JawaPos.com — Spanyol memastikan tiket ke final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Prancis 2-0 pada semifinal di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut membuat La Furia Roja berpeluang merebut gelar juara dunia sekaligus memperpanjang pola statistik menarik milik pelatih Luis de la Fuente yang selalu berujung trofi setiap kali menyingkirkan Prancis di semifinal turnamen besar.
Mengapa Kemenangan atas Prancis Menjadi Sinyal Positif bagi Spanyol?
Spanyol tampil solid saat menghadapi Prancis dan menang 2-0 berkat gol penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 serta penyelesaian Pedro Porro pada menit ke-58.
Hasil itu memastikan langkah La Furia Roja menuju final Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Argentina yang sebelumnya mengalahkan Inggris dengan skor 2-1.
Kemenangan tersebut tidak hanya menjadi tiket menuju partai puncak. Ada catatan statistik yang kembali muncul dalam perjalanan Luis de la Fuente sebagai pelatih Spanyol.
Selama menangani berbagai kelompok usia hingga tim senior, pelatih berusia 65 tahun itu sudah mempersembahkan empat trofi.
Menariknya, tiga gelar di antaranya selalu diawali dengan keberhasilan menyingkirkan Prancis pada babak semifinal.
Memang tidak ada jaminan statistik masa lalu akan kembali terulang.
Namun, pola yang terus muncul dalam tiga turnamen berbeda membuat banyak pendukung Spanyol optimistis sejarah dapat kembali berpihak kepada tim mereka pada final Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026, Pertama Kali Juara Euro dan Copa America Bertemu
Tiga Turnamen, Tiga Kali Kalahkan Prancis, Tiga Kali Angkat Trofi
Fakta pertama lahir pada Euro U-19 2015. Saat itu Spanyol mengalahkan Prancis dengan skor 2-0 melalui dua gol Marco Asensio sebelum kembali menang 2-0 atas Rusia pada laga final untuk memastikan gelar juara Eropa kelompok usia.
Empat tahun berselang, pola tersebut kembali muncul di Euro U-21 2019. Spanyol tampil dominan dengan menghancurkan Prancis 4-1 melalui gol Marc Roca, Mikel Oyarzabal, Dani Olmo, dan Borja Mayoral.
Keberhasilan itu berlanjut di partai final. La Roja mengalahkan Jerman dengan skor 2-1 berkat gol Fabian Ruiz dan Dani Olmo sehingga Luis de la Fuente kembali membawa pulang trofi internasional.
Fakta kedua hadir ketika Euro 2024 berlangsung. Spanyol kembali dipertemukan dengan Prancis pada semifinal dan berhasil menang 2-1 melalui gol Lamine Yamal serta Dani Olmo.
Setelah melewati laga berat tersebut, Spanyol tampil percaya diri di final. Mereka sukses mengalahkan Inggris 2-1 melalui gol Nico Williams dan Mikel Oyarzabal untuk mengangkat trofi Euro 2024.
Catatan itu membuat kemenangan atas Prancis seolah menjadi titik awal keberhasilan Luis de la Fuente. Setiap kali berhasil melewati Les Bleus di semifinal, langkah berikutnya selalu berakhir dengan pesta juara.
Piala Dunia 2026 Menghadirkan Pola yang Hampir Sama
Kini, cerita serupa kembali muncul di Piala Dunia 2026. Spanyol lagi-lagi bertemu Prancis pada babak semifinal dan kembali berhasil keluar sebagai pemenang.
La Furia Roja tampil efektif sepanjang pertandingan. Penalti Mikel Oyarzabal membuka keunggulan sebelum Pedro Porro memastikan kemenangan 2-0 yang mengantarkan Spanyol menuju final.
Kesamaan itu menjadi fakta statistik ketiga yang membuat peluang Spanyol semakin menarik untuk dibahas. Dalam tiga turnamen sebelumnya, kemenangan atas Prancis di semifinal selalu menjadi jalan menuju gelar juara.
Memang, sepak bola tidak pernah ditentukan oleh statistik semata. Namun, pola yang sudah berulang tiga kali tersebut sulit diabaikan karena melibatkan pelatih yang sama dan menghasilkan akhir yang identik.
Luis de la Fuente juga dikenal mampu menjaga konsistensi permainan timnya pada fase gugur. Spanyol tampil disiplin dalam bertahan sekaligus efektif memanfaatkan peluang sehingga lawan kerap kesulitan membalikkan keadaan.
Mampukah Spanyol Mengulang Sejarah saat Menghadapi Argentina?
Final kali ini tentu menghadirkan tantangan berbeda. Argentina datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 dan memiliki pengalaman tampil pada laga-laga besar.
Meski demikian, Spanyol juga datang dengan modal yang tidak kalah meyakinkan.
Mereka berhasil melewati salah satu kandidat juara dengan permainan yang matang serta memperlihatkan keseimbangan antara lini pertahanan dan serangan.
Kehadiran pemain berpengalaman seperti Mikel Oyarzabal dipadukan dengan kualitas sejumlah pemain lain membuat La Furia Roja memiliki banyak opsi untuk membongkar pertahanan lawan.
Efektivitas penyelesaian akhir juga menjadi salah satu kekuatan yang terlihat sepanjang fase gugur.
Di sisi lain, Luis de la Fuente kembali memiliki kesempatan memperpanjang catatan impresifnya bersama Timnas Spanyol.
Fakta ketiga, sejauh ini ia telah menghadirkan empat gelar, yakni Euro U-19 2015, Euro U-21 2019, UEFA Nations League 2022/2023, dan Euro 2024.
Apabila mampu mengalahkan Argentina di final Piala Dunia 2026, pelatih berusia 65 tahun itu akan menambah koleksi trofinya sekaligus memperkuat pola statistik unik yang terus mengiringi perjalanan kariernya.
Tentu saja, sejarah tidak akan mencetak gol di lapangan. Namun, tiga fakta statistik yang terus berulang setiap kali Spanyol mengalahkan Prancis di semifinal menjadi modal psikologis yang menarik menjelang partai puncak.
Baca Juga: Isyarat dari Unggahan Lama Pedri Jadi Kenyataan, Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026
Kini, publik hanya tinggal menunggu apakah pola tersebut kembali berakhir dengan trofi.
Jika sejarah kembali berpihak kepada Luis de la Fuente, maka kemenangan atas Prancis sekali lagi akan menjadi awal dari kisah juara Spanyol di panggung sepak bola dunia.