JawaPos.com - Pelatih timnas Uruguay Marcelo Bielsa secara terbuka mengkritik diri sendiri setelah timnya tersingkir di fase grup Piala Dunia 2026. Bielsa bahkan mengaku tidak meninggalkan apa pun yang berarti bagi sepak bola Uruguay usai gagal meraih satu pun kemenangan di turnamen itu.
Timnas Uruguay dipastikan angkat koper setelah kalah tipis 0-1 dari Spanyol pada laga terakhir Grup H piala dunia di Guadalajara pada Sabtu (27/8). Hasil itu menutup perjalanan tim asuhan Marcelo Bielsa dengan catatan mengecewakan dangan hanya mengumpulkan dua poin dari tiga pertandingan.
Dalam pernyataannya usai laga yang dikutip dari ESPN, Marcelo Bielsa berbicara terus terang terkait kontribusinya selama menangani timnas Uruguay. Pelatih asal Argentina itu menilai bahwa kegagalan di piala dunia membuat seluruh pekerjaannya selama tiga tahun menjadi tidak berarti.
“Apa yang saya berikan kepada sepak bola Uruguay adalah tidak ada, karena kontribusi apa pun dari seorang pelatih dalam tiga tahun akan sia-sia tanpa hasil yang positif,” ujar Bielsa.
Pelatih berusia 70 tahun itu juga mengakui bahwa publik kemungkinan besar akan mengingatnya sebagai pelatih yang gagal memberikan dampak. “Jika Anda bertanya bagaimana mereka akan mengingat saya, mereka akan mengingat saya sebagai seseorang yang tidak meninggalkan apa pun,” tambah Marcelo Bielsa.
Sebelumnya, Bielsa memang telah mengumumkan bahwa dirinya akan mundur dari jabatan pelatih kepala Uruguay setelah Piala Dunia 2026 berakhir. Kekalahan dari Spanyol pun menjadi penutup perjalanan karirnya bersama tim berjuluk La Celeste itu.
Dalam kesempatan yang sama, Bielsa mengaku bertanggung jawab atas kegagalan Uruguay. Bielsa tidak berusaha mengalihkan kesalahan kepada pemain maupun faktor lain.
“Para jurnalis, para pendukung Uruguay, kalian semua ingin menyalahkan saya atas apa yang terjadi dan saya harus menerima itu. Itu adalah hal yang benar untuk dilakukan,” tegas Marcelo Bielsa.
Meskipun demikian, Bielsa tetap merasa timnya sebenarnya tidak layak tersingkir. Bielsa menilai Uruguay mengalami nasib buruk sepanjang fase grup dan seharusnya mampu mengumpulkan lebih banyak poin.
Uruguay mengakhiri fase grup di posisi ketiga dengan dua poin, hasil dari kekalahan melawan Spanyol serta hasil imbang saat lawan Tanjung Verde dan Arab Saudi. Hasil itu membuat mereka gagal melaju ke babak 32 besar.
“Jika Anda menginginkan penjelasan, saya bisa mengatakan bahwa kami seharusnya mendapatkan tujuh poin, tetapi hanya memperoleh dua,” kata Bielsa.
Sang pelatih mengakui adanya kesalahan dalam permainan tim, terutama dalam memaksimalkan peluang serta menjaga keseimbangan antara jumlah gol yang dicetak dan kebobolan. Namun, menurut dia, performa di lapangan tetap menunjukkan bahwa Uruguay pantas meraih hasil lebih baik.
Baca Juga: Hasil FP2 Moto3 Belanda 2026: Veda Ega Pratama Gacor P13, Ungguli Hakim Danish di Sikuit Assen
“Kesalahan memang terjadi dalam sepak bola. Kami gagal menemukan rasio yang tepat antara peluang yang diciptakan, gol yang dicetak, dan gol yang kebobolan. Tetapi bahkan dalam kondisi itu, kami seharusnya meraih tujuh poin,” jelas Marcelo Bielsa.
Bielsa juga mengakui kegagalannya dalam memaksimalkan potensi skuad yang dimiliki. Bielsa menilai para pemain Uruguay memiliki kualitas tinggi, namun dirinya tidak mampu mengeluarkan performa terbaik mereka selama turnamen.
“Saya diberi tugas untuk menangani skuad dengan pemain-pemain berkualitas tinggi dan saya gagal mendapatkan yang terbaik dari mereka,” ujar Bielsa.
Sementara itu, Grup H berhasil dipuncaki oleh Spanyol dengan koleksi tujuh poin. Kejutan datang dari Tanjung Verde yang tampil impresif dan finis di posisi kedua sehingga membuat mereka memastikan tiket ke babak 32 besar.