← Beranda
Prediksi Timnas Spanyol vs Austria di 32 Besar Piala Dunia 2026: La Roja Diunggulkan, Rangnick Siapkan Kejutan
Andre Rizal HanafiJumat, 3 Juli 2026 | 02.57 WIB
Bintang muda timnas Spanyol Lamine Yamal membawa perubahan besar bagi Spanyol. (ig @sefutbol)

 

JawaPos.com - timnas Spanyol akan menghadapi Austria pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 dalam pertandingan di SoFi Stadium, Inglewood, Jumat (3/7) pukul 02.00 WIB. Laga ini diperkirakan bakal menarik karena mempertemukan dua tim dengan karakter permainan yang berbeda, tetapi sama-sama memiliki ambisi besar untuk melangkah ke babak berikutnya.

La Roja datang ke fase gugur dengan status juara Grup H piala dunia setelah mengumpulkan tujuh poin dari tiga pertandingan. Meski berhasil finis di posisi teratas, penampilan timnas Spanyol asuhan Luis de la Fuente belum sepenuhnya memuaskan.

Timnas Spanyol mengawali turnamen piala dunia dengan hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde sebelum bangkit lewat kemenangan telak 4-0 atas Arab Saudi. Pada laga terakhir fase grup, Spanyol mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Uruguay.

Baca Juga: Prediksi Timnas Portugal Kontra Kroasia: Duel Raksasa Eropa Merebutkan Tiket Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Hasil tersebut memastikan mereka lolos sebagai pemuncak klasemen sekaligus menjaga catatan pertahanan yang cukup solid sepanjang turnamen. Namun, efektivitas di lini depan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi sebelum memasuki fase gugur.

Di sisi lain, Austria lolos sebagai runner-up Grup J setelah melalui perjuangan yang tidak mudah. Tim besutan Ralf Rangnick sempat berada dalam tekanan hingga pertandingan terakhir. Mereka bahkan nyaris gagal melangkah ke babak berikutnya saat menghadapi Aljazair.

Austria tertinggal lebih dahulu setelah kebobolan dari Riyad Mahrez. Beruntung, Sasa Kalajdzic berhasil mencetak gol penyeimbang pada masa tambahan waktu sehingga menjaga peluang timnya tetap hidup. Hasil itu cukup membawa Austria melangkah ke fase knockout.

Baca Juga: Prediksi Meksiko vs Timnas Inggris: Thierry Henry Yakin Three Lions Mustahil Mengulang Comeback Jika Kebobolan Lebih Dulu

Gaya bermain Austria diperkirakan akan menjadi tantangan tersendiri bagi Spanyol. Rangnick dikenal menerapkan permainan dengan pressing tinggi, tempo cepat, serta duel fisik yang intens.

Strategi itu beberapa kali mampu menyulitkan lawan yang mengandalkan penguasaan bola. Sebaliknya, Spanyol tetap mengusung filosofi permainan yang mengandalkan sirkulasi bola dan kesabaran dalam membangun serangan. 

Kehadiran pemain-pemain muda seperti Lamine Yamal dan Pau Cubarsi menjadi salah satu kekuatan baru La Roja, didukung pengalaman Rodri, Pedri, Aymeric Laporte, hingga Mikel Merino yang menjaga keseimbangan permainan.

Meski demikian, Spanyol masih dibayangi sejumlah persoalan di sektor penyerangan. Yeremy Pino dipastikan belum pulih dari cedera bahu, sementara Nico Williams masih mengalami masalah pada otot adduktor. Victor Munoz juga belum sepenuhnya fit akibat cedera paha yang dialaminya.

Situasi tersebut membuka peluang bagi Alex Baena untuk kembali mengisi lini depan setelah tampil cukup baik pada pertandingan sebelumnya. Gol kemenangan yang dicetaknya saat menghadapi Uruguay menjadi modal positif untuk kembali dipercaya sejak menit awal.

Di lini tengah, Luis de la Fuente memiliki banyak opsi. Rodri hampir dipastikan menjadi jangkar permainan, sementara Mikel Merino, Fabian Ruiz, Dani Olmo, dan Gavi masih bersaing memperebutkan tempat sebagai starter. Kedalaman skuad menjadi salah satu keuntungan yang dimiliki Spanyol dibandingkan lawannya.

Baca Juga: Singkirkan Swedia, Kylian Mbappe Siap Bawa Timnas Prancis Kalahkan Paraguay di 16 Besar Piala Dunia 2026

Austria datang dengan kondisi skuad yang relatif lebih baik. Marko Arnautovic dan David Alaba sempat mengalami keluhan pada lutut usai pertandingan melawan Aljazair. 

Namun, keduanya diperkirakan sudah siap diturunkan sehingga Rangnick tetap bisa memainkan komposisi terbaiknya. Selain Arnautovic dan Alaba, Austria masih memiliki sejumlah pemain berpengalaman seperti Konrad Laimer, Marcel Sabitzer, Stefan Posch, Xaver Schlager, hingga Philipp Lienhart. 

Kombinasi pemain berpengalaman dan sistem permainan yang disiplin membuat Austria tetap berpotensi merepotkan Spanyol.

Baca Juga: Tak Hanya Jurgen Klopp, Ilkay Gundogan Juga Pertanyakan Keputusan VAR yang Merugikan Jerman 

Jika melihat rekor pertemuan, Spanyol memiliki catatan yang sangat baik atas Austria. Dari lima pertemuan terakhir, La Roja belum pernah menelan kekalahan. Bahkan, mereka beberapa kali menang dengan skor meyakinkan, termasuk kemenangan 5-1 dan 9-0 pada era sebelumnya.

Meski demikian, sejarah tentu tidak menjadi jaminan hasil di lapangan. Austria menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak ditangani Ralf Rangnick. 

Organisasi permainan mereka menjadi lebih rapi dan mampu bersaing menghadapi tim-tim besar.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. 

Baca Juga: Siasat Barcelona Angkut Julian Alvarez, Pangkas Gaji Beban Tim EUR 58 Juta

Spanyol kemungkinan akan mendominasi penguasaan bola, sementara Austria mencoba memanfaatkan pressing agresif dan transisi cepat untuk menciptakan peluang. Faktor efektivitas penyelesaian akhir akan menjadi penentu.

Jika Spanyol mampu memaksimalkan peluang yang diperoleh, mereka memiliki kans besar untuk mengamankan tiket ke babak selanjutnya. Sebaliknya, Austria harus tampil disiplin sepanjang pertandingan dan memanfaatkan setiap kesempatan yang datang apabila ingin menciptakan kejutan.

Secara kualitas individu, kedalaman skuad, serta pengalaman di turnamen besar, Spanyol masih layak diunggulkan. Namun, Austria tetap memiliki modal untuk memberikan perlawanan sengit sehingga laga diperkirakan berjalan ketat dan tidak mudah bagi La Roja.

Dengan materi pemain yang lebih lengkap dan pertahanan yang tampil konsisten sejak fase grup, Spanyol diprediksi mampu mengatasi tekanan Austria. La Roja berpeluang mengamankan kemenangan dengan selisih dua gol sekaligus melanjutkan langkah mereka menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Fans Ingin Jurgen Klopp Gantikan Julian Nagelsmann sebagai Pelatih Timnas Jerman

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah