← Beranda
Korea Selatan Tampil Buruk Lawan Afrika Selatan,Tiket Lolos babak 32 Besar Tergantung Jepang vs Swedia
Andre Rizal HanafiJumat, 26 Juni 2026 | 18.34 WIB
Timnas Korea Selatan. (Instagram @fifaworldcup)

 

JawaPos.com - Perjalanan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 belum berjalan mulus. Setelah menampilkan performa yang jauh dari harapan saat menghadapi Afrika Selatan, tim berjuluk Taeguk Warriors itu kini menjadi sasaran kritik dari berbagai pihak, termasuk media negaranya.

Sorotan tajam muncul dalam konferensi pers usai pertandingan piala dunia lawan Afrika Selatan. Seorang jurnalis Korea Selatan secara langsung mempertanyakan penampilan para pemain yang dianggap tidak menunjukkan kualitas sebenarnya di lapangan.

"Apakah para pemain keracunan makanan? Permainan kalian tidak masuk akal," ujar jurnalis tersebut dalam sesi tanya jawab yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.

Baca Juga: Jurgen Klopp Hindari Kontroversi, Akhiri Wawancara usai Bahas Komentar Schweinsteiger tentang Negara Afrika

Komentar itu menggambarkan kekecewaan besar publik Korea Selatan terhadap performa tim nasional mereka. Banyak pendukung menilai para pemain tampil di bawah standar, terutama dalam hal organisasi permainan, kreativitas serangan, hingga efektivitas penyelesaian akhir.

Sebagai salah satu kekuatan sepak bola Asia dalam dua dekade terakhir, Korea Selatan datang ke Piala Dunia 2026 dengan ekspektasi tinggi. Kehadiran pemain-pemain berpengalaman seperti Son Heung-min diharapkan mampu membawa tim melangkah jauh. Namun hingga saat ini, performa yang ditunjukkan belum sepenuhnya meyakinkan.

Situasi tersebut membuat peluang Korea Selatan untuk melaju ke fase berikutnya menjadi cukup rumit. Mereka kini harus menunggu hasil pertandingan lain yang bisa memengaruhi posisi klasemen. Harapan terbesar datang dari laga antara Jepang dan Swedia yang dijadwalkan berlangsung besok pagi.

Baca Juga: Desak FIFA Tambah Kuota Piala Dunia untuk Negara Afrika, Zlatan Ibrahimovic: Sepak Bola Eropa Membosankan

Berdasar skenario yang berkembang, Korea Selatan akan otomatis lolos apabila Jepang mampu mengalahkan Swedia dengan selisih minimal dua gol. Kondisi ini membuat banyak suporter Korea Selatan untuk sementara mengalihkan dukungan mereka kepada sesama wakil Asia.

Di berbagai platform media sosial, tidak sedikit penggemar yang menyuarakan dukungan kepada Jepang agar mampu meraih kemenangan yang dibutuhkan. Fenomena tersebut memunculkan kembali istilah Cahaya Asia yang kerap disematkan kepada Jepang ketika mampu mencatatkan hasil positif di turnamen internasional.

Meski nasib Korea Selatan sejatinya berada di tangan mereka sendiri sejak awal kompetisi, hasil pertandingan Jepang kini menjadi faktor penting dalam menentukan kelanjutan perjalanan mereka.

Apapun hasil yang terjadi nanti, Korea Selatan tetap harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa mereka. Jika berhasil lolos ke babak berikutnya, perbaikan permainan menjadi hal yang wajib dilakukan agar mampu bersaing dengan tim-tim yang lebih kuat di fase gugur.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah