← Beranda
Marquinhos Tidak Percaya Brasil Tumbang di Tangan Norwegia, Utarakan Harapan untuk Tim Samba Masa Depan
Antonius Oskarianto AdurSelasa, 7 Juli 2026 | 04.33 WIB
Kapten timnas Brasil Marquinhos. (Dok. Marquinhos)

 

JawaPos.com - Marquinhos memiliki harapan untuk tim nasional Brasil setelah dikalahkan Norwegia di laga 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berakhir dengan skor 1-2 tersebut dimainkan di MetLife Stadium, Senin (6/7).

Usai dikalahkan Norwegia, Marquinhos tidak percaya bahwa timnya akan kalah. Kapten timnas Brasil tersebut menilai tim lawan melakukan hal mustahil dengan berhasil mencetak dua gol.

"Kami tidak percaya apa yang terjadi. Norwegia membuktikan bahwa mereka mampu melakukan hal yang mustahil dan berhasil mencetak dua gol," kata Marquinhos kepada Bein Sports yang dikutip laman Fil Goal, Senin (6/7).

Baca Juga: Modal Jegal Erling Haaland! Anthony Gordon Bongkar Mentalitas 10 Pemain Inggris Usai Tumbangkan Meksiko di Azteca

Melibatkan pemain muda menjadi harapan Marquinhos bagi skuad Brasil di masa depan. Bersama para pemain tersebut, masyarakat Brasil perlu untuk bersabar merasakan prestasi.

"Pemain muda perlu dilibatkan untuk mengenakan seragam Brasil di pertandingan mendatang, dan saya meminta dukungan dan kesabaran untuk mereka," jelas Marquinhos.

Banyak pelajaran yang didapatkan timnas Brasil setelah kalah dari Norwegia. Di Piala Dunia 2030, Marquinhos berharap Tim Samba bisa mendulang kesuksesan.

Baca Juga: Prediksi Skor Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Diunggulkan Kalahkan Cristiano Ronaldo Cs

"Kami mencoba melakukan pekerjaan kami sebaik mungkin, dan hari ini kami harus belajar dari pelajaran ini, dan saya berharap kesuksesan bagi siapa pun yang mewakili Brasil di masa depan. Kita punya empat tahun kerja di depan kita untuk mengembalikan Brasil ke puncak lagi," pungkas bek PSG tersebut.

Secara statistik, Marquinhos bermain cukup tangguh di lini belakang saat menghadapi para penyerang Norwegia. Melansir Fotmob, bek 32 tahun tersebut melakukan satu tekel, satu sapuan, dan dua intersepsi.

EDITOR: Banu Adikara