JawaPos.com - Pelatih Mesir, Hossam Hassan, meluapkan kekecewaannya setelah timnya tersingkir secara dramatis dari Piala Dunia 2026 usai kalah 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar.
Mesir sebenarnya berada di ambang salah satu kejutan terbesar turnamen setelah unggul dua gol lebih dulu. Namun sang juara bertahan berhasil bangkit melalui gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez untuk memastikan tiket ke perempat final.
Usai pertandingan, Hassan kembali mempertanyakan sejumlah keputusan wasit yang dinilainya merugikan timnya. Ia bahkan mengisyaratkan bahwa Argentina memperoleh keuntungan karena memiliki Lionel Messi di dalam skuad.
Baca Juga: Pesan Menyentuh Pelatih Mesir Hossam Hassan: Cukuplah Tuhan Bagiku
Namun, bukan hanya kepemimpinan wasit yang menjadi sorotan pelatih berusia 59 tahun tersebut.
Hossam Hassan Kritik Jadwal Pertandingan
Melansir All Africa, Hassan juga mempertanyakan keputusan penyelenggara yang menjadwalkan laga penting tersebut berlangsung pada siang hari. Menurutnya, waktu kick-off seperti itu sama sekali tidak ideal untuk pertandingan sepak bola di level tertinggi.
“Siapa pun yang menjadwalkan pertandingan-pertandingan ini adalah seseorang yang belum pernah bermain sepak bola. Anda tidak pernah menjadwalkan pertandingan sepak bola pada pukul 12 siang," katanya.
Baca Juga: Kontroversi Laga Argentina vs Mesir Berlanjut ke Serangan Siber, AFA Selidiki Dugaan Peretasan Email
Menurut Hassan, kondisi cuaca dan suhu yang tinggi pada siang hari sangat memengaruhi kualitas permainan sekaligus menguras kondisi fisik para pemain.
Perjalanan Bersejarah Mesir Tetap Patut Diapresiasi
Terlepas dari akhir yang menyakitkan, Mesir menjalani turnamen yang mengesankan.
Mereka berhasil menahan imbang Belgia dan Iran pada fase grup sebelum meraih kemenangan atas Selandia Baru untuk mengamankan tiket ke fase gugur.
Baca Juga: Ketua Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina Buka Suara, Bantah Tuduhan Bias di Laga Argentina vs Mesir
Di babak 32 besar, Mesir kembali menunjukkan mentalitas kuat dengan menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti.
Perjalanan mereka akhirnya terhenti secara dramatis saat menghadapi Argentina. Meski gagal melangkah ke perempat final, penampilan The Pharaohs sepanjang turnamen mendapat banyak pujian karena mampu bersaing dengan sejumlah tim unggulan dunia.
Kini perhatian tertuju pada respons FIFA terhadap berbagai kritik yang disampaikan Mesir, baik mengenai kepemimpinan wasit maupun penjadwalan pertandingan yang dinilai kurang ideal.