← Beranda
Belgia Jago Comeback! Dulu Bangkit Hajar Jepang di Piala Dunia 2018, Kini Kirim Senegal Pulang dari Piala Dunia 2026
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 2 Juli 2026 | 15.04 WIB
Youri Tielemans menjadi pahlawan kemenangan Belgia setelah mencetak gol penalti pada penghujung extra time untuk mengalahkan Senegal 3-2 di babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Instagram @belgianreddevils)

 

JawaPos.com — Belgia kembali menunjukkan mentalitas luar biasa di Piala Dunia 2026 dengan membalikkan ketertinggalan dua gol untuk menaklukkan Senegal 3-2 pada babak 32 besar, Rabu (2/7/2026).

Kemenangan dramatis lewat penalti Youri Tielemans pada penghujung babak tambahan waktu mengantar Belgia lolos ke 16 besar sekaligus membangkitkan memori comeback legendaris saat menyingkirkan Jepang di Piala Dunia 2018.

Baca Juga: Hasil Belgia vs Senegal 3-2 di Piala Dunia 2026: Setan Merah Lolos ke 16 Besar Usai Comeback Lewat Penalti

Bagaimana Belgia Menumbangkan Senegal Setelah Tertinggal Dua Gol?

Belgia nyaris tersingkir setelah Senegal tampil impresif sejak awal pertandingan.

Habib Diarra membawa wakil Afrika itu unggul pada menit ke-25 sebelum Ismaïla Sarr menggandakan keunggulan pada menit ke-51 melalui salah satu gol terbaik sepanjang turnamen.

Sarr mencetak gol indah setelah mengontrol umpan panjang Moussa Niakhaté dengan sentuhan dada sebelum melepaskan tembakan yang tak mampu dihentikan Thibaut Courtois.

Itu menjadi gol keempat Sarr sepanjang Piala Dunia 2026.

Senegal sebenarnya semakin percaya diri karena tampil tanpa kiper utama Édouard Mendy yang mengalami cedera lutut. Meski begitu, mereka tetap mampu membuat Belgia kesulitan sepanjang lebih dari 80 menit pertandingan.

Harapan Belgia baru muncul ketika Romelu Lukaku yang masuk sebagai pemain pengganti memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86.

Tiga menit berselang, Youri Tielemans mencetak gol penyama kedudukan yang memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Drama belum berakhir pada extra time. Di detik-detik terakhir, Tielemans dijatuhkan Lamine Camara di dalam kotak penalti.

Wasit sempat meninjau tayangan VAR selama beberapa menit sebelum akhirnya menunjuk titik putih.

Tielemans yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk memastikan kemenangan dramatis Belgia 3-2.

Baca Juga: Belgia Menang Dramatis 3-2 atas Senegal di Piala Dunia 2026, Tielemans jadi Pahlawan Setan Merah

Comeback Belgia Mengingatkan Laga Epik Melawan Jepang pada 2018

Kebangkitan melawan Senegal langsung mengingatkan publik pada salah satu pertandingan paling ikonik dalam sejarah Belgia di Piala Dunia.

Delapan tahun lalu, Belgia juga tertinggal dua gol sebelum membalikkan keadaan saat menghadapi Jepang di babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Kala itu Jepang secara mengejutkan unggul 2-0 hingga menit ke-52. Namun Belgia bangkit luar biasa dan menang 3-2 melalui gol penentu pada detik-detik terakhir pertandingan.

Mantan kapten Belgia, Eden Hazard, mengakui laga tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan sepanjang karier internasionalnya. Menurutnya, kondisi mental tim sempat berada di titik terendah ketika tertinggal dua gol.

"Semangat tim berada di titik terendah ketika Anda tertinggal dua gol; semua orang berpikir, 'Oh, ini menyebalkan, ini bencana, kita akan kalah lagi, kita akan pulang!', dan kemudian Anda sampai di akhir pertandingan dan Anda berhasil mencetak gol kemenangan di menit-menit terakhir," kata Hazard.

Hazard juga mengingat bagaimana euforia masyarakat Belgia setelah kemenangan dramatis itu.

Video perayaan yang dikirim dari kampung halaman menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pemain untuk terus berjuang hingga peluit panjang berbunyi.

"Saat itulah Anda menyadari mengapa Anda harus terus maju. Ini untuk mereka," ujar Hazard.

Baca Juga: Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar

Generasi Emas Belgia Meninggalkan Warisan Mental Juara

Menurut Hazard, kemenangan atas Jepang menjadi titik balik perjalanan Belgia menuju semifinal Piala Dunia 2018. Tanpa comeback tersebut, mereka tidak akan pernah berhadapan dengan Brasil pada babak perempat final.

"Tidak akan ada pertandingan melawan Brasil jika kami tidak mengalahkan Jepang," kata Hazard.

Belgia kemudian mengalahkan Brasil 2-1 dan melaju ke semifinal sebelum akhirnya dihentikan Prancis dengan skor tipis 0-1. Meski gagal mencapai final, perjalanan itu tetap dikenang sebagai pencapaian terbaik generasi emas Belgia.

Hazard memperoleh penghargaan adidas Silver Ball berkat performa impresif sepanjang turnamen. Bersama Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Thibaut Courtois, ia menjadi simbol kekuatan Belgia pada era tersebut.

Belgia akhirnya menutup Piala Dunia 2018 dengan finis di peringkat ketiga setelah mengalahkan Inggris 2-0. Prestasi itu menjadi pencapaian terbaik sepanjang sejarah sepak bola Belgia di Piala Dunia.

Baca Juga: Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar

Belgia Kembali Menatap Mimpi Besar di Piala Dunia 2026

Kemenangan dramatis atas Senegal membawa Belgia kembali lolos ke babak 16 besar untuk ketiga kalinya dalam empat edisi Piala Dunia.

Sebelumnya mereka mencapai perempat final pada 2014, semifinal pada 2018, lalu gagal lolos dari fase grup di Qatar 2022.

Di babak berikutnya, Belgia akan menghadapi pemenang duel Amerika Serikat melawan Bosnia-Herzegovina.

Tantangan dipastikan semakin berat, tetapi mental pantang menyerah kembali menjadi modal terbesar skuad asuhan Belgia.

Pertandingan melawan Senegal juga memperlihatkan kedalaman skuad Belgia. Meski Kevin De Bruyne dan Jérémy Doku sama-sama ditarik keluar pada menit ke-56, tim tetap mampu menemukan jalan untuk membalikkan keadaan.

Comeback terbaru ini mempertegas identitas Belgia sebagai tim yang tak pernah menyerah hingga peluit akhir.

Seperti kisah melawan Jepang delapan tahun lalu, Belgia kembali membuktikan satu hal: selama pertandingan belum selesai, peluang untuk bangkit selalu ada.

Bagi para pendukung Belgia, kemenangan atas Senegal bukan sekadar tiket menuju 16 besar.

Laga itu menjadi pengingat bahwa semangat juang yang membentuk generasi emas pada 2018 ternyata masih hidup dan terus diwariskan kepada skuad Belgia di Piala Dunia 2026.

EDITOR: Banu Adikara