JawaPos.com - Kylian Mbappe kembali menjadi pusat perhatian pada Piala Dunia 2026. Bukan semata karena gol penaltinya yang memastikan kemenangan timnas Prancis atas Paraguay di babak 16 besar, melainkan sikapnya setelah pertandingan yang memicu kontroversi dan menuai kritik dari sejumlah pihak.
Timnas Prancis mengamankan tiket ke perempat final piala dunia setelah menang tipis 1-0 atas Paraguay dalam laga yang berlangsung sengit. Sepanjang pertandingan, kedua tim terlibat duel keras dengan tensi tinggi, sementara Kylian Mbappe menjadi penentu kemenangan Les Bleus melalui eksekusi penalti.
Namun, sorotan justru muncul setelah peluit panjang dibunyikan. Kiper Paraguay Orlando Gill berusaha menghampiri kapten timnas Prancis Kylian Mbappe untuk memberikan salam dan berjabat tangan sebagai bentuk sportivitas.
Akan tetapi, penyerang berusia 27 tahun itu memilih mengabaikan uluran tangan sang kiper dan tetap melanjutkan selebrasi bersama rekan-rekannya. Momen tersebut dengan cepat menjadi perbincangan di media sosial dan mendapat perhatian luas dari media internasional.
Banyak pihak menilai tindakan Mbappe kurang menunjukkan rasa hormat kepada lawan yang telah memberikan perlawanan sepanjang pertandingan. Salah satu kritik paling keras datang dari legenda Timnas Argentina Sergio Goycochea.
Mantan penjaga gawang yang membawa Argentina menjadi finalis Piala Dunia 1990 itu menilai sikap Mbappe tidak mencerminkan sportivitas seorang pemain bintang. Dalam siaran DSports, Goycochea mengaku kecewa melihat respons Mbappe setelah pertandingan usai.
"Semua yang dilakukan Mbappé setelah pertandingan itu sangat disayangkan. Anda sudah menang, tidak perlu menunjukkan sikap seperti itu," ujar Goycochea.
Tak berhenti sampai di situ, pria yang juga pernah memperkuat klub Paraguay Cerro Porteño, itu melontarkan peringatan kepada kapten Prancis tersebut. "Kalau terus bersikap seperti itu, jangan mengeluh kalau suatu hari ada pemain yang menendang lututmu," kata dia.
Pernyataan Goycochea langsung menjadi sorotan di berbagai media Amerika Selatan. Banyak pendukung Paraguay yang menilai komentar tersebut mewakili rasa kecewa mereka terhadap sikap Mbappe seusai pertandingan.
Atmosfer panas sebenarnya sudah terasa sejak laga masih berlangsung. Duel antara Prancis dan Paraguay diwarnai beberapa benturan fisik, adu argumen antarpemain, hingga insiden yang tidak seluruhnya tertangkap kamera siaran resmi.
Situasi semakin memanas setelah pertandingan berakhir. Orlando Gill dikabarkan sempat melempar bola ke arah Mbappe sebagai respons atas selebrasi yang dianggap berlebihan.
Beruntung, staf pelatih dan ofisial kedua tim segera turun tangan sehingga keributan tidak berkembang menjadi bentrokan yang lebih besar. Di sisi lain, Mbappe juga memberikan komentarnya kepada media usai pertandingan.
Dia menilai permainan Paraguay memang berlangsung keras sejak menit awal sehingga Prancis harus merespons dengan pendekatan yang sama. "Mereka mengira kami akan datang hanya untuk memainkan sepak bola yang indah. Kami juga tahu bagaimana bermain keras," ujar Mbappe.
Ucapan tersebut kembali memancing perdebatan di kalangan pecinta sepak bola. Sebagian mendukung sikap Mbappe yang dianggap menunjukkan mental kompetitif, sementara yang lain menilai pernyataannya justru memperkeruh suasana setelah pertandingan.
Terlepas dari kontroversi yang terjadi, kemenangan atas Paraguay memastikan Prancis tetap menjaga asa untuk meraih gelar juara Piala Dunia 2026. Namun, perhatian publik kini tidak hanya tertuju pada performa Les Bleus di lapangan, melainkan juga sikap para pemainnya dalam menghadapi lawan di tengah panasnya persaingan menuju gelar juara.