JawaPos.com - Ketua Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA), Tsuneyasu Miyamoto, melontarkan kritik terhadap keputusan wasit dalam pertandingan Jepang melawan Swedia.
Protes tersebut berkaitan dengan insiden yang melibatkan Keito Nakamura yang diminta mengganti kaus kaki ketika pertandingan sedang berlangsung.
Menurut Miyamoto, keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan karena tidak ada keberatan dari perangkat pertandingan sebelum laga dimulai.
Baca Juga: Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Timnas Jepang Hadapi Brasil, Belanda Lawan Maroko
Namun, saat pertandingan berjalan, Nakamura justru diminta keluar lapangan untuk mengganti perlengkapannya.
"Kalau tidak dipermasalahkan sebelum pertandingan dimulai, mengapa justru dipermasalahkan saat pertandingan berlangsung? Itu jelas merugikan kami," ujar Miyamoto.
Akibat keputusan tersebut, Jepang harus bermain dengan 10 pemain selama beberapa saat karena Nakamura tidak diperbolehkan tetap berada di lapangan sebelum mengganti kaus kakinya. Situasi itu dinilai berdampak langsung terhadap ritme permainan tim.
Baca Juga: Jepang Baru Saja Kalahkan Brasil! Kini Harus Ulangi Keajaiban di 32 Besar Piala Dunia 2026
Di tengah kondisi jumlah pemain yang berkurang, Jepang kehilangan momentum yang sebelumnya mulai mereka bangun.
Tak lama setelah itu, Swedia berhasil memanfaatkan situasi dan mencetak gol yang mengubah jalannya pertandingan.
Insiden tersebut langsung menjadi perbincangan di kalangan suporter. Banyak yang mempertanyakan mengapa pemeriksaan perlengkapan pemain tidak dilakukan secara menyeluruh sebelum pertandingan dimulai sehingga masalah baru muncul ketika laga sudah berjalan.
Di sisi lain, aturan pertandingan memang memberikan kewenangan kepada wasit untuk memastikan seluruh perlengkapan pemain sesuai regulasi.
Jika ditemukan pelanggaran saat pertandingan berlangsung, wasit berhak meminta pemain keluar lapangan hingga perlengkapannya dinyatakan memenuhi ketentuan.
Meski demikian, JFA menilai penerapan aturan dalam kasus Nakamura seharusnya bisa dilakukan dengan lebih baik.
Menurut mereka, apabila ada masalah pada perlengkapan pemain, hal itu semestinya diketahui sejak pemeriksaan sebelum kick-off sehingga tidak mengganggu jalannya pertandingan.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari perangkat pertandingan terkait alasan mengapa pergantian kaus kaki baru diminta ketika laga sudah berlangsung.
Insiden tersebut pun menjadi salah satu momen yang paling banyak disorot dari pertandingan Jepang melawan Swedia.
JFA berharap evaluasi dapat dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada pertandingan berikutnya.
Menurut Miyamoto, konsistensi dalam penerapan aturan sangat penting agar seluruh tim memperoleh perlakuan yang sama dan pertandingan dapat berjalan secara adil tanpa memengaruhi jalannya laga.