← Beranda
Ancaman Petir Bayangi Laga Timnas Inggris vs Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026, Berpotensi Tertunda
Andre Rizal HanafiSabtu, 11 Juli 2026 | 22.36 WIB
ilustrasi cuaca ekstrem badai petir ancam laga timnas Inggris vs Norwegia di piala dunia. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Timnas Inggris dipastikan menghadapi tantangan yang tidak biasa menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Norwegia. Bukan hanya kekuatan Erling Haaland dan rekan-rekannya yang harus diwaspadai, tetapi juga cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda Miami, Amerika Serikat.

Pertandingan piala dunia antara Timnas Inggris vs Norwegia yang dijadwalkan berlangsung di Hard Rock Stadium pada Sabtu (11/7) waktu setempat berpotensi mengalami penundaan. Yakni apabila badai petir muncul di sekitar lokasi pertandingan.

Kondisi ini menjadi perhatian karena Florida memang sedang memasuki periode musim panas yang identik dengan hujan deras dan sambaran petir pada sore hari. Meteorolog senior AccuWeather Chad Merrill memperkirakan badai petir mulai berkembang sejak siang hingga sore hari.

Baca Juga: David Beckham Datangi Latihan Timnas Inggris Jelang Lawan Norwegia, Harry Kane Beberkan Pesannya

Waktu kick-off pada pukul 17.00 waktu setempat dinilai berada di jam-jam paling rawan terjadinya cuaca buruk. Menurut Merrill, badai di Florida umumnya dipicu angin laut yang membawa udara lembap ke daratan.

Kondisi itu kemudian membentuk awan konvektif yang menghasilkan hujan lebat, angin kencang, serta aktivitas petir yang cukup tinggi. Yang perlu diwaspadai bukan hanya hujan. Sambaran petir masih dapat terjadi meski pusat badai telah bergerak menjauh dari stadion.

Itulah sebabnya potensi penundaan pertandingan tetap ada meskipun cuaca terlihat mulai membaik. Sesuai regulasi FIFA, pertandingan wajib dihentikan atau ditunda apabila terdeteksi sambaran petir dalam radius sekitar 13 kilometer dari stadion.

Baca Juga: Prediksi Timnas Argentina vs Swiss Babak 8 Piala Dunia 2026: Albiceleste Unggul, Swiss Siap Beri Perlawanan Sengit

Setelah petir terakhir terpantau, pertandingan baru bisa dilanjutkan setelah menunggu setidaknya 30 menit. Aturan itu sebelumnya sudah diterapkan pada pertandingan Inggris melawan Meksiko di babak sebelumnya. Saat itu, kick-off harus mundur sekitar satu jam karena kondisi cuaca belum dinyatakan aman.

Selain ancaman petir, suhu udara yang tinggi juga menjadi perhatian. Prakiraan cuaca menunjukkan temperatur di Miami mencapai sekitar 33 derajat Celsius, sementara suhu yang dirasakan tubuh dapat menyentuh 37 derajat Celsius akibat kelembapan yang sangat tinggi.

Kondisi tersebut membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan dan meningkatkan risiko kelelahan akibat panas. Para suporter yang berjalan menuju stadion atau mengantre dalam waktu lama menjadi kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan.

Tak hanya itu, kualitas udara di sejumlah wilayah Florida juga berada pada level sedang akibat kebakaran semak yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Meski belum masuk kategori berbahaya, orang dengan gangguan pernapasan tetap disarankan membatasi aktivitas berat di luar ruangan.

Para penggemar yang datang langsung ke stadion diimbau membawa persediaan air minum, menggunakan pakaian yang nyaman, serta segera mencari tempat berlindung apabila terdengar suara guntur. Bangunan permanen menjadi lokasi paling aman untuk menghindari risiko sambaran petir.

Di sisi lain, Inggris dan Norwegia tetap mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi laga hidup mati ini. Inggris datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah melewati babak sebelumnya, sementara Norwegia mengandalkan ketajaman Erling Haaland untuk mencoba menghentikan langkah The Three Lions.

Baca Juga: Prediksi Norwegia vs Inggris di Perempat Final Piala Dunia 2026, Duel Haaland dan Kane Perebutkan Tiket ke Semifinal

Apabila kondisi cuaca mendukung, duel ini diperkirakan berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama mengincar tiket menuju babak semifinal Piala Dunia 2026. Namun sebelum peluit pertama dibunyikan, perhatian publik kini justru tertuju pada langit Miami yang berpotensi menjadi penentu apakah pertandingan dapat dimulai tepat waktu atau harus kembali mengalami penundaan akibat cuaca ekstrem.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah