JawaPos.com – Cristiano Ronaldo mengakhiri upaya menjuarai Piala Dunia dalam laga ke-27. Kemarin (7/7), pemilik inisial CR7 itu gagal membawa Portugal lolos dari hadangan Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Arlington, AS.
Gol semata wayang gelandang Mikel Merino pada menit pertama injury time interval kedua (90+1’) membuyarkan asa Ronaldo. Air mata CR7 pun menandai berakhirnya petualangan bersama Selecao das Quinas –sebutan Portugal – dalam enam edisi Piala Dunia (sejak 2006).
”Sedih rasanya harus meninggalkan Piala Dunia dengan seperti ini. Tetapi, seperti yang aku bilang sebelumnya, aku sudah memberikan yang terbaik dan aku pergi dengan hati nurani yang bersih,” tutur Ronaldo seperti dikutip dari Mais Futebol.
Euro 2016 Capaian Terbaik
Bagi Ronaldo, terhenti di 16 besar Piala Dunia 2026 jadi akhir yang kurang manis. Dalam dua ajang mayor sebelumnya, Piala Dunia 2022 dan Euro 2024, Portugal selalu lolos hingga perempat final. Capaian 16 besar pun mengulang edisi Piala Dunia 2018.
Namun demikian, mantan penyerang Manchester United, Real Madrid, dan Juventus itu bersyukur petualangannya di ajang mayor pernah berbuah manis. Yaitu saat merengkuh juara Euro 2016.
”Gelar terbesarku adalah memenangi Euro 2016. Gelar itu artinya sama besar dengan Piala Dunia,” klaim CR7.
Baca Juga: Bernardo Silva Tidak Terima Selebrasi Rodri, Spanyol Bekuk Portugal di Piala Dunia 2026
Belum Putuskan Gantung Sepatu
Terhitung per kemarin, usia Ronaldo menginjak 41 tahun, 5 bulan, dan 1 hari. Sebulan dan delapan hari lebih lama dibandingkan rekannya saat memutuskan gantung sepatu, Pepe. Keputusan CR7 menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai Piala Dunia terakhir pun bukan berarti dia pensiun di timnas.
Menurut Ronaldo, keputusan pensiun dari sepak bola lebih sulit jika dibandingkan keputusannya memainkan Piala Dunia terakhirnya pada tahun ini. ”Aku tidak ingin memutuskannya ketika emosiku sedang ada di puncak,” ucapnya.
”Aku rasa aku masih punya banyak waktu untuk memikirkannya, merenungkannya, berbicara dengan keluargaku, dan tidak membiarkan perhatianku teralihkan dari performa Portugal karena situasi pribadiku saat ini,” tambah pemilik 233 caps dan 146 gol tersebut.
Tantangan Selecao das Quinas
Selama dua dekade, Ronaldo selalu menghiasi Portugal saat ajang Piala Dunia. Mulai Piala Dunia 2030, saat berstatus tuan rumah, Selecao das Quinas akan berjuang tanpa CR7. Bek kanan Portugal Nelson Semedo meyakini, warisan CR7 akan menjawab tantangan tersebut.
”Kita punya generasi juara Euro 2016, lalu Nations League 2019, dan kembali juara (Nations League) 2025. Aku rasa, ini hanya tentang percaya pada diri kami sendiri karena kami sudah menunjukkan bahwa kami mempunyai banyak potensi,” tutur bek 32 tahun asal Fenerbahce tersebut.
Pergi Bukan dengan Capaian Tertinggi
Ronaldo meninggalkan Piala Dunia tidak dengan statistik terbaik selama kapten Portugal itu berpartisipasi dalam enam edisi ajang sepak bola sejagat tersebut.
PIALA DUNIA 2026
Laga: 4
Gol: 3
umpan gol: 0
Gol per laga: 0,75
Capaian akhir: 16 besar
PIALA DUNIA 2022
Laga: 5
Gol: 1
Umpan gol: 0
Gol per laga: 0,2
Capaian akhir: Perempat final
PIALA DUNIA 2018
Laga: 4
Gol: 4
Umpan gol: 0
Gol per laga: 1
Capaian akhir: 16 besar
PIALA DUNIA 2014
Laga: 3
Gol: 1
Umpan gol: 1
Gol per laga: 0,33
Capaian akhir: Fase grup
PIALA DUNIA 2010
Laga: 4
Gol: 1
Umpan gol: 1
Gol per laga: 0,25
Capaian akhir: 16 besar
PIALA DUNIA 2006
Laga: 6
Gol: 1
Umpan gol: 0
Gol per laga: 0,16
Capaian akhir: Peringkat keempat
PORTUGAL SEBELUM ERA CR7
- Peringkat ketiga Piala Dunia 1966
- Semifinalis Euro 1984
- Semifinalis Euro 2000
PORTUGAL SETELAH ERA CR7
- Juara Euro 2016
- Juara UEFA Nations League 2018–2019
- Juara UEFA Nations League 2024–2025
- Runner-up Euro 2004
- Peringkat ketiga Piala Konfederasi 2017