JawaPos.com - Pelatih timnas Pantai Gading, Emerse Fae, melontarkan kritik keras terhadap mantan gelandang Jerman, Bastian Schweinsteiger, setelah komentarnya soal gaya bermain tim Afrika itu memicu kontroversi di Piala Dunia 2026.
Schweinsteiger sebelumnya menyebut Pantai Gading bermain dengan gaya sepak bola Afrika yang menurutnya cenderung liar dan kurang disiplin secara taktik.
Melansir BBC, ucapan tersebut langsung menuai reaksi, terutama setelah Pantai Gading memastikan diri lolos ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Baca Juga: Yuto Nagatomo Tulis Sejarah Baru di Piala Dunia 2026, Bukti Dedikasi 16 Tahun untuk Jepang
Emerse Fae: Saya Kecewa Mendengarnya
Usai kemenangan 2-0 atas Curaçao yang memastikan tiket ke fase gugur, Fae mengaku sangat kecewa dengan komentar mantan bintang Bayern Munchen dan timnas Jerman tersebut.
"Menurut saya ini menyedihkan," kata Fae.
Ia mengaku selama ini menghormati Schweinsteiger sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah bermain.
"Schweinsteiger adalah pemain yang sangat bagus; saya selalu menyukainya sebagai gelandang dan cara dia memahami sepak bola. Ketika saya mendengar komentarnya, saya kecewa pada orang itu."
Menurut Fae, komentar tersebut mencerminkan stereotip lama terhadap sepak bola Afrika.
"Aneh sekali dia berbicara seperti itu. Kita bisa menyebutnya rasis, jika kita mau menyebutkan sesuatu apa adanya."
Meski demikian, Fae memilih menjawabnya lewat performa tim di lapangan.
"Saya tidak setuju dengannya, tetapi saya tidak punya solusi lain selain bekerja dengan keadaan yang ada. Yang bisa saya tunjukkan adalah bahwa di lapangan, tim-tim Afrika tidak hanya kuat secara fisik, kami juga teknis dan taktis."
Ia berharap ucapan Schweinsteiger hanyalah pilihan kata yang keliru, bukan cerminan pandangan pribadinya.
"Saya hanya bisa berharap itu adalah pernyataan yang kurang tepat, bukan sesuatu yang sedang terjadi di benaknya. Jika itu yang dia pikirkan, dia bebas untuk berpikir demikian."
Fae juga menduga komentar tersebut sengaja dibuat provokatif agar menarik perhatian publik.
Baca Juga: Jepang Protes Keputusan Wasit soal Kaus Kaki Keito Nakamura, Ketua JFA Sebut Samurai Blue Dirugikan
Komentar Schweinsteiger Jadi Sorotan
Sebelum laga Jerman melawan Pantai Gading, Schweinsteiger mengatakan bahwa calon lawannya memiliki gaya bermain khas sepak bola Afrika.
"Sedikit sepak bola Afrika, sedikit tidak ortodoks, sedikit liar, mungkin juga sedikit tidak terlalu terikat pada taktik. Kita harus siap menghadapi hal-hal yang tidak terduga."
Pernyataan itu memicu perdebatan luas di media Jerman karena dianggap menggeneralisasi karakter permainan tim-tim Afrika.
Klopp Enggan Ikut Berkomentar
Kontroversi tersebut juga sampai kepada mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, yang sedang berada di Amerika Serikat untuk meliput Piala Dunia.
Namun Klopp memilih tidak memberikan penilaian.
"Sekarang Anda ingin melanjutkan topik ini. Tidak, tidak, saya tidak punya kesempatan. Saya tidak punya kesempatan untuk menjawab pertanyaan ini."
Ia menegaskan bahwa isu tersebut sangat sensitif dan tidak ingin berbicara tanpa memahami seluruh konteks.
"Semua orang menyukainya jadi Anda menyeret saya ke dalam situasi ini. Bukan tugas saya agar semua orang menyukainya, tetapi ini adalah topik serius, dan saya bahkan tidak tahu apa yang pantas untuk dikatakan."
"Bagi orang Afrika itu satu hal, bagi orang lain itu hal lain, dan saya tidak berada di sini."
Pantai Gading Ukir Sejarah
Terlepas dari kekalahan 1-2 dari Jerman di fase grup, Pantai Gading berhasil mencetak sejarah dengan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Keberhasilan itu diraih berkat kemenangan atas Ekuador dan Curaçao di Grup E. Selanjutnya, tim asuhan Emerse Fae akan menghadapi Prancis atau Norwegia pada babak gugur yang berlangsung di Arlington, Texas, pada 30 Juni.