JawaPos.com — Marc Cucurella langsung menunjukkan kualitasnya bersama Timnas Spanyol dengan berperan dalam tiga gol saat mengalahkan Austria 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Inglewood, Jumat (3/7/2026) dini hari WIB.
Penampilan impresif bek kiri yang baru bergabung dengan Real Madrid itu menjadi salah satu faktor utama keberhasilan La Furia Roja melaju ke babak 16 besar.
Spanyol tampil dominan sepanjang pertandingan dan membuat Austria kesulitan mengembangkan permainan.
Mikel Oyarzabal mencetak dua gol, sedangkan satu gol lainnya disumbangkan Pedro Porro untuk memastikan langkah tim asuhan Luis de la Fuente ke fase berikutnya.
Baca Juga: Mikel Oyarzabal Gacor! Bintang Spanyol Ramaikan Perburuan Golden Boot Piala Dunia 2026
Bagaimana Marc Cucurella Menguasai Sisi Kiri Spanyol?
Marc Cucurella menjadi motor serangan Spanyol dari sektor kiri sejak menit-menit awal pertandingan. Pergerakannya yang agresif terus merepotkan pertahanan Austria hingga menciptakan banyak peluang berbahaya.
Bek berusia 27 tahun itu sebenarnya sempat mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-29.
Namun, wasit asal Swedia Glenn Nyberg menganulir gol tersebut setelah menilai terjadi pelanggaran terhadap kiper Alexander Schlager dalam proses terciptanya gol.
Kegagalan itu tidak membuat Cucurella kehilangan kepercayaan diri. Ia justru tampil semakin aktif membantu serangan dan terus memberikan ancaman melalui kombinasi umpan pendek maupun tusukan dari sisi kiri.
Kontribusi pertamanya datang ketika mengirim umpan datar dari sisi kiri yang sukses diselesaikan Mikel Oyarzabal menjadi gol pembuka Spanyol. Gol tersebut menjadi koleksi ketiga Oyarzabal sepanjang Piala Dunia 2026.
Mengapa Cucurella Terlibat dalam Seluruh Gol Spanyol?
Performa Cucurella semakin menonjol karena ia ikut berperan dalam seluruh proses terciptanya tiga gol Spanyol. Dua di antaranya bahkan tercatat resmi sebagai assist.
Assist kedua lahir pada gol ketiga Spanyol. Dari area pertahanan sendiri, Cucurella melepaskan umpan terobosan akurat yang langsung disambut Oyarzabal sebelum menaklukkan Alexander Schlager untuk kedua kalinya.
Kontribusinya juga terlihat jelas pada gol kedua yang dicetak Pedro Porro. Meski tidak masuk statistik sebagai pemberi assist, Cucurella mengawali serangan melalui umpan terobosan kepada Alex Baena.
Baena kemudian mengirim umpan silang ke kotak penalti yang disambut sundulan Pedro Porro menjadi gol kedua Spanyol.
Rangkaian serangan tersebut menunjukkan visi bermain Cucurella dalam membangun peluang dari lini belakang.
Pergerakan tanpa bola yang dilakukan Cucurella juga membuka ruang bagi rekan-rekannya. Austria beberapa kali gagal menutup jalur umpan karena fokus menghentikan akselerasi bek kiri tersebut.
Statistik Marc Cucurella Semakin Menegaskan Performa Gemilang
Performa Cucurella tidak hanya terlihat dari kontribusinya terhadap gol. Statistik pertandingan menunjukkan betapa penting perannya sepanjang 90 menit.
Ia mencatat akurasi operan mencapai 92 persen. Seluruh umpan silangnya juga tepat sasaran sehingga mampu menjaga tekanan Spanyol sepanjang pertandingan.
Dalam aspek bertahan, Cucurella memenangi dua duel penting dan disiplin menjaga area kirinya.
Austria hampir tidak memiliki peluang berbahaya dari sektor tersebut karena koordinasinya bersama lini belakang berjalan sangat baik.
Bek kiri itu juga bermain penuh selama 90 menit. Bersama Pau Cubarsi, Cucurella menjadi satu-satunya pemain nonkiper Spanyol yang selalu tampil di setiap menit sepanjang turnamen Piala Dunia 2026.
Catatan tersebut memperlihatkan besarnya kepercayaan pelatih terhadap dirinya. Konsistensi permainan Cucurella menjadi salah satu fondasi keseimbangan Spanyol antara menyerang dan bertahan.
Spanyol Siap Menantang Lawan Berat di Babak 16 Besar
Kemenangan 3-0 atas Austria memastikan Spanyol melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026. Sebaliknya, Austria yang dipimpin David Alaba harus mengakhiri perjuangannya setelah tersingkir pada fase gugur pertama.
Kepercayaan diri La Furia Roja kini semakin meningkat setelah memperlihatkan permainan kolektif yang solid. Kombinasi lini belakang, lini tengah, hingga lini depan berjalan efektif sepanjang pertandingan melawan Austria.
Spanyol selanjutnya akan menghadapi pemenang pertandingan Portugal melawan Kroasia pada babak 16 besar yang berlangsung di Dallas. Duel tersebut diperkirakan menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad Luis de la Fuente.
Jika mampu melewati babak tersebut, Spanyol akan bertemu Amerika Serikat atau Belgia pada perempat final yang dijadwalkan berlangsung di Los Angeles.
Jalur menuju semifinal memang tidak mudah, tetapi performa meyakinkan saat menghadapi Austria menjadi modal penting.
Kehadiran Marc Cucurella sebagai salah satu pemain paling konsisten juga memberikan optimisme besar.
Selain kokoh dalam bertahan, ia mampu menjadi kreator serangan dari lini belakang dan menghadirkan dimensi baru dalam permainan Spanyol.
Apabila mampu mempertahankan performa seperti saat melawan Austria, Cucurella berpeluang menjadi salah satu pemain paling berpengaruh sepanjang Piala Dunia 2026.
Penampilannya membuktikan seorang bek kiri modern tidak hanya bertugas menghentikan lawan, tetapi juga mampu menjadi penentu kemenangan melalui kontribusi langsung terhadap terciptanya gol.