarian terbanyak meliputi:
- "Bola tadi malam siapa yang menang"
- "Di mana nonton live Piala Dunia 2026"
- "Apakah Spanyol pernah juara bola dunia"
- "Bola semalam siapa yang menang"
- "Siapa yang menang bola tadi malam"
Tim dan Bintang Piala Dunia yang Paling Dicari
Data Google Search juga menunjukkan negara peserta yang paling menarik perhatian pengguna di Indonesia.
Lima tim nasional yang paling banyak dicari ialah:
- Spanyol
- Prancis
- Argentina
- Inggris
- Norwegia
Sedangkan untuk kategori pemain, pencarian didominasi oleh:
- Lamine Yamal
- Lionel Messi
- Kylian Mbappe
- Cristiano Ronaldo
- Erling Haaland
Tren tersebut menunjukkan bahwa Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga memicu rasa ingin tahu penggemar terhadap sejarah, pemain, hingga berbagai cara mengikuti setiap laga.
Melalui perpaduan teknologi AI dan Google Search, pengalaman menikmati sepak bola kini tidak lagi terbatas pada pertandingan di lapangan, tetapi juga membuka kembali kisah-kisah legendaris yang selama puluhan tahun hanya hidup dalam ingatan para penggemar.