← Beranda
Bukan Keajaiban! Begini Proyek 17 Tahun yang Ubah Maroko Jadi Raksasa Baru Sepak Bola Dunia
Andre Rizal HanafiSenin, 6 Juli 2026 | 00.43 WIB
Skuad timnas Maroko. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Maroko kembali menunjukkan konsistensi di panggung sepak bola dunia dengan melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Hasil tersebut melanjutkan tren positif yang sudah mereka bangun sejak tampil mengejutkan hingga semifinal Piala Dunia 2022.

Bagi sebagian orang, pencapaian Maroko di piala dunia mungkin terlihat sebagai kejutan. Namun jika melihat perjalanan mereka selama hampir dua dekade terakhir, keberhasilan tersebut justru merupakan buah dari perencanaan jangka panjang yang dijalankan secara konsisten.

Transformasi sepak bola Maroko dimulai pada 2009 ketika Raja Mohammed VI meluncurkan proyek pembangunan Akademi Sepak Bola Mohammed VI. Pemerintah menggelontorkan investasi lebih dari 65 juta dolar AS untuk membangun pusat pengembangan pemain muda dengan fasilitas modern yang dirancang mengikuti standar terbaik dunia.

Baca Juga: Diperkuat Mayoritas Pemain Liga Domestik, Timnas Mesir Cetak Sejarah Tembus Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Akademi tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun regenerasi pemain. Tidak hanya menyediakan fasilitas latihan, Maroko juga membentuk jaringan pencari bakat yang menjangkau berbagai daerah untuk menemukan anak-anak berbakat sejak usia enam hingga tujuh tahun.

Salah satu hasil nyata dari sistem tersebut adalah lahirnya gelandang Azzedine Ounahi yang kini menjadi pemain penting bagi tim nasional Maroko. Namun pembangunan akademi hanyalah satu bagian dari proyek besar tersebut.

Federasi Sepak Bola Maroko juga aktif mendekati pemain keturunan Maroko yang lahir dan berkembang di berbagai negara Eropa. Pendekatan yang dilakukan bukan sekadar menawarkan kesempatan bermain, tetapi juga membangun rasa memiliki terhadap negara asal keluarga mereka.

Baca Juga: Jelang Duel 16 Besar Piala Dunia 2026, Hotel Timnas Inggris Bocor, Guardia Nacional Turun Tangan

Strategi itu berhasil menghadirkan sejumlah pemain berkualitas seperti Achraf Hakimi, Brahim Diaz, hingga beberapa nama lain yang kini menjadi tulang punggung tim nasional. Kombinasi antara pembinaan pemain lokal dan keberhasilan merangkul diaspora membuat kualitas skuad Maroko meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Hasilnya pun mulai terlihat di berbagai ajang internasional. Maroko mencatat sejarah dengan mencapai semifinal Piala Dunia 2022, meraih medali perunggu Olimpiade 2024, menjuarai Piala Dunia U-20 2025, menjadi runner-up Piala Afrika 2026, dan kini kembali menembus babak delapan besar Piala Dunia 2026.

Deretan prestasi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan Maroko bukanlah hasil keberuntungan sesaat, melainkan dampak dari investasi yang dilakukan secara berkelanjutan terhadap pembinaan usia muda, infrastruktur, dan pengembangan sumber daya manusia.

Kisah Maroko menjadi bukti bahwa pembangunan sepak bola membutuhkan kesabaran, visi jangka panjang, serta komitmen dari berbagai pihak. Ketika investasi difokuskan pada sistem yang tepat, hasil besar memang tidak datang dalam semalam, tetapi perlahan tumbuh hingga mampu mengubah sebuah negara menjadi salah satu kekuatan baru di sepak bola dunia.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah