← Beranda
3 Momen Kontroversial dalam Sejarah Duel Inggris vs Argentina di Piala Dunia
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 14 Juli 2026 | 18.58 WIB
Jelang semifinal Piala Dunia 2026, berikut tiga momen paling kontroversial dalam sejarah rivalitas Inggris dan Argentina, mulai dari penalti David Beckham hingga gol legendaris "Tangan Tuhan" Diego Maradona. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Semifinal Piala Dunia 2026 akan kembali mempertemukan dua rival klasik, Inggris dan Argentina. Pertandingan ini menjadi pertemuan kompetitif pertama kedua negara dalam 24 tahun, sekaligus menghidupkan lagi salah satu rivalitas paling panas dalam sejarah sepak bola dunia.

Inggris memastikan tempat di empat besar setelah bangkit mengalahkan Norwegia 2-1 lewat dua gol Jude Bellingham. Sementara itu, Argentina datang sebagai juara bertahan usai menyingkirkan Swiss.

Meski terakhir kali bertemu pada laga persahabatan tahun 2005, sejarah panjang kedua tim dipenuhi berbagai insiden yang hingga kini masih dikenang.

Melansir ESPN, berikut tiga momen paling kontroversial dalam rivalitas Inggris kontra Argentina di Piala Dunia.

Baca Juga: Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986

3. Penalti David Beckham yang Diprotes Mauricio Pochettino (Piala Dunia 2002)

Pertemuan terakhir kedua negara di Piala Dunia berlangsung pada fase grup edisi 2002. Saat itu, Inggris meraih kemenangan tipis 1-0 berkat gol penalti David Beckham.

Hadiah penalti diberikan setelah Michael Owen dijatuhkan Mauricio Pochettino di dalam kotak penalti. Namun, keputusan wasit Pierluigi Collina tersebut hingga kini masih diperdebatkan.

Bertahun-tahun kemudian, Pochettino tetap bersikeras bahwa Owen melakukan diving.

"Itu terjadi 15 tahun yang lalu ketika Owen melakukan diving."

"Jangan percaya bahwa sepak bola Inggris selalu adil hanya karena Owen melompat seperti di kolam renang. Ayolah! Aku tidak menyentuhnya. Aku janji. Itu benar."

Gol Beckham memastikan Inggris lolos ke babak gugur, sementara Argentina harus tersingkir sejak fase grup.

Baca Juga: Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia 2026: Pertama Kali Dalam 2 Dekade, Lionel Messi Akhirnya Hadapi Three Lions!

2. Kartu Merah David Beckham (Piala Dunia 1998)

Empat tahun sebelumnya, Beckham juga menjadi pusat kontroversi saat Inggris bertemu Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 1998.

Pertandingan berlangsung sengit dan berakhir imbang 2-2 hingga babak pertama usai. Namun, dua menit setelah turun minum, Beckham diusir keluar lapangan setelah membalas pelanggaran Diego Simeone.

Bermain dengan 10 orang, Inggris mampu memaksakan pertandingan hingga adu penalti. Namun, seperti yang beberapa kali terjadi dalam sejarah mereka, Three Lions kembali tersingkir lewat drama adu penalti.

Insiden kartu merah Beckham menjadi salah satu momen paling membekas dalam sejarah sepak bola Inggris dan sempat membuat sang gelandang menerima kritik tajam dari publik negaranya.

Baca Juga: Melesat ke Semifinal Piala Dunia 2026, Lionel Scaloni Akui Swiss Sulitkan Argentina

1. "Tangan Tuhan" Diego Maradona (Piala Dunia 1986)

Di posisi pertama tentu saja hadir salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah olahraga dunia.

Pada perempat final Piala Dunia 1986, Diego Maradona mencetak gol pembuka Argentina dengan cara yang kemudian dikenal sebagai "Tangan Tuhan".

Saat berebut bola dengan kiper Peter Shilton, Maradona menggunakan tangannya untuk mendorong bola masuk ke gawang. Wasit Ali Bin Nasser tidak melihat pelanggaran tersebut dan tetap mengesahkan gol.

Protes keras para pemain Inggris tidak mengubah keputusan wasit.

Empat menit kemudian, Maradona kembali menciptakan sejarah dengan mencetak "Gol Abad Ini". Ia menggiring bola melewati sejumlah pemain Inggris sebelum menaklukkan Shilton dan membawa Argentina menang 2-1.

Kemenangan itu menjadi langkah penting menuju gelar juara dunia kedua Argentina, sementara insiden "Tangan Tuhan" hingga kini tetap menjadi salah satu momen paling kontroversial dan paling dikenang dalam sejarah Piala Dunia.

Kini, hampir empat dekade setelah drama-drama tersebut, Inggris dan Argentina kembali bertemu di panggung terbesar sepak bola dunia. Dengan sejarah panjang yang penuh emosi dan kontroversi, semifinal Piala Dunia 2026 dipastikan akan menjadi babak baru dalam rivalitas legendaris kedua negara.

EDITOR: Banu Adikara