← Beranda
Prancis Tak Berkutik Lawan Timnas Spanyol di Semifinal Piala Dunia, Kylian Mbappe Kritik Taktik Didier Deschamps
Aprillia JPRabu, 15 Juli 2026 | 23.20 WIB
Kylian Mbappe memimpin Prancis menghadapi timnas Spanyol yang berakhir dengan kekalahan 0-2 pada semifinal Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Arlington. (Instagram @fff)

 

JawaPos.com - Kylian Mbappe kritik pelatih tim nasional Prancis Didier Deschamps setelah kalah dari timnas Spanyol 0-2 di laga semifinal Piala Dunia 2026 pada Rabu (15/7). Dalam laga itu, Spanyol tampil lebih solid dan menguasai permainan sejak awal.

Gelandang timnas Spanyol Rodri tampil sebagai motor permainan, mengatur tempo sekaligus mendominasi lini tengah bersama Fabian Ruiz. Dalam wawancara yang dilansir dari ESPN, Kylian Mbappe menilai Prancis kalah jumlah dan koordinasi di sektor krusial itu.

“Kami tiga lawan dua di lini tengah dan melawan Spanyol itu sangat sulit. Fabian dan Rodri punya banyak waktu untuk menguasai bola. Ada masalah komunikasi dalam melakukan tekanan,” ujar kapten timnas Prancis Kylian Mbappe usai laga semifinal piala dunia lawan timnas Spanyol.

Baca Juga: Sempat Dikaitkan dengan PSIS dan PSS, Stefano Lilipaly Memilih Semen Padang Sebagai Klub Barunya

Mbappe juga menilai tim seharusnya menerapkan pressing satu lawan satu untuk memutus ritme permainan lawan. “Menurut saya, seharusnya kita menerapkan pressing satu lawan satu dan memaksa mereka untuk bergerak mengikuti pergerakan kita,” tambah Mbappe.

Gol pembuka Spanyol lahir melalui penalti Mikel Oyarzabal setelah pelanggaran Lucas Digne terhadap Lamine Yamal. Sejak itu, Spanyol semakin nyaman mengontrol pertandingan. 

Mbappe mengakui performa timnya yang jauh dari harapan. “Kami tidak memainkan pertandingan seperti yang kami inginkan, baik secara teknis maupun taktis. Ketika Anda tidak melakukan apa yang seharusnya di semifinal Piala Dunia, Anda tidak akan menang,” tegas dia.

Baca Juga: Jelang Timnas Inggris vs Argentina, Penunjukan Ismail Elfath Tuai Polemik karena Rekam Jejak Bersama Lionel Messi

Deschamps sebenarnya sudah mencoba mengubah arah permainan lewat pergantian pemain dengan memasukkan Desire Doue dan Rayan Cherki untuk membalikkan keadaan. Tapi upaya itu tidak berhasil mengubah hasil akhir pertandingan.

“Karena mereka lebih baik dari kita dalam mengendalikan permainan. Kita tidak berhasil melakukannya. Permainan teknis kita terlalu ceroboh. Kita gagal memberikan ancaman saat ada kesempatan,” kata Mbappe.

Menurut Mbappe, Spanyol mampu menjalankan rencana permainan dengan disiplin, terutama dalam penguasaan bola. Sebaliknya, Prancis gagal mengeksekusi strategi pressing tinggi yang dirancang.

“Bahkan saat kami merebut bola, sentuhan pertama kami tidak cukup baik. Itu yang membuat kami kalah. Ini sungguh mengecewakan,” tutur Mbappe.

Meskipun demikian, pemain berusia 27 tahun itu mengaku bertanggung jawab sebagai kapten, terlebih terkait kartu kuning yang diterimanya usai bertabrakan dengan kiper Unai Simon pada menit ke-86.

“Sebagai kapten, saya harus memikul seluruh tanggung jawab dan saya tidak keberatan dengan hal itu. Kami ingin melaju ke final. Kami gagal mencapainya,” kata Mbappe.

Baca Juga: Bukan Statistik, Ramalan Astrolog China Sebut Inggris Punya Peluang Besar Juara Piala Dunia 2026, Siklus 60 Tahun

Hasil itu membuat ambisi Prancis untuk mencapai final Piala Dunia tiga kali secara beruntun harus pupus. Sebelumnya, Prancis juara pada 2018 dan menjadi runner up pada 2022 setelah kalah dari Argentina.

Dalam turnamen itu, Mbappe tampil cukup impresif dengan delapan gol, menyamai catatan Messi dalam perebutan Sepatu Emas. Namun, kontribusi itu tidak cukup membawa timnya melangkah lebih jauh.

Prancis selanjutnya akan menghadapi tim yang kalah dari semifinal lainnya antara Argentina dan Inggris dalam perebutan posisi ketiga yang dijadwalkan berlangsung di Miami Gardens, Florida.

Baca Juga: Timnas Inggris Hadapi Tantangan Berat, Rekor Perjalanan Terjauh di Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Bumerang

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah