JawaPos.com - Duel Jepang kontra Brasil di babak gugur Piala Dunia 2026 bukan sekadar pertandingan biasa. Pertemuan ini juga menjadi ajang pembuktian sekaligus kesempatan bagi Samurai Biru, meski hasilnya di luar ekspektasi.
Jepang kembali tumbang 2-1 dari Brasil meski sempat lebih unggul lebih dulu melalui Kaishu Sano pada menit ke-29. Sayang, Casemiro dan Gabriel Martinelli memberikan keunggulan tim Samba di babak kedua.
Kekalahan itu menambah derita Jepang selama pertemuan dengan Brasil.
Pada Piala Dunia 2006 di Jerman, Jepang harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor 4-1. Saat itu, kesenjangan kualitas kedua tim begitu mencolok.
Brasil datang sebagai juara bertahan dunia dengan skuad bertabur bintang seperti Ronaldo, Ronaldinho, dan Kaká. Sementara Jepang masih mengandalkan generasi yang dipimpin Hidetoshi Nakata, Junichi Inamoto, dan Shunsuke Nakamura.
Tak heran jika hasil akhirnya berpihak telak kepada Selecao.
Dulu Jauh Tertinggal, Kini Jepang Berbeda
Melansir ESPN, perbedaan terbesar justru terlihat jika membandingkan komposisi kedua tim saat ini.
Pada edisi 2006, mayoritas pemain Jepang masih berkarier di kompetisi domestik J.League. Hanya enam pemain yang merumput di Eropa, dengan Hidetoshi Nakata menjadi nama paling dikenal setelah sukses di Serie A.
Sebaliknya, Brasil kala itu dipenuhi pemain dari klub-klub elite Eropa. Empat pemain berasal dari Real Madrid, tiga dari AC Milan, sementara sisanya membela Barcelona, Bayern Munchen, Juventus, Inter Milan, Arsenal, dan sejumlah klub besar lainnya.
Kini situasinya berubah drastis.
Sebagian besar pemain inti Jepang bermain di liga-liga terbaik Eropa. Hanya tiga anggota skuad yang masih berkarier di kompetisi domestik, yakni veteran Yuto Nagatomo serta dua kiper pelapis, Keisuke Osako dan Tomoki Hayakawa.
Bahkan tanpa Kaoru Mitoma, Wataru Endo, dan Takumi Minamino yang masih dibekap cedera, Jepang tetap memiliki pemain-pemain dari Liga Inggris, LaLiga, Serie A, Bundesliga, hingga Ligue 1.
Baca Juga: Super Sub Gabriel Martinelli Jadi Penyelamat Brasil, Jepang Gagal Buat Kejutan di Piala Dunia 2026
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Ayase Ueda, yang baru saja menjadi top skor Eredivisie setelah mengoleksi 25 gol bersama Feyenoord musim lalu.
Brasil Tetap Berbahaya
Meski tidak lagi sedominan era 2000-an, Brasil tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara.
Neymar masih memperkuat tim di usia 34 tahun, sementara Vinicius Junior kini menjadi tumpuan utama lini serang. Di lini belakang, Gabriel Magalhaes telah berkembang menjadi salah satu bek tengah terbaik dunia.
Raphinha juga tetap menjadi ancaman setelah tampil luar biasa bersama Barcelona pada musim 2024-25, meski sempat mengalami gangguan kebugaran pada musim berikutnya.
Jepang Tak Lagi Gentar
Kepercayaan diri Jepang menghadapi Brasil bukan sekadar retorika.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang, Tsuneyasu Miyamoto, menegaskan seluruh tim yakin mampu bersaing melawan raksasa Amerika Selatan tersebut.
"Para pemain dan seluruh tim memiliki kepercayaan diri, bahkan saat bermain melawan Brasil."
Keyakinan itu juga lahir dari target besar Jepang di Piala Dunia kali ini. Sejak awal turnamen, Samurai Biru secara terbuka menyatakan ambisi mereka bukan sekadar lolos dari fase grup, melainkan mencapai final dan merebut gelar juara dunia.
Dengan target sebesar itu, mereka menyadari bahwa cepat atau lambat harus mampu mengalahkan tim-tim elite seperti Brasil.
Modal Berharga dari Pertemuan Terakhir
Jepang juga memiliki kenangan manis saat terakhir bertemu Brasil.
Pada laga persahabatan Oktober lalu, Samurai Biru sukses mencatat kemenangan perdana atas Brasil. Meski sempat tertinggal dua gol, mereka bangkit secara luar biasa dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 atas tim Brasil yang hampir diperkuat skuad terbaiknya.
Hasil tersebut menjadi suntikan kepercayaan diri bahwa mereka kini mampu bersaing dengan salah satu negara tersukses dalam sejarah sepak bola.
Dua puluh tahun setelah kekalahan 4-1 di Dortmund pada 22 Juni 2006, Jepang kini memiliki kesempatan menunjukkan seberapa besar perkembangan mereka saat kembali berhadapan dengan Brasil di Houston.