← Beranda
Hossam Hassan Sindir FIFA dan Argentina: Mereka Ingin Messi Tetap Bertahan
M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 11 Juli 2026 | 16.50 WIB
Pelatih Mesir Hossam Hassan membawa bendera Mesir dan Palestina setelah kemenangan dramatis atas Australia pada babak gugur Piala Dunia 2026. (Instagram/@chnge)
 
 

 

JawaPos.com - Pelatih Mesir, Hossam Hassan, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit usai timnya kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Mesir sempat berada di ambang salah satu kejutan terbesar turnamen setelah unggul dua gol atas juara bertahan. Namun, Argentina bangkit lewat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez untuk membalikkan keadaan sekaligus memastikan tiket ke perempat final.

Melansir All Africa, meski tersingkir dengan cara yang menyakitkan, Hassan tetap mengaku bangga dengan pencapaian timnya yang sukses menembus fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

"Saya sangat senang dengan penampilan tim saya di Piala Dunia," kata Hassan kepada wartawan.

Baca Juga: Pesan Menyentuh Pelatih Mesir Hossam Hassan: Cukuplah Tuhan Bagiku

"Kami memiliki tim yang bagus yang mengharumkan nama sepak bola Afrika dan Arab. Kami tidak takut pada tim mana pun. Kami akan membangun apa yang telah kami raih di Piala Dunia ini karena kami memiliki banyak tujuan untuk masa depan. Ambisi kami adalah untuk bersaing secara setara dengan tim mana pun di dunia."

Pelatih berusia 59 tahun itu juga memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang sebagian besar berasal dari kompetisi domestik Mesir.

"Saya berterima kasih kepada para pemain saya atas penampilan mereka, dan saya sangat puas dengan mereka. Sebagian besar pemain saya berkompetisi di liga domestik, dan mereka telah membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan pemain di liga-liga terbesar di dunia. Kami akan meraih tempat kami di antara negara-negara sepak bola top dunia."

Hossam Hassan Soroti Keputusan Wasit

Di balik pujian untuk timnya, Hassan tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit François Letexier beserta perangkat VAR yang menurutnya membuat sejumlah keputusan merugikan Mesir.

Baca Juga: Kontroversi Laga Argentina vs Mesir Berlanjut ke Serangan Siber, AFA Selidiki Dugaan Peretasan Email

"Kami belum melihat rasa hormat atau permainan yang adil. Sebuah penalti dianulir, dan insiden kedua yang seharusnya diperiksa sebagai penalti untuk kami bahkan tidak diperiksa oleh VAR. Gol kedua secara mengejutkan, entah karena alasan apa, dianulir," katanya dalam konferensi pers usai pertandingan.

"Sepertinya ada tekanan dari pihak Argentina terhadap wasit yang menyebabkan hasil ini."

Sindir FIFA: "Mungkin Mereka Ingin Messi Tetap Bertahan"

Dalam wawancara lanjutan bersama beIN Sports, Hassan menyampaikan tuduhan yang lebih tajam. Ia mempertanyakan apakah ada faktor di luar pertandingan yang membuat Argentina mendapat keuntungan.

"Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia dalam kompetisi? Mungkin mereka ingin Messi tetap berada dalam persaingan?" kata Hassan.

Baca Juga: Ketua Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina Buka Suara, Bantah Tuduhan Bias di Laga Argentina vs Mesir

"Dalam sepak bola, terkadang ada faktor eksternal yang melampaui aspek teknis. Juara dunia mendapat manfaat dari dukungan di setiap level."

Ia menegaskan bahwa dirinya telah menyampaikan protes langsung kepada wasit setelah pertandingan.

"Saya mengatakan kepada wasit bahwa apa yang terjadi itu tidak adil. Ini adalah kemenangan yang tidak pantas bagi Argentina."

Hassan bahkan mengaku sangat kecewa hingga mempertanyakan keadilan turnamen.

"Setelah saya kembali ke negara saya dan berada di rumah, saya tidak akan pernah menonton Piala Dunia lagi, karena tidak ada keadilan dalam kompetisi ini."

Baca Juga: FIFA Tegaskan Tak Ada Intervensi di Laga Argentina vs Mesir, Collina Ungkap Alasan VAR Anulir Gol

Pernyataan keras tersebut menambah panjang daftar kontroversi yang mewarnai fase gugur Piala Dunia 2026. Kritik terhadap kepemimpinan wasit dalam laga Mesir kontra Argentina pun diperkirakan masih akan menjadi perhatian besar, terutama setelah federasi sepak bola Mesir secara resmi meminta FIFA menyelidiki tim wasit yang memimpin pertandingan tersebut.

EDITOR: Edi Yulianto