← Beranda
Preview Inggris vs Norwegia: Cuaca Ekstrem Ancam Laga Babak 8 Besar Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan Opsi untuk Tunda Laga
Andre Rizal HanafiKamis, 9 Juli 2026 | 06.12 WIB
Harry Kane (kiri) dan Jude Bellingham (kanan) menjadi pencetal gol bagi Inggris saat kalahkan Meksiko di 16 besar Piala Dunia 2026, sekaligus mengukir tiga rekor baru (Instagram.com/@england)

 

JawaPos.com - Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Norwegia terancam terganggu cuaca ekstrem.

Laga yang dijadwalkan berlangsung di Miami, Amerika Serikat, Sabtu (11/7/2026) waktu setempat, berpotensi mengalami penundaan jika kondisi cuaca memburuk.

Ancaman bukan hanya datang dari badai petir yang diperkirakan melanda kawasan sekitar stadion, tetapi juga suhu udara yang sangat tinggi.

Kondisi tersebut membuat FIFA harus bersiap menerapkan protokol khusus demi menjaga keselamatan pemain, ofisial, dan para penonton.

Baca Juga: Usai Kolombia Tersingkir dibabak 16 Piala Dunia 2026, Falcao Bongkar Masalah Besar Sepak Bola Negaranya yang Dinilai Hambat Prestasi

Berdasarkan prakiraan cuaca, suhu udara saat kick-off diperkirakan mencapai 33 derajat Celsius.

Namun, tingkat kelembapan yang tinggi membuat suhu yang dirasakan tubuh bisa mencapai sekitar 44 derajat Celsius.

Situasi ini menjadi perhatian serius karena pertandingan akan dimainkan pada sore hari, saat temperatur berada di titik tertinggi.

Baca Juga: 4 Kontroversi Argentina di Piala Dunia 2026 yang Perkuat Dugaan Lionel Messi Dapat Perlakuan Istimewa dari FIFA

Selain panas ekstrem, wilayah Miami juga diprediksi diguyur hujan disertai badai petir beberapa jam setelah pertandingan dimulai. Kombinasi cuaca panas dan kelembapan tinggi dikhawatirkan meningkatkan risiko gangguan terhadap jalannya laga.

FIFA sendiri telah memiliki aturan khusus terkait pertandingan yang berlangsung dalam kondisi cuaca ekstrem.

Jika terdeteksi sambaran petir dalam radius sekitar 13 kilometer dari stadion, pertandingan wajib dihentikan sementara.

Setiap kali muncul sambaran petir baru di area tersebut, waktu penundaan akan kembali dihitung selama 30 menit.

Di sisi lain, suhu udara juga menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan.
FIFA menggunakan indikator Wet-Bulb Globe Temperature (WBGT), yakni metode pengukuran yang memperhitungkan suhu udara, kelembapan, radiasi matahari, dan kecepatan angin untuk mengetahui tingkat risiko terhadap kesehatan pemain.

Baca Juga: Jhon Arias Bongkar Penyebab Kekalahan Timnas Kolombia Lawan Swiss di 16 Besar Piala Dunia 2026

Pengukuran WBGT dilakukan sebanyak dua kali, yakni 90 menit sebelum pertandingan dimulai dan satu jam menjelang kick-off, terutama di stadion yang memiliki risiko cuaca panas dan lembap.

Apabila hasil pengukuran menunjukkan kondisi berbahaya, FIFA dapat menerapkan jeda minum wajib selama tiga menit di pertengahan masing-masing babak.

Bahkan, jika situasi dinilai mengancam keselamatan, penundaan pertandingan hingga perubahan jadwal menjadi opsi yang bisa diambil.

Baca Juga: Preview Swiss vs Argentina di Piala Dunia 2026: Manuel Akanji Tak Gentar Hadapi Lionel Messi cs

Meski demikian, penundaan bukan keputusan yang mudah. FIFA diperkirakan akan menjadikannya sebagai langkah terakhir karena perubahan jadwal berpotensi mengganggu agenda pertandingan, siaran televisi, hingga ribuan suporter yang telah merencanakan perjalanan mereka ke Miami.

Inggris sendiri bukan kali pertama menghadapi kendala cuaca selama Piala Dunia 2026. Sepanjang turnamen, skuad The Three Lions sudah dua kali mengalami penundaan pertandingan akibat badai petir yang melanda lokasi pertandingan.

Kini, Harry Kane dan rekan-rekannya kembali harus bersiap menghadapi tantangan yang berbeda.

Selain fokus menembus semifinal, mereka juga dituntut mampu beradaptasi dengan cuaca panas yang menguras stamina.

Di sisi lain, Norwegia dipastikan datang dengan kesiapan yang sama. Tim yang diperkuat Erling Haaland itu juga harus menghadapi kondisi lapangan dan cuaca yang tidak bersahabat.

Pemenang laga Inggris kontra Norwegia akan melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026 dan menghadapi pemenang pertandingan antara Argentina melawan Swiss.

Dengan cuaca yang masih sulit diprediksi hingga hari pertandingan, keputusan akhir mengenai kelayakan laga akan berada di tangan FIFA setelah melakukan pemantauan kondisi cuaca secara berkala.

Keselamatan pemain, ofisial, dan penonton tetap menjadi prioritas utama sebelum pertandingan benar-benar dimulai.

EDITOR: Banu Adikara