JawaPos.com - Keputusan FIFA menunjuk seluruh perangkat pertandingan asal Argentina untuk memimpin laga Prancis melawan Maroko di babak perempat final Piala Dunia 2026 memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola.
Meski penunjukan wasit dilakukan berdasarkan standar netralitas dan kualitas, banyak pihak mempertanyakan keputusan tersebut karena Argentina berada di jalur yang sama dengan Prancis dalam bagan turnamen.
Pertandingan Prancis kontra Maroko dijadwalkan berlangsung di Boston Stadium pada Kamis (9/7/2026).
Duel ini menjadi salah satu laga yang paling dinantikan karena mempertemukan kembali kedua tim setelah bentrok di semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar.
Sorotan justru datang sebelum pertandingan dimulai. FIFA menetapkan Facundo Tello sebagai wasit utama dengan dua hakim garis sesama asal Argentina, yakni Juan Pablo Belatti dan Gabriel Chade. Sementara itu, Darío Herrera ditunjuk sebagai ofisial keempat dan Christian Navarro sebagai wasit cadangan.
Penunjukan tersebut mencatat sejarah tersendiri di Piala Dunia 2026. Untuk pertama kalinya dalam turnamen ini, seluruh perangkat pertandingan di lapangan berasal dari satu negara yang sama.
Keputusan itu langsung memancing beragam reaksi. Sebagian pendukung Prancis mempertanyakan langkah FIFA mengingat Argentina masih bertahan di turnamen dan berpotensi menjadi lawan Les Bleus apabila kedua tim sama-sama lolos ke semifinal.
Perdebatan semakin menguat karena beberapa hari sebelumnya pertandingan Argentina melawan Mesir di babak 16 besar dipimpin oleh wasit asal Prancis, François Letexier.
Laga yang dimenangi Argentina dengan skor 3-2 tersebut sempat menuai kontroversi akibat sejumlah keputusan wasit yang dianggap menguntungkan sang juara bertahan.
Kini situasinya seolah berbalik. Ketika Prancis bersiap menghadapi laga penting melawan Maroko, seluruh perangkat pertandingan justru berasal dari Argentina.
Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi di media sosial, meski belum ada bukti yang menunjukkan adanya pelanggaran terhadap prinsip netralitas.
FIFA sendiri selama ini memiliki mekanisme penunjukan wasit berdasarkan penilaian performa, pengalaman, serta faktor netralitas.
Organisasi sepak bola dunia itu juga rutin melakukan evaluasi terhadap setiap penampilan wasit sepanjang turnamen.
Di sisi lain, Facundo Tello bukan nama baru di panggung internasional. Wasit berusia 44 tahun tersebut dikenal sebagai salah satu pengadil lapangan terbaik dari Amerika Selatan.
Ia telah memimpin berbagai pertandingan penting, termasuk kompetisi antarklub Amerika Selatan dan Piala Dunia.
Laga Prancis melawan Maroko juga akan menjadi pertandingan perempat final Piala Dunia kedua secara beruntun yang dipimpin Tello.
Baca Juga: Drama Jelang Prancis vs Maroko! Adu Mulut Antarjurnalis Hentikan Konferensi Pers Brahim Diaz
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan FIFA kembali memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin laga berintensitas tinggi.
Meski demikian, keputusan FIFA tetap menjadi bahan perbincangan hingga jelang kick-off. Sebagian pengamat menilai tidak ada masalah selama wasit mampu menjalankan tugas secara profesional.
Namun, ada pula yang beranggapan bahwa komposisi perangkat pertandingan sebaiknya melibatkan perwakilan dari federasi berbeda demi menghindari persepsi negatif di mata publik.
Terlepas dari polemik tersebut, duel Prancis kontra Maroko dipastikan menyajikan tensi tinggi. Kedua tim sama-sama mengincar tiket ke semifinal Piala Dunia 2026, sementara seluruh mata kini juga akan tertuju pada kepemimpinan Facundo Tello beserta tim wasit asal Argentina yang mendapat sorotan sebelum peluit pertama dibunyikan.