JawaPos.com - Perjalanan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat. Der Panzer tersingkir di babak 32 besar setelah kalah dramatis dari Paraguay melalui adu penalti, hasil yang sekaligus memperpanjang tren negatif mereka di ajang sepak bola terbesar dunia.
Kekalahan ini menambah daftar hasil mengecewakan Jerman sejak menjadi juara Piala Dunia 2014 di Brasil.
Setelah mengangkat trofi bersama generasi emas mereka, performa Jerman justru terus mengalami penurunan. Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, mereka gagal lolos dari fase grup. Empat tahun kemudian di Qatar, nasib serupa kembali terjadi. Kini, di Piala Dunia 2026, langkah mereka kembali terhenti lebih awal.
Baca Juga: Julian Nagelsmann Bicara Masa Depannya Usai Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Meski banyak pihak menilai kualitas pemain Jerman saat ini tidak sekuat satu dekade lalu, sorotan terbesar tetap mengarah kepada pelatih Julian Nagelsmann.
Sejumlah keputusan yang diambil selama persiapan hingga pertandingan dinilai menjadi faktor penting di balik kegagalan tersebut.
Salah satu keputusan yang paling banyak dipertanyakan adalah pemanggilan kembali Manuel Neuer beberapa pekan sebelum Piala Dunia untuk menggantikan Oliver Baumann.
Baca Juga: Orlando Gill Bangga usai Jadi Pahlawan Paraguay Singkirkan Jerman di Piala Dunia 2026
Langkah itu dianggap terlalu berisiko mengingat Neuer baru kembali dari cedera dan belum memiliki banyak menit bermain di level tertinggi.
Selain itu, Nagelsmann juga dinilai gagal menemukan solusi setelah cedera yang dialami Karl. Absennya pemain tersebut membuat keseimbangan permainan Jerman terganggu, namun perubahan yang dilakukan belum mampu memberikan dampak positif.
Leroy Sane tetap dipercaya sebagai pilihan utama meski performanya sepanjang turnamen belum menunjukkan konsistensi.
Masalah lain muncul di lini tengah. Gejala lemahnya koordinasi dan minim kreativitas sebenarnya sudah terlihat sejak fase grup. Namun hingga babak gugur, Nagelsmann belum menemukan formula yang tepat untuk memperbaiki permainan tim.
Situasi yang melibatkan Deniz Undav dan Nick Woltemade juga dianggap tidak ditangani secara maksimal. Keduanya dinilai belum mendapatkan peran yang jelas sehingga gagal memberikan kontribusi optimal ketika tim membutuhkan alternatif di lini depan.
Di atas semua itu, pendekatan taktik Nagelsmann dinilai terlalu mudah dibaca lawan. Paraguay mampu meredam pola permainan Jerman dan memaksa pertandingan berjalan sesuai rencana mereka hingga akhirnya memastikan kemenangan lewat adu penalti.
Kegagalan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi sepak bola Jerman. Regenerasi pemain, pembenahan sistem permainan, hingga evaluasi terhadap kepemimpinan di tim nasional diperkirakan akan menjadi agenda utama setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
Jika tidak segera berbenah, Jerman berisiko semakin tertinggal dari negara-negara lain yang terus berkembang di level internasional.