← Beranda
Thierry Henry Beri Penghormatan untuk Jepang Usai Tersingkir dari Brasil di Piala Dunia 2026
Andre Rizal HanafiSelasa, 30 Juni 2026 | 18.49 WIB
Eks bintang Arsenal dan legenda Prancis, Thierry Henry, bicara tentang sepak terjang Jepang usai kalah dari Brasil di Piala Dunia 2026. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Perjalanan Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 memang harus berakhir setelah kalah dramatis 1-2 dari Brasil pada babak 32 besar.

Meski gagal melangkah ke babak berikutnya, penampilan Samurai Biru justru mendapat banyak pujian, termasuk dari legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry.

Dalam pertandingan tersebut, Jepang tampil disiplin dan mampu memberikan perlawanan sengit kepada salah satu favorit juara.

Baca Juga: Duel Nostalgia: Jepang Gagal Balas Dendam pada Brasil di Piala Dunia 2026

Mereka bahkan nyaris memaksa pertandingan berakhir sesuai harapan sebelum Brasil mencetak gol penentu kemenangan pada masa injury time.

Melihat perjuangan Jepang, Thierry Henry mengaku ikut merasakan kepedihan yang dialami para pemain.

Menurutnya, laga tersebut menjadi bukti bahwa sepak bola bisa menghadirkan kisah yang indah sekaligus menyakitkan dalam waktu bersamaan.

Baca Juga: Brasil Singkirkan Jepang 2-1 dan Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Keputusan Berani Ancelotti Berbuah Manis

"Ini adalah sisi paling kejam dari sepak bola. Jepang bertahan selama 95 menit, mengeluarkan segala kemampuan mereka, dan nyaris mengalahkan Brasil, salah satu tim terkuat dalam sejarah sepak bola. Namun, yang pulang ke negara adalah Jepang," ujar Henry.

Mantan penyerang Arsenal dan Prancis itu menilai kekalahan Jepang sama sekali tidak mencerminkan kualitas permainan mereka.

Justru sebaliknya, skuad asuhan Hajime Moriyasu memperlihatkan mental, disiplin, dan semangat juang yang layak mendapat apresiasi.

Henry menegaskan Jepang tidak kalah karena bermain takut ataupun kehilangan keyakinan. Menurutnya, menghadapi tim sekelas Brasil memang membutuhkan kesempurnaan hingga peluit panjang berbunyi. Sedikit saja lengah, pertandingan bisa berubah dalam sekejap.

"Jepang tidak kalah karena kurang berani. Bukan pula karena berhenti percaya. Lawan seperti Brasil bisa menghancurkan 90 menit pertandingan hebat hanya dengan satu aksi. Itulah mengapa mereka adalah lawan di puncak dunia," lanjutnya.

Baca Juga: Hasil Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Gol Magis Gabriel Martinelli di Injury Time Antar Selecao ke 16 Besar

Komentar tersebut mendapat banyak respons positif dari pecinta sepak bola. Banyak yang sepakat bahwa Jepang telah menunjukkan perkembangan luar biasa dalam beberapa edisi Piala Dunia terakhir dan kini mampu bersaing dengan negara-negara elite.

Henry juga meminta publik untuk tidak hanya melihat hasil akhir pertandingan. Baginya, Jepang sudah memenangkan rasa hormat banyak orang melalui permainan yang penuh determinasi dan keberanian.

"Jangan menilai mereka dari kekalahan ini. Jepang telah meraih rasa hormat dari seluruh dunia. Mereka datang sebagai kuda hitam, tapi akan pergi sebagai tim yang dikenang oleh orang-orang di seluruh dunia," ucap Henry.

Baca Juga: Super Sub Gabriel Martinelli Jadi Penyelamat Brasil, Jepang Gagal Buat Kejutan di Piala Dunia 2026

Ia menambahkan bahwa air mata para pemain Jepang bukanlah simbol kegagalan, melainkan bentuk pengorbanan yang telah mereka berikan demi membela negara di panggung sepak bola terbesar.

"Air mata yang mengalir malam ini bukan air mata kegagalan. Itu air mata para pemain yang telah mendedikasikan segalanya untuk negara mereka. Sepak bola kadang kejam, dan malam ini adalah contoh sempurna," katanya.

Di sisi lain, Brasil berhasil memastikan langkah ke babak 16 besar berkat kemampuan mereka memanfaatkan peluang pada momen-momen terakhir pertandingan. Menurut Henry, itulah yang membedakan tim besar dengan tim lainnya.

Baca Juga: Link Live Streaming Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Kick-off 00.00 WIB, Cek Prediksi dan Susunan Pemain

"Brasil melaju. Namun Jepang juga harus pulang dengan dada tegak. Sepak bola tidak selalu membalas tim yang merebut hati orang-orang. Ia membalas tim yang memanfaatkan kesempatan terakhir. Itulah alasan mengapa olahraga ini indah, sekaligus kejam," tutup Henry.

Meski tersingkir, Jepang meninggalkan kesan mendalam di Piala Dunia 2026. Perjuangan mereka membuktikan bahwa semangat, disiplin, dan kerja keras mampu membuat tim mana pun berdiri sejajar dengan kekuatan terbesar dunia.

EDITOR: Edi Yulianto