JawaPos.com - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menegaskan timnya tidak akan meremehkan Ghana dalam pertandingan fase grup Piala Dunia.
Menurutnya, laga tersebut justru akan menjadi ujian penting bagi The Three Lions yang sedang berusaha mengamankan posisi terbaik di grup yang kompetitif.
Dalam konferensi pers menjelang pertandingan, Tuchel menyebut Ghana sebagai salah satu negara dengan tradisi sepak bola yang kuat. Ia menilai skuad Black Stars memiliki kombinasi fisik, kualitas teknik, dan kecepatan yang dapat menyulitkan lawan mana pun.
Baca Juga: Klasemen Piala Dunia 2026 usai Matchday 2: Tujuh Tim Pastikan Lolos ke Babak 32 Besar
“Ini kabar buruk bagi Ghana karena kami akan sangat termotivasi. Kami berada di salah satu grup paling sulit, dan Ghana adalah negara sepak bola besar dengan pemain-pemain berkualitas,” ujar Tuchel.
Pelatih asal Jerman tersebut juga menyoroti karakter permainan Ghana yang dinilai fleksibel. Menurutnya, Ghana tetap berbahaya meski tidak mendominasi penguasaan bola karena mampu memanfaatkan transisi dan serangan balik dengan efektif.
“Ghana memiliki fisik yang kuat, kualitas bagus, dan kecepatan. Mereka juga tidak masalah jika tidak menguasai bola. Itu membuat mereka menjadi lawan yang sulit dihadapi,” lanjutnya.
Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026: Menang Tipis 1-0 atas RD Kongo, Kolombia Amankan Tempat di 32 Besar
Selain membahas kekuatan Ghana, Tuchel turut memberikan kabar terbaru mengenai kondisi sayap andalan Inggris, Bukayo Saka.
Pemain Arsenal tersebut disebut terus menunjukkan perkembangan positif dan sudah siap tampil setelah sebelumnya sempat mengalami masalah kebugaran.
Meski demikian, Tuchel masih merahasiakan apakah Saka akan dimainkan sebagai starter atau memulai pertandingan dari bangku cadangan. Ia hanya memastikan bahwa pemain berusia 24 tahun itu berada dalam kondisi yang semakin baik.
Di sisi lain, persaingan di sektor sayap kanan Inggris juga menjadi perhatian. Tuchel mengakui adanya kompetisi sehat antara Saka dan Noni Madueke untuk memperebutkan satu tempat di tim utama.
Menurutnya, persaingan tersebut memberikan dampak positif bagi skuad Inggris karena kedua pemain terus berusaha meningkatkan performa.
Menariknya, rivalitas itu juga sudah terlihat di level klub karena keduanya sama-sama memiliki keterkaitan dengan Arsenal dalam beberapa musim terakhir.
Baca Juga: Presiden CBF Samir Xaud Diduga Pakai Dana Federasi untuk Biaya Wanita Lain ke Piala Dunia 2026
Dengan motivasi tinggi dan kondisi skuad yang semakin lengkap, Inggris berharap bisa meraih hasil maksimal saat menghadapi Ghana.
Namun, peringatan dari Tuchel menunjukkan bahwa timnya tetap menaruh respek besar kepada lawan yang dinilai memiliki kualitas untuk menciptakan kejutan di panggung Piala Dunia.