← Beranda
Meksiko Sudah Menunggu! Inggris Wajib Bekuk RD Kongo, Thomas Tuchel Tertekan Menuju 16 Besar Piala Dunia 2026
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 2 Juli 2026 | 00.04 WIB
Pemain Timnas Meksiko merayakan kemenangan 2-0 atas Ekuador yang mengantarkan El Tri menunggu pemenang laga Inggris kontra RD Kongo di babak 16 besar Piala Dunia 2026. (Dok. FIFA)

JawaPos.com — Timnas Meksiko sudah memastikan tempat di perempat final Piala Dunia 2026. Kini El Tri tinggal menunggu pemenang duel Inggris kontra RD Kongo. Jika mampu lolos, The Three Lions akan langsung menghadapi tuan rumah dalam laga yang diprediksi berlangsung sengit di Mexico City.

Hasil itu membuat tuan rumah kini tinggal menunggu pemenang laga Inggris kontra RD Kongo yang digelar pada Rabu (1/7/2026) dini hari 23.00 WIB untuk memperebutkan satu tempat di perempat final.

Kemenangan Meksiko diraih berkat gol Julián Quiñones dan Raúl Jiménez yang memastikan langkah El Tri tetap berlanjut di hadapan pendukung sendiri.

Status sebagai salah satu tuan rumah membuat Meksiko juga tetap bermain di Mexico City pada babak berikutnya.

Bagaimana Peluang Inggris Menghadapi RD Kongo?

Inggris datang ke fase gugur dengan status juara Grup L setelah mengumpulkan tujuh poin. Tim asuhan Thomas Tuchel menutup fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Panama, unggul satu poin dari Kroasia yang finis sebagai runner-up.

Kepastian lolos bahkan sudah diraih Inggris sebelum laga terakhir fase grup dimainkan.

Hasil pertandingan lain membuat The Three Lions minimal menjadi salah satu tim peringkat ketiga terbaik sebelum akhirnya memastikan diri menjadi juara grup.

Sebagai pemuncak Grup L, Inggris dipasangkan dengan RD Kongo yang finis di posisi ketiga Grup K. RD Kongo merebut tiket ke fase gugur setelah mengalahkan Uzbekistan sehingga berada di belakang Kolombia dan Portugal.

Baca Juga: 7 Pelatih Dipecat dan Mundur di Piala Dunia 2026, Ronald Koeman Tinggalkan Belanda usai Gagal Total

Meksiko Menanti di Babak 16 Besar

Apabila mampu mengatasi RD Kongo, Inggris langsung bertemu Meksiko di babak 16 besar. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Mexico City pada Senin (6/7/2026) pukul 07.00 WIB.

Meksiko datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Ekuador tanpa kebobolan.

Selain bermain di kandang sendiri, El Tri juga memiliki keuntungan karena tidak perlu melakukan perjalanan jauh menuju lokasi pertandingan berikutnya.

Keberhasilan bertahan di Mexico City menjadi nilai tambah bagi Meksiko. Dukungan puluhan ribu suporter diperkirakan kembali menjadi modal penting saat menghadapi pemenang Inggris kontra RD Kongo.

Jalur Berat Menuju Final Piala Dunia 2026

Perjalanan tidak akan menjadi lebih mudah bagi Inggris maupun Meksiko. Pemenang laga babak 16 besar itu akan menghadapi pemenang duel Brasil melawan Norwegia di perempat final yang dijadwalkan berlangsung di Miami.

Apabila berhasil melaju lagi, semifinal juga sudah menanti dengan calon lawan yang tak kalah berat. Argentina, Kolombia, Ghana, Swiss, Australia, Mesir, Aljazair, hingga Tanjung Verde masih berpeluang menjadi lawan di empat besar.

Partai final Piala Dunia 2026 akan digelar pada 19 Juli di New York-New Jersey Stadium. Sementara perebutan tempat ketiga berlangsung sehari sebelumnya di Miami.

Thomas Tuchel Waspadai Kejutan RD Kongo

Meski lebih diunggulkan, Thomas Tuchel menegaskan Inggris tidak boleh meremehkan RD Kongo. Menurutnya, lawan bermain tanpa beban setelah mencatat sejarah lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.

"Tentu saja kami gugup dan tentu saja kami merasakan tekanan," ujar Tuchel kepada wartawan di Atlanta dikutip dari Sky, Rabu (1/7/2026).

Pelatih asal Jerman itu menilai hasil-hasil mengejutkan pada Piala Dunia 2026 menjadi peringatan bagi seluruh tim favorit.

Tersingkirnya Jerman dan Belanda di babak 32 besar menunjukkan tidak ada pertandingan yang mudah di turnamen kali ini.

Baca Juga: Jarang Lakukan Tekel, Ceko dan Belanda Jadi Salah Satu Tim Paling Bersih di Piala Dunia 2026

Tuchel juga menilai ekspektasi publik terhadap Inggris harus dikelola dengan baik. Menurutnya, semua tim memang ingin bermain menyerang, tetapi situasi pertandingan sering kali membuat strategi harus disesuaikan.

"Hal itu membuatku lebih tenang daripada gugup," kata Tuchel.

Meski demikian, kekalahan dari RD Kongo akan menjadi salah satu kejutan terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia.

Inggris jelas ingin menghindari nasib serupa seperti yang dialami sejumlah tim unggulan dan menjaga peluang meraih gelar juara dunia tetap hidup.

Baca Juga: 7 Pelatih Dipecat dan Mundur di Piala Dunia 2026, Ronald Koeman Tinggalkan Belanda usai Gagal Total

EDITOR: Hendra