JawaPos.com - Meksiko akan menghadapi tantangan terbesar mereka sejauh ini saat berjumpa Inggris pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan berlangsung di Stadion Azteca, Mexico City, Senin (6/7) pukul 07.00 WIB, diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase gugur karena mempertemukan tim tuan rumah dengan salah satu unggulan Eropa.
Bermain di depan puluhan ribu pendukung sendiri jelas menjadi keuntungan bagi Meksiko saat melawan timnas Inggris di piala dunia. Selain dukungan suporter fanatik, faktor ketinggian Mexico City juga diperkirakan memberi tantangan tersendiri bagi para pemain Inggris yang tidak terbiasa bermain di atas 2.000 meter dari permukaan laut.
Meski demikian, timnas Inggris datang dengan modal yang tidak kalah meyakinkan. Skuad asuhan Thomas Tuchel menunjukkan karakter kuat saat melewati babak penyisihan pia adunia sebelum bertemu Meksiko.
Baca Juga: Bukan Keajaiban! Begini Proyek 17 Tahun yang Ubah Maroko Jadi Raksasa Baru Sepak Bola Dunia
Timnas Inggris berhasil mengalahkan Republik Demokratik Kongo dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga menit-menit akhir. Kapten tim Harry Kane kembali menjadi sosok pembeda.
Striker berpengalaman itu mencetak gol penentu kemenangan dan sekali lagi membuktikan diri masih menjadi andalan utama The Three Lions di turnamen besar. Ketajamannya akan menjadi senjata utama Inggris saat menghadapi lini pertahanan Meksiko yang sejauh ini tampil sangat disiplin.
Di sisi lain, Meksiko tengah menikmati performa impresif sepanjang Piala Dunia 2026. El Tri berhasil menyapu bersih seluruh pertandingan yang telah dijalani dengan kemenangan tanpa sekalipun kebobolan.
Catatan tersebut menjadi bukti bahwa mereka tidak hanya kuat dalam menyerang, tetapi juga memiliki organisasi pertahanan yang sangat solid. Pada babak 32 besar, Meksiko sukses menyingkirkan Ekuador dengan skor 2-0.
Sebelumnya mereka juga mengalahkan Republik Ceko, Korea Selatan, Afrika Selatan, dalam rangkaian pertandingan yang menunjukkan konsistensi permainan. Lini depan Meksiko juga sedang berada dalam kondisi terbaik.
Raul Jimenez kembali menemukan ketajamannya setelah mencetak gol penting di fase gugur. Pengalaman striker senior tersebut dipadukan dengan kecepatan serta kreativitas Julian Quinones yang menjadi salah satu pemain paling berbahaya sepanjang turnamen.
Kolaborasi keduanya diperkirakan kembali menjadi tumpuan Javier Aguirre untuk membongkar pertahanan Inggris. Meksiko kemungkinan tetap mengandalkan permainan cepat dari sisi sayap sebelum mengirim bola ke area penalti yang menjadi kekuatan utama Jimenez.
Inggris sendiri diprediksi tetap menggunakan pola permainan yang mengandalkan keseimbangan antara lini tengah dan serangan. Declan Rice akan menjadi pengatur ritme permainan bersama Elliot Anderson, sementara Jude Bellingham diberi kebebasan bergerak di belakang Harry Kane.
Kecepatan Bukayo Saka dan Anthony Gordon di kedua sisi lapangan juga menjadi ancaman serius bagi pertahanan Meksiko. Jika kedua pemain sayap itu mampu memanfaatkan ruang yang tersedia, Inggris memiliki peluang besar menciptakan banyak peluang berbahaya.
Baca Juga: Jelang Duel 16 Besar Piala Dunia 2026, Hotel Timnas Inggris Bocor, Guardia Nacional Turun Tangan
Secara kualitas individu, Inggris memang sedikit lebih unggul. Hampir di setiap lini mereka memiliki pemain yang terbiasa tampil di kompetisi elite Eropa.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi seperti babak gugur Piala Dunia.
Namun Meksiko memiliki keunggulan yang tidak bisa diabaikan. Bermain di Stadion Azteca selalu memberikan energi tambahan bagi El Tri. Atmosfer yang diciptakan para pendukung kerap membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan, terutama pada menit-menit awal pertandingan.
Faktor adaptasi terhadap kondisi cuaca dan ketinggian juga diyakini menjadi keuntungan bagi tim tuan rumah. Jika mampu menekan sejak awal laga, Meksiko berpeluang memaksa Inggris bermain di luar ritme terbaik mereka.
Melihat rekor pertemuan, Inggris memang lebih dominan. Dalam empat pertemuan terakhir, The Three Lions selalu mampu mengalahkan Meksiko. Mereka pernah menang 3-1 pada laga uji coba pada 2010, kemudian 4-0 pada 2001, 2-0 pada 1997, serta 2-0 di Piala Dunia 1966.
Meski demikian, sejarah tidak selalu menjadi jaminan di turnamen sebesar Piala Dunia. Performa Meksiko sepanjang kompetisi kali ini menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan sebagai salah satu kandidat kejutan.
Kemungkinan pertandingan akan berlangsung cukup ketat. Meksiko diprediksi bermain agresif sejak menit awal untuk memanfaatkan dukungan suporter, sedangkan Inggris kemungkinan lebih memilih menguasai bola sambil menunggu celah melalui kombinasi Bellingham, Saka, dan Kane.
Pergantian pemain juga bisa menjadi faktor pembeda pada babak kedua. Inggris memiliki kedalaman skuad yang lebih merata sehingga Thomas Tuchel memiliki lebih banyak opsi untuk mengubah jalannya pertandingan jika diperlukan.
Di sisi lain, Javier Aguirre tentu berharap para pemain intinya mampu menjaga intensitas permainan hingga akhir laga. Konsentrasi di lini belakang menjadi kunci mengingat Inggris memiliki kemampuan mencetak gol dari berbagai situasi, baik melalui permainan terbuka maupun bola mati.
Laga ini diprediksi berlangsung sengit dengan tempo tinggi sejak awal. Meksiko diyakini mampu memberikan perlawanan berarti, tetapi pengalaman serta kualitas individu para pemain Inggris diperkirakan menjadi faktor yang menentukan hasil akhir.
Apabila Harry Kane dan Jude Bellingham mampu tampil sesuai ekspektasi, peluang Inggris untuk mengamankan tiket ke babak perempat final terbuka cukup lebar. Sebaliknya, Meksiko harus memanfaatkan setiap peluang yang dimiliki jika ingin melanjutkan perjalanan bersejarah mereka di hadapan publik sendiri.
Prediksi akhir mengarah pada kemenangan tipis Inggris dengan skor 2-1, meski Meksiko diyakini akan membuat pertandingan berlangsung jauh lebih sulit dibanding yang diperkirakan banyak pihak.