← Beranda
Kalah 1-2, Jerman Dianggap Main Santai Lawan Ekuador, Nagelsmann: Hentikan Omong Kosong Itu!
M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 27 Juni 2026 | 01.26 WIB
Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, dengan tegas membantah anggapan bahwa timnya tampil setengah hati saat kalah 1-2 dari Ekuador pada laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026.

Meski sudah memastikan tiket ke babak 32 besar sebagai juara grup sebelum pertandingan dimulai, Nagelsmann menolak tudingan bahwa anak asuhnya tidak memiliki semangat untuk menang. Ironisnya, beberapa pemain Jerman justru mengakui bahwa Ekuador memang tampil dengan motivasi yang lebih besar.

Jerman sebenarnya membuka laga dengan sempurna. Baru dua menit pertandingan berjalan, Leroy Sane membawa Der Panzer unggul lewat tembakan mendatar ke pojok gawang.

Gol tersebut sempat memicu kontroversi karena pemain Ekuador memprotes pelanggaran Alexandar Pavlovic terhadap Pedro Vite yang dianggap luput dari perhatian wasit. Namun gol tetap disahkan.

Ekuador tidak menyerah. Nilson Angulo menyamakan kedudukan sebelum turun minum, lalu Gonzalo Plata memastikan kemenangan 2-1 lewat gol pada menit ke-77.

Karena telah mengalahkan Curaçao dan Pantai Gading di dua laga sebelumnya, Jerman sebenarnya sudah mengunci status juara grup. Nagelsmann pun hanya melakukan dua pergantian dalam susunan pemain, keduanya karena faktor terpaksa.

Melansir Metro Sport, usai pertandingan, presenter MagentaTV Johannes Kerner menyebut Ekuador terlihat lebih menginginkan kemenangan dibanding Jerman. Pernyataan itu langsung memancing reaksi keras dari Nagelsmann.

"Tidak, tolong hentikan omong kosong ini, sungguh. Bukankah para pemain sudah memberikan yang terbaik hari ini?"

Nagelsmann menegaskan bahwa timnya tetap bermain dengan komitmen penuh.

"Mereka (Ekuador) mengambil sedikit lebih banyak risiko dalam banyak aksi. Tentu saja, kami melakukan pergantian pemain yang berbeda daripada yang akan kami lakukan jika kami benar-benar membutuhkan gol lain. Tetapi saya tidak bisa mengatakan ada pemain yang tidak memberikan yang terbaik. Itu terlalu sederhana bagi saya."

Baca Juga: Jepang Protes Keputusan Wasit soal Kaus Kaki Keito Nakamura, Ketua JFA Sebut Samurai Blue Dirugikan

Para Pemain Jerman Justru Mengakui Keunggulan Mental Ekuador

Meski sang pelatih membela timnya habis-habisan, beberapa pemain Jerman justru memberikan penilaian berbeda.

Kapten Joshua Kimmich mengakui Ekuador memang tampil dengan tekad yang lebih besar.

"Suasananya luar biasa. Anda bisa merasakan ada banyak orang dari Ekuador. Perbedaannya hari ini adalah lawan lebih ingin menang daripada kami dan Anda benar-benar bisa merasakannya, terutama di babak kedua, dan itulah mengapa mereka menang hari ini, benar-benar pantas."

Deniz Undav juga mengakui agresivitas lawan menjadi pembeda.

"Saya merasa mereka lebih menginginkan kemenangan daripada kami."

"Ekuador lebih agresif, lebih gigih. Kita harus belajar dari ini bahwa kita juga harus memberikan yang terbaik. Mereka memberikan 100 persen dalam setiap aksi, mereka terlibat dalam setiap tantangan."

Ia juga menilai fokus timnya menurun dibanding dua pertandingan sebelumnya.

"Kami juga tidak fokus seperti di dua pertandingan pertama. Kami harus berjuang lebih keras. Tapi ini bukan akhir dunia."

Senada dengan rekan-rekannya, Jamal Musiala juga mengakui Ekuador tampil lebih bersemangat.

"Mereka mungkin sedikit lebih bersemangat untuk memenangkan pertandingan."

"Intensitas dan agresivitas permainan mereka sangat tinggi. Kita harus belajar dari kekalahan ini dan mempersiapkan diri dengan baik untuk fase penting turnamen ini. Kita tidak boleh mengulangi kesalahan ini lagi; kita harus memenangkan pertandingan selanjutnya."

Baca Juga: Jerman Main Buruk, Joshua Kimmich Akui Der Panzer Layak Kalah 1-2 dari Ekuador

Fokus ke Babak Gugur

Meski menelan kekalahan pertama di turnamen ini, Jerman tetap melangkah ke babak 32 besar sebagai juara Grup E.

Der Panzer kini akan menghadapi Paraguay pada fase gugur, dengan Nagelsmann berharap timnya segera melupakan hasil mengecewakan tersebut dan kembali menunjukkan performa terbaik saat pertandingan yang sesungguhnya dimulai.

EDITOR: Banu Adikara