JawaPos.com - Declan Rice mengaku tidak nyaman saat harus dimainkan sebagai bek kanan dalam kemenangan dramatis Inggris 2-1 atas DR Kongo di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Gelandang Arsenal itu bahkan menyebut 12 menit terakhir yang ia jalani di posisi tersebut sebagai periode paling sulit sepanjang pertandingan.
Perubahan posisi itu dilakukan pelatih Thomas Tuchel setelah Inggris tertinggal 1-0 dan membutuhkan tambahan pemain menyerang untuk mengejar ketertinggalan. Pergantian tersebut akhirnya berbuah manis dengan dua gol Harry Kane yang membawa The Three Lions lolos ke babak 16 besar.
Sebut 12 Menit Tersulit
Melansir ESPN, Rice mengaku memahami tugas sebagai bek kanan karena beberapa kali pernah mengisi posisi tersebut di level klub. Namun, ia menegaskan bahwa posisi itu bukanlah tempat terbaik baginya.
"Itu mungkin 12 menit tersulit dalam pertandingan saat saya bermain sebagai bek kanan."
Menurut Rice, pertandingan berubah menjadi sangat terbuka sehingga membuat tugas pemain bertahan semakin berat.
"Dalam pertandingan seperti itu, terkadang terlalu mirip pertandingan bola basket, saling serang, dan kami harus meredam intensitasnya karena mereka memiliki pemain sayap yang cepat. Saya rasa kami terlalu bersusah payah."
Meski begitu, ia tetap siap menjalankan apa pun yang diminta pelatih.
"Saya sudah bermain di posisi itu dua atau tiga kali musim ini, saya tahu perannya, mungkin itu bukan kekuatan terbesar saya, tetapi saya akan melakukan apa pun untuk tim dan manajer."
Rice merasa dirinya mampu menjalankan tugas dengan cukup baik, tetapi berharap eksperimen tersebut tidak perlu diulangi.
"Dengan 12 menit tersisa, saya mengatakan akan melakukan yang terbaik dan saya rasa saya melakukannya dengan baik."
"Mari kita lihat apa yang terjadi di pertandingan berikutnya, tetapi semoga saya tidak harus bermain sebagai bek kanan."
Shearer Nilai Tuchel Punya Opsi Menarik
Mantan striker Inggris Alan Shearer justru menilai keputusan Tuchel layak dipertimbangkan kembali.
Menurutnya, Rice memberi kualitas tambahan di sisi kanan yang sebelumnya tidak terlihat.
"Menempatkan Rice di posisi bek kanan berhasil karena dialah yang maju ke depan dan berperan dalam terciptanya gol tersebut."
Ia bahkan menyebut Tuchel kini memiliki bahan pertimbangan baru menjelang laga berikutnya.
"Dia harus membuat keputusan apakah dia akan mempertimbangkan untuk menempatkan Declan Rice di posisi bek kanan."
Baca Juga: Era Baru Jerman? Bastian Schweinsteiger Yakin Jurgen Klopp Jadi Jawaban usai Piala Dunia 2026
Rooney Soroti Absennya Bek Kanan Berpengalaman
Sementara itu, Wayne Rooney menilai masalah di sektor kanan sebenarnya bisa diantisipasi lebih awal.
Ia mempertanyakan keputusan Tuchel yang tidak memanggil bek senior setelah Tino Livramento mengalami cedera.
Menurut Rooney, Kyle Walker seharusnya dihubungi untuk kembali memperkuat tim nasional.
"Saat Livramento cedera, saya rasa dia seharusnya langsung menghubungi Kyle Walker."
"Kyle lebih dari cukup bagus dan lebih dari mampu bermain di timnas Inggris ini."
Rooney juga mengkritik penampilan Djed Spence yang menjadi starter saat menghadapi DR Kongo.
"Saya tidak akan memainkannya, saya rasa dia bermain buruk."
Richards: Rice Lebih Penting di Lini Tengah
Pandangan berbeda disampaikan mantan bek Inggris Micah Richards.
Ia menilai memindahkan Rice ke bek kanan justru akan mengurangi kekuatan Inggris di lini tengah.
"Jika Anda ingin menempatkan Rice sebagai bek kanan, Anda akan kehilangan kecepatan dan kekuatannya di lini tengah."
Menurut Richards, menghadapi Meksiko di babak 16 besar akan membutuhkan energi Rice di sektor tengah, terutama karena pertandingan dimainkan di dataran tinggi.
Sebagai solusi, Richards mengusulkan Ezri Konsa dimainkan di posisi bek kanan, sementara John Stones berduet dengan Marc Guéhi di jantung pertahanan.
Kini, keputusan ada di tangan Thomas Tuchel. Apakah Rice akan kembali dimainkan di posisi daruratnya, atau Inggris menemukan solusi baru untuk mengatasi krisis bek kanan jelang duel berat melawan Meksiko.