JawaPos.com - Timnas Argentina bersiap menghadapi Tanjung Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 dalam pertandingan yang berlangsung Sabtu (4/7) dini hari WIB. Laga ini menjadi awal perjalanan tim asuhan Lionel Scaloni di fase gugur setelah tampil impresif sepanjang babak penyisihan grup.
La Albiceleste datang dengan modal yang sangat meyakinkan. Timnas Argentina menyapu bersih seluruh pertandingan fase grup piala dunia dan menunjukkan keseimbangan permainan di setiap lini.
Produktivitas lini depan menjadi salah satu kekuatan utama timnas Argentina, terutama berkat ketajaman Lionel Messi yang sudah mengoleksi enam gol sepanjang turnamen. Kembalinya Messi ke susunan pemain utama menjadi kabar positif bagi Argentina.
Setelah sempat dirotasi pada laga terakhir fase grup, sang kapten diperkirakan langsung memimpin lini serang bersama Julian Alvarez. Kombinasi keduanya menjadi senjata utama yang diharapkan mampu membongkar pertahanan Tanjung Verde sejak menit awal.
Julian Alvarez juga diprediksi tampil sejak awal setelah kondisinya semakin membaik usai mengalami masalah pada pergelangan kaki. Kehadirannya memberikan variasi serangan karena memiliki mobilitas tinggi, mampu membuka ruang, sekaligus menjadi penyelesai peluang yang efektif.
Di sektor tengah, Argentina masih akan mengandalkan trio Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister. Ketiganya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan permainan.
De Paul dikenal sebagai motor permainan yang agresif, sementara Enzo Fernandez menjadi pengatur tempo sekaligus penghubung antara lini tengah dan lini depan. Mac Allister melengkapi kombinasi tersebut dengan kemampuan membaca ruang dan membantu serangan dari lini kedua.
Pada sisi sayap kiri, Thiago Almada diperkirakan tetap mendapatkan kepercayaan. Penampilannya selama fase grup dinilai cukup konsisten sehingga berpeluang kembali mengisi posisi tersebut.
Kehadiran Almada juga membuat serangan Argentina lebih dinamis karena mampu bergerak melebar maupun masuk ke area tengah. Di lini belakang, Cristian Romero diprediksi kembali tampil setelah pulih dari masalah ringan pada lututnya.
Bek Tottenham itu kemungkinan berduet dengan Lisandro Martinez di jantung pertahanan. Sementara Nahuel Molina dan Facundo Medina akan mengisi posisi bek kanan dan kiri.
Emiliano Martinez tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar. Pengalaman dan ketenangannya pada pertandingan-pertandingan besar membuat Argentina memiliki rasa percaya diri lebih saat memasuki fase gugur.
Sementara itu, Tanjung Verde datang sebagai salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Bubista berhasil melangkah ke fase gugur setelah finis sebagai runner-up grup dengan catatan yang cukup mengesankan.
Mereka mampu menahan imbang sejumlah lawan kuat dan menunjukkan organisasi permainan yang disiplin. Kekuatan utama Tanjung Verde terletak pada pertahanan yang solid serta transisi menyerang yang cepat. Selama fase grup mereka tidak mudah ditembus lawan dan mampu memanfaatkan setiap peluang serangan balik dengan efektif.
Di lini depan, Dailon Livramento diprediksi kembali dipercaya sebagai ujung tombak. Meski belum mencetak gol selama turnamen, kecepatan dan pergerakannya tetap menjadi ancaman bagi lini belakang Argentina.
Dia akan mendapat dukungan dari Ryan Mendes dan Wily Semedo yang memiliki kemampuan menusuk dari kedua sisi lapangan. Ryan Mendes tetap menjadi sosok penting dalam permainan Tanjung Verde. Pengalaman sang kapten di level internasional diharapkan mampu membantu tim menghadapi tekanan besar saat melawan salah satu kandidat juara dunia.
Lini tengah Tanjung Verde kemungkinan kembali diisi Deroy Duarte, Pina, dan Monteiro. Ketiganya memiliki tugas utama memutus aliran bola Argentina sekaligus menjaga keseimbangan permainan ketika tim kehilangan penguasaan bola.
Di sektor pertahanan, Bubista diperkirakan tidak melakukan banyak perubahan. Vozinha tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang dengan empat bek yang terdiri dari Moreira, Lopes, Borges, dan Cabral.
Jika melihat kualitas skuad, Argentina jelas lebih diunggulkan. Hampir di setiap lini mereka memiliki pemain yang tampil reguler di kompetisi elite Eropa. Pengalaman bermain dalam pertandingan besar juga menjadi nilai tambah yang sulit disaingi Tanjung Verde.
Baca Juga: Napoli Tunjuk Massimiliano Allegri Sebagai Pelatih hingga 2029
Meski demikian, Argentina tetap tidak boleh menganggap remeh lawan. Tanjung Verde telah membuktikan mampu menyulitkan sejumlah tim kuat pada fase grup melalui permainan bertahan yang disiplin dan organisasi tim yang rapi.
Kunci kemenangan Argentina kemungkinan berada pada efektivitas mereka dalam membongkar pertahanan rapat Tanjung Verde. Pergerakan Messi yang sering turun menjemput bola diperkirakan akan membuka ruang bagi Julian Alvarez maupun pemain lini kedua untuk masuk ke kotak penalti.
Sebaliknya, Tanjung Verde diperkirakan lebih banyak menunggu di area pertahanan sendiri sambil mencari peluang melalui serangan balik cepat. Strategi tersebut cukup masuk akal mengingat mereka akan menghadapi tim yang diprediksi menguasai jalannya pertandingan.
Apabila Argentina mampu mencetak gol lebih dulu, pertandingan kemungkinan akan berjalan sesuai ritme yang mereka inginkan. Namun jika Tanjung Verde berhasil mempertahankan kedudukan hingga memasuki babak kedua, tekanan justru bisa berbalik menghampiri tim favorit tersebut.
Baca Juga: Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi susunan pemain
Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Facundo Medina; Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Thiago Almada; Lionel Messi, Julian Alvarez.
Tanjung Verde (4-3-3): Vozinha; Moreira, Lopes, Borges, Cabral; Pina, Deroy Duarte, Monteiro; Ryan Mendes, Dailon Livramento, Wily Semedo.
Melihat performa sepanjang turnamen, kedalaman skuad, serta pengalaman para pemain, Argentina memiliki peluang besar untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar. Namun Tanjung Verde sudah membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang mudah ditaklukkan.
Pertandingan diperkirakan berlangsung menarik dengan Argentina lebih dominan dalam penguasaan bola. Sementara Cape Verde mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik cepat untuk menciptakan kejutan.