← Beranda
30 Pelanggaran Tanpa Kartu Kuning! Rayan Cherki Minta FIFA Selidiki Wasit di Laga Prancis vs Paraguay
M Shofyan Dwi KurniawanSenin, 6 Juli 2026 | 19.15 WIB
Rayan Cherki mengkritik keras kepemimpinan wasit Ilgiz Tantashev usai Prancis mengalahkan Paraguay. Ia bahkan meminta FIFA menyoroti keputusan wasit yang dinilai merugikan Les Bleus. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Rayan Cherki melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit Ilgiz Tantashev setelah Prancis mengalahkan Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Gelandang serang Les Bleus itu menilai banyak pelanggaran keras dari Paraguay dibiarkan begitu saja tanpa hukuman.

Meski Prancis akhirnya menang berkat gol tunggal Kylian Mbappé, jalannya pertandingan diwarnai kontroversi akibat keputusan-keputusan sang pengadil lapangan.

Baca Juga: FIFA Tangguhkan Sanksi Falorin Balogun, Pelatih Belgia Marah: Ini Seperti April Mop!

Cherki Soroti Minimnya Kartu untuk Paraguay

Melansir Give Me Sport, Cherki, yang masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Ousmane Dembélé pada babak kedua, mengaku heran melihat kerasnya permainan Paraguay tidak berujung kartu kuning.

"Saya tidak tahu Paraguay bisa melakukan 30 pelanggaran tanpa mendapat kartu kuning."

Kekecewaan kubu Prancis semakin besar karena justru tiga pemain mereka yakni: Bradley Barcola, Manu Kone, dan Michael Olise yang menerima kartu kuning. Sementara tak satu pun pemain Paraguay dihukum dengan kartu.

Salah satu insiden yang paling banyak diperdebatkan adalah aksi gelandang Matías Galarza yang beberapa kali melakukan pelanggaran tetapi tetap lolos tanpa peringatan.

Cherki menegaskan pertandingan tersebut menunjukkan bahwa Prancis bukan hanya mampu bermain indah, tetapi juga siap menghadapi permainan fisik.

"Hari ini kami mengingatkan semua orang bahwa tim Prancis bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang siapa pun yang ingin melawan kami, inilah yang harus Anda persiapkan."

Baca Juga: Michael Olise Pimpin Daftar Assist Terbanyak di Piala Dunia 2026

Suporter Desak FIFA Evaluasi Kepemimpinan Wasit

Penampilan Ilgiz Tantashev langsung menjadi sasaran kritik di media sosial. Banyak pendukung menilai sang wasit kehilangan kendali atas pertandingan dan meminta FIFA mengevaluasi bahkan menyelidiki performanya.

Sejumlah komentar menyebut laga tersebut sebagai salah satu contoh kepemimpinan wasit terburuk di turnamen ini, terutama karena perbedaan standar dalam pemberian kartu kepada kedua tim.

Mantan kiper Inggris, Joe Hart, juga ikut mengkritik keputusan-keputusan Tantashev saat menjadi analis pertandingan.

Ia menyebut kepemimpinan wasit tersebut sebagai "aib yang mutlak" dan mengaku tidak ingin melihat sebuah pertandingan dikendalikan dengan cara seperti itu.

Prancis Bersiap Hadapi Maroko

Terlepas dari kontroversi tersebut, Prancis berhasil mengamankan tiket ke perempat final. Les Bleus kini akan menghadapi Maroko, yang sebelumnya menyingkirkan tuan rumah Kanada dengan kemenangan meyakinkan.

Laga itu juga menjadi ulangan duel semifinal Piala Dunia 2022, ketika Prancis sukses mengalahkan Atlas Lions untuk melaju ke partai puncak.

EDITOR: Banu Adikara