JawaPos.com – Inggris berada di ambang kejutan besar pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. The Three Lions tertinggal 0-1 dari RD Kongo hingga turun minum setelah Brian Cipenga mencetak gol cepat dan kiper Dimitry Mpasi tampil luar biasa di bawah mistar.
Gol Cipenga pada menit ketujuh membuat publik Inggris terdiam. Penyerang RD Kongo itu memanfaatkan lemahnya koordinasi lini belakang The Three Lions sebelum melepaskan tembakan keras ke tiang dekat yang gagal dibendung Jordan Pickford.
Media The Athletic menyebut gol tersebut lahir dari buruknya pertahanan Inggris. Jurnalis Stuart James bahkan menilai organisasi lini belakang tim asuhan Thomas Tuchel kembali menjadi sorotan.
"Itu adalah gol yang sangat buruk untuk kebobolan. Bentuk pertahanan Inggris terlihat kacau dan sebenarnya tidak mengejutkan mengingat cara mereka bertahan sepanjang turnamen ini," tulis Stuart James dalam liveblog The Athletic.
Inggris Bangkit, tetapi Mpasi Tampil Gemilang
Setelah tertinggal, Inggris perlahan mengambil alih penguasaan bola. Namun, pertahanan disiplin RD Kongo membuat Harry Kane dan kawan-kawan kesulitan menciptakan peluang bersih.
Peluang terbaik Inggris datang pada menit ke-30. Jude Bellingham menyambut umpan matang Declan Rice dengan sundulan jarak dekat. Namun, kiper Dimitry Mpasi melakukan penyelamatan gemilang.
Memasuki injury time babak pertama, Mpasi kembali menjadi penyelamat RD Kongo. Kali ini, ia menepis sundulan Bellingham untuk kedua kalinya sehingga keunggulan tim asuhan Sébastien Desabre tetap bertahan hingga turun minum.
The Athletic menyebut penyelamatan Mpasi terhadap sundulan kedua Bellingham sebagai aksi luar biasa.
"Satu lagi penyelamatan besar dari Mpasi. Sundulan Bellingham kembali berhasil ditepisnya," tulis media tersebut.
Kane Gagal Dapat Penalti, Wissa Nyaris Gandakan Keunggulan
Inggris sempat melancarkan protes keras pada menit ke-44 ketika Harry Kane terjatuh di kotak penalti usai mendapat tekanan dari Axel Tuanzebe dan kiper Mpasi.
Wasit memutuskan tidak memberikan penalti. Keputusan tersebut tetap bertahan setelah ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR), meski Kane terlihat tidak puas.
Keputusan itu menuai perdebatan.
Jurnalis The Athletic, Liam Tharme, menilai Kane lebih dahulu menyentuh bola sebelum dijatuhkan.
"Kane mendapatkan sentuhan pertama, melewati kiper, lalu dijatuhkan. VAR tetap tidak mengubah keputusan. Itu keputusan yang sulit dipahami," tulis Tharme.
Di sisi lain, RD Kongo hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-42. Yoane Wissa lolos dari kawalan bek Inggris dan melepaskan tembakan jarak dekat. Namun, bola hanya membentur tiang gawang sehingga skor tetap 1-0.
Bellingham Mulai Kehilangan Kesabaran
Frustrasi Inggris juga terlihat dari Jude Bellingham. Gelandang Real Madrid itu menerima kartu kuning pada menit ke-19 setelah melakukan tekel keras terhadap Nathanaël Mbuku.
Menurut pengamatan The Athletic, kartu kuning tersebut muncul akibat frustrasi para pemain Inggris yang tampil di bawah performa terbaik mereka sepanjang babak pertama.
Kini, Thomas Tuchel dituntut segera menemukan solusi pada babak kedua. Jika gagal bangkit, Inggris terancam menjadi tim unggulan berikutnya yang tersingkir lebih awal di Piala Dunia 2026.
Starting Line Up Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026
Inggris (4-2-3-1): Jordan Pickford; Djed Spence, Ezri Konsa, Marc Guehi, O'Reilly; Elliot Anderson, Declan Rice; Noni Madueke, Jude Bellingham, Marcus Rashford; Harry Kane.
RD Kongo (4-3-3): Dimitry Mpasi-Nzau; Aaron Wan-Bissaka, Chancel Mbemba, Axel Tuanzebe, Arthur Masuaku; Mukau, Samuel Moutoussamy, Noah Sadiki; Nathanael Mbuku, Yoane Wissa, Cipenga.