JawaPos.com - Timnas Prancis harus mengubur mimpi tampil di final Piala Dunia 2026 setelah langkah mereka dihentikan timnas Spanyol pada laga semifinal. Kekalahan tersebut menyisakan kekecewaan mendalam bagi skuad Les Bleus, termasuk gelandang muda Rayan Cherki yang mengakui tim lawan memang tampil lebih baik sepanjang pertandingan.
Rayan Cherki masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua dengan harapan mampu mengubah jalannya laga. Namun, usahanya belum cukup untuk membawa Prancis bangkit dari tekanan Spanyol yang tampil disiplin dan efektif sejak awal pertandingan semifinal piala dunia di Dallas.
Seusai pertandingan, Rayan Cherki yang berusia 22 tahun itu tidak mencari alasan atas kegagalan Prancis di semifinal piala dunia. Dia justru memberikan pengakuan bahwa timnas Spanyol layak meraih kemenangan karena mampu menjalankan permainan dengan lebih baik, baik dari sisi taktik maupun penguasaan pertandingan.
Menurut Rayan Cherki, Prancis sebenarnya sudah memahami karakter permainan timnas Spanyol sebelum laga semifinal piala dunia dimulai. La Roja dikenal gemar menguasai bola dan memainkan tempo yang lebih lambat untuk mengontrol jalannya pertandingan.
Namun, strategi yang telah dipersiapkan Prancis tidak berjalan sesuai rencana. Dia menilai timnya terlalu mudah kehilangan penguasaan bola dan gagal merebut kembali bola dengan cepat.
Akibatnya, Spanyol bisa memainkan ritme pertandingan sesuai keinginan mereka, sementara Prancis kesulitan membangun serangan berbahaya. Cherki mengungkapkan bahwa pada jeda babak pertama, pelatih Didier Deschamps masih memberikan motivasi kepada seluruh pemain.
Baca Juga: Bernardo Tavares Tempa Generasi Baru! Dava Yunna Nikmati Tempaan Tim Utama Persebaya Surabaya
Sang pelatih percaya peluang untuk membalikkan keadaan masih terbuka karena pertandingan masih menyisakan waktu yang cukup panjang. Meski demikian, situasi di lapangan tidak berubah banyak. Spanyol tetap tampil tenang dalam menguasai permainan, sedangkan Prancis kesulitan menemukan solusi untuk membongkar pertahanan lawan.
"Saya tidak tahu apakah kami kekurangan solusi atau keinginan. Mereka lebih mudah merebut bola dibanding kami. Jika kami bisa lebih sering memenangkan duel dan merebut bola kembali, mungkin kami bisa menciptakan lebih banyak ancaman," ujar Cherki.
Dia menegaskan, kekalahan itu bukan disebabkan minimnya semangat juang para pemain Prancis. Menurut dia, Spanyol memang tampil lebih rapi dalam mengatur posisi dan menjalankan instruksi taktik sepanjang pertandingan.
Cherki bahkan menyebut duel semifinal Piala Dunia ditentukan detail-detail kecil yang akhirnya membuat Spanyol mampu menguasai pertandingan. Meski mengakui keunggulan lawan, Cherki tetap percaya kualitas skuad Prancis tidak kalah. Namun, ia menilai pada pertandingan kali ini La Roja mampu menunjukkan performa yang lebih baik.
"Mereka lebih baik dalam semua aspek permainan. Saya tetap yakin kami adalah tim yang lebih baik, tetapi sore ini mereka tampil lebih superior," kata pemain yang baru bergabung dengan Manchester City tersebut.
Dia juga menilai Spanyol tidak selalu melakukan tekanan tinggi, tetapi mampu memanfaatkan setiap momen dengan sangat efektif. Menurutnya, Prancis sebenarnya masih memiliki ruang untuk mengembangkan permainan, tetapi gagal mengendalikan emosi ketika berada dalam tekanan.
Kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan karena Prancis datang ke turnamen dengan target merebut gelar juara dunia. Kini mereka harus mengalihkan fokus ke pertandingan perebutan tempat ketiga.
Meski demikian, Cherki mengaku seluruh pemain masih membutuhkan waktu untuk menerima hasil pahit tersebut. Baginya, rasa kecewa semakin besar ketika melihat dukungan luar biasa dari para pendukung Prancis yang terus memberikan semangat sepanjang turnamen.
Dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh suporter Les Bleus yang setia mendukung tim hingga babak semifinal. Menurut Cherki, dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi para pemain untuk bangkit dan menatap turnamen berikutnya.
Baca Juga: Balogun Akui Kontroversi Pencabutan Kartu Merah Ganggu Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026