← Beranda
Piala Dunia 2026 Diwarnai Chant Homofobik kepada Jordan Pickford, Kelompok Suporter Inggris Bereaksi
Andre Rizal HanafiMinggu, 12 Juli 2026 | 04.06 WIB
Jordan Pickford menegaskan Inggris siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk adu penalti saat melawan RD Kongo di Piala Dunia 2026. (Dok. Everton Read)

 

JawaPos.com - Jordan Pickford menjadi sorotan usai membantu Timnas Inggris menyingkirkan Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Namun, penampilan gemilang kiper Everton itu diwarnai insiden yang mencoreng jalannya pertandingan setelah ia menjadi sasaran chant bernada homofobik dari sebagian suporter tuan rumah.

Dalam pertandingan yang berlangsung sengit dan berakhir dengan kemenangan Inggris 3-2, Pickford beberapa kali mendapat teriakan "puto" setiap kali melakukan tendangan gawang.

Chant tersebut terus terdengar hampir sepanjang laga dan memicu kecaman dari berbagai pihak.

Baca Juga: Prediksi Norwegia vs Inggris: Lumpuhkan Haaland, Three Lions Bisa Menang?

Istilah "puto" telah lama menjadi kontroversi dalam sepak bola internasional. Meski sebagian pendukung Meksiko menganggapnya sebagai tradisi di tribun stadion, kata tersebut diklasifikasikan sebagai ujaran homofobik oleh Komisi Nasional Antidiskriminasi Meksiko (CONAPRED).

FIFA pun selama bertahun-tahun telah berupaya menghapus penggunaan chant tersebut. Federasi Sepak Bola Meksiko bahkan beberapa kali menerima sanksi dan denda karena perilaku suporternya dalam berbagai pertandingan internasional.

Meski berada di bawah tekanan atmosfer Stadion Azteca yang begitu panas, Pickford tetap mampu menjaga fokus.

Baca Juga: Kabar Baik untuk Fans Inggris! Declan Rice dan Marc Guehi Siap Tempur Hadapi Norwegia di Piala Dunia 2026

Penjaga gawang berusia 32 tahun itu tampil solid dengan sejumlah penyelamatan penting yang membantu Inggris mengamankan tiket ke babak perempat final.

Penampilan impresif Pickford juga mendapat apresiasi dari para pendukung Inggris yang menilai sang kiper berhasil menunjukkan mental kuat di tengah situasi yang tidak nyaman.

Di sisi lain, kelompok suporter Three Lions Pride bersama organisasi Pride in Football langsung mengeluarkan pernyataan resmi setelah pertandingan.

Mereka mengecam keras chant yang ditujukan kepada Pickford dan meminta FIFA mengambil langkah lebih tegas.

Menurut mereka, penggunaan kata tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai bagian dari budaya sepak bola maupun candaan di tribun.

Mereka menegaskan bahwa istilah tersebut memiliki sejarah panjang sebagai bentuk penghinaan terhadap komunitas LGBTQ+.

Baca Juga: Lirik Chant Paling Viral di Piala Dunia 2026! Tingkah Kocak Erling Haaland Satukan Penggemar Sepak Bola Lewat 'Haaland-Haaland!'

Kelompok suporter itu juga mengungkapkan bahwa insiden serupa bukan pertama kali terjadi selama Piala Dunia 2026. Sebelumnya, chant yang sama juga terdengar ketika Meksiko menghadapi Republik Ceko dan Ekuador di fase sebelumnya.

Mereka menilai kampanye antidiskriminasi FIFA pada turnamen kali ini belum cukup efektif untuk mencegah kejadian berulang.

Karena itu, FIFA diminta memperkuat edukasi kepada suporter sekaligus menjatuhkan hukuman yang lebih berat apabila pelanggaran serupa kembali terjadi.

"Sepak bola harus menjadi ruang yang aman dan terbuka bagi semua orang. Tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk diskriminasi di stadion," demikian inti pernyataan kelompok suporter tersebut.

Baca Juga: Modal Jegal Erling Haaland! Anthony Gordon Bongkar Mentalitas 10 Pemain Inggris Usai Tumbangkan Meksiko di Azteca

Terlepas dari insiden di luar lapangan, Inggris tetap membawa pulang hasil positif. Kemenangan 3-2 atas Meksiko memastikan langkah The Three Lions ke babak perempat final, di mana mereka akan menghadapi pemenang laga Argentina melawan Swiss.

Bagi Pickford, laga tersebut kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penjaga gawang andalan Inggris di turnamen besar.

Selain tampil tenang di bawah mistar, ia juga beberapa kali menggagalkan peluang berbahaya yang membuat Inggris mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Kini perhatian beralih kepada FIFA. Badan sepak bola dunia itu diperkirakan akan meninjau laporan pertandingan sebelum memutuskan apakah akan menjatuhkan sanksi tambahan kepada Federasi Sepak Bola Meksiko atas kembali terdengarnya chant yang dinilai mengandung unsur diskriminasi selama Piala Dunia 2026.

EDITOR: Banu Adikara