JawaPos.com - Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina terus memunculkan berbagai prediksi dari tokoh-tokoh sepak bola dunia.
Salah satu yang ikut memberikan pandangannya adalah mantan kiper Real Madrid sekaligus legenda tim nasional Kosta Rika, Keylor Navas.
Menurutnya, duel perebutan gelar juara dunia akan berlangsung sangat seimbang, tetapi Argentina memiliki sedikit keunggulan berkat kehadiran Lionel Messi.
Pendapat Navas langsung menjadi perhatian karena ia merupakan salah satu kiper terbaik dalam satu dekade terakhir.
Baca Juga: Statue of Liberty Kenakan Jersey Spanyol dan Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026
Pengalamannya tampil di tiga edisi Piala Dunia dan meraih tiga trofi Liga Champions bersama Real Madrid membuat analisanya dinilai memiliki bobot tersendiri.
Dalam konferensi pers bersama klubnya, Pumas UNAM, Navas mengaku sulit menentukan siapa yang lebih layak difavoritkan.
Menurutnya, baik Spanyol maupun Argentina sama-sama menunjukkan kualitas luar biasa sepanjang turnamen. Namun jika harus memilih satu tim, ia lebih menjagokan La Albiceleste.
Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol Digelar Siang Hari, Ternyata Ini Pertimbangan FIFA
Navas menilai Lionel Messi menjadi faktor utama yang membuat Argentina sedikit lebih unggul. Bagi kiper berusia 39 tahun itu, pemain seperti Messi mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dalam satu momen.
Pengalaman, visi bermain, serta kualitas individu sang kapten diyakini masih menjadi senjata terbesar Argentina saat menghadapi Spanyol.
Menurut Navas, pertandingan final biasanya ditentukan oleh detail-detail kecil. Dalam laga yang berlangsung ketat, kehadiran pemain dengan kemampuan luar biasa dapat menjadi pembeda.
Karena itulah ia menilai Argentina memiliki keuntungan yang tidak dimiliki lawannya.
Meski menjagokan Argentina, Navas tidak mengurangi apresiasinya terhadap performa Spanyol.
Ia menilai perjalanan La Roja menuju final juga menunjukkan kualitas sebagai salah satu tim terbaik di turnamen kali ini.
Baca Juga: Reaksi Penggemar Bikin Heboh Jelang Final Piala Dunia 2026, Sinyal Argentina bakal 'Dirampok' Wasit
Spanyol sempat menjalani awal kompetisi yang tidak terlalu meyakinkan. Namun seiring berjalannya turnamen, mereka mampu tampil lebih konsisten dan mendominasi lawan-lawannya hingga memastikan tempat di partai puncak.
Di sisi lain, Argentina harus melalui beberapa pertandingan sulit, termasuk laga yang berlanjut hingga babak tambahan waktu serta situasi ketika mereka mampu bangkit setelah tertinggal.
Bagi Navas, perjalanan kedua tim menuju final membuktikan mental juara yang mereka miliki. Ia menilai kemampuan bertahan di bawah tekanan menjadi alasan mengapa Spanyol dan Argentina pantas menjadi dua negara terakhir yang bersaing memperebutkan trofi Piala Dunia 2026.
Selain membahas final, Navas juga memberikan penghormatan kepada para pemain yang telah mendominasi sepak bola dunia dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: 4 Pemain Argentina Terancam Disanksi FIFA, Sinyal Digembosi Jelang Final Piala Dunia 2026
Ia menyebut Lionel Messi sebagai salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola modern.
Selain Messi, Navas juga menyinggung nama Cristiano Ronaldo, Luka Modric, dan Neymar sebagai pemain yang telah memberikan warna tersendiri di level internasional.
Meski komentarnya mengenai final Piala Dunia menjadi sorotan, fokus utama Navas saat ini tetap bersama Pumas UNAM yang bersiap menghadapi musim baru Liga MX.
Dalam kesempatan yang sama, ia meminta para pendukung klub memberikan waktu kepada pelatih baru Esteban Solari untuk membangun tim yang kompetitif.
Navas juga berharap seluruh pemain Pumas menunjukkan komitmen penuh agar proses pembangunan tim berjalan sesuai rencana.
Ia percaya sebuah proyek baru membutuhkan kesabaran sebelum mampu memperlihatkan hasil terbaik.
Namun menjelang laga puncak Piala Dunia 2026, prediksi Navas tetap menarik perhatian publik. Menurutnya, final antara Spanyol dan Argentina akan berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama memiliki kualitas tinggi.
Meski demikian, keberadaan Lionel Messi dinilai cukup untuk memberikan keunggulan tipis bagi Argentina dalam upaya meraih gelar juara dunia.