← Beranda
Sujud Sukur Wasit Ismail Elfath Disalahpahami, Netizen Barat Mengira Rayakan Kemenangan Argentina
Andre Rizal HanafiJumat, 17 Juli 2026 | 04.29 WIB
Aksi Ismail Elfath melakukan aksi sujud sukur usai pertandingan Argentina vs Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. (FIFA)
 

JawaPos.com - Momen unik terjadi setelah berakhirnya pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina vs Inggris.

Di tengah euforia para pemain Argentina dan kekecewaan kubu lawan, perhatian publik justru tertuju kepada wasit Ismail Elfath yang melakukan sujud sesaat setelah meniup peluit panjang.

Aksi wasit asal Amerika Serikat berdarah Maroko tersebut langsung menjadi perbincangan di media sosial.

Baca Juga: Kebangetan Jika Argentina Tak Dihukum FIFA Terkait Spanduk Provokatif Jelang Hadapi Spanyol

Sebagian netizen Barat menilai gerakan itu sebagai bentuk perayaan atas kemenangan Argentina. Bahkan, tidak sedikit yang melontarkan tudingan bahwa sang pengadil lapangan menunjukkan keberpihakan kepada tim pemenang.

Beberapa komentar bernada curiga pun bermunculan. Ada yang mempertanyakan alasan Ismail Elfath bersujud setelah pertandingan selesai.

Sebagian lainnya bahkan meminta FIFA melakukan penyelidikan karena menganggap gestur tersebut tidak pantas dilakukan oleh seorang wasit.

Baca Juga: Nicolas Tagliafico Tegaskan Mental Pantang Menyerah Timnas Argentina saat Kalahkan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

Spekulasi itu berkembang cukup cepat karena banyak orang tidak memahami makna dari gerakan yang dilakukan Ismail Elfath.

Padahal, bagi umat Islam, sujud sukur merupakan bentuk ungkapan terima kasih kepada Allah atas nikmat, keselamatan, atau keberhasilan yang diperoleh.

Di sisi lain, banyak penggemar sepak bola memberikan penjelasan mengenai makna sebenarnya dari momen tersebut.

Mereka menegaskan bahwa Ismail Elfath tidak sedang merayakan kemenangan Argentina, melainkan bersyukur karena telah menyelesaikan salah satu pertandingan terbesar dalam perjalanan kariernya sebagai wasit.

Baca Juga: Respons Lionel Messi Saat Argentina Disebut ‘Anak Emas’ FIFA

Sepanjang pertandingan, Ismail Elfath dinilai mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Keputusan-keputusan yang diambil berlangsung lancar tanpa memunculkan kontroversi besar. Penampilannya bahkan mendapat apresiasi dari banyak penonton yang menilai laga berjalan dengan adil.

Karena itulah, sujud yang dilakukan setelah peluit akhir lebih dipahami sebagai ungkapan rasa syukur pribadi, bukan bentuk dukungan kepada salah satu tim. Gestur tersebut merupakan bagian dari keyakinan yang telah lama dikenal dalam tradisi Islam.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang budaya dan agama masih kerap menimbulkan salah pengertian di ruang publik, terutama di media sosial.

Baca Juga: Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

Sebuah tindakan yang memiliki makna religius bisa saja dimaknai berbeda oleh orang yang belum mengenal tradisi tersebut.

Terlepas dari berbagai komentar yang bermunculan, momen sujud Ismail Elfath menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki cara masing-masing untuk mengungkapkan rasa syukur.

Bagi sang wasit, kesempatan memimpin pertandingan besar merupakan amanah yang patut disyukuri, dan sujud menjadi bentuk penghormatan kepada Tuhan atas kesempatan tersebut.

EDITOR: Edi Yulianto