JawaPos.com - Kylian Mbappe semakin mendekati status legenda Piala Dunia. Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, bahkan yakin sang penyerang akan memecahkan rekor gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen tersebut setelah kembali tampil gemilang dalam kemenangan 3-0 atas Irak.
Kylian Mbappe mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut, menjadikannya untuk kedua kalinya mengemas brace di Piala Dunia 2026. Tambahan dua gol itu membuat koleksi gol penyerang timnas Prancis itu menjadi 16 gol di Piala Dunia sepanjang karirnya.
Jumlah itu menyamai catatan rekor piala dunia yang sebelumnya dipegang legenda Jerman, Miroslav Klose. Kini, Kylian Mbappe hanya tertinggal dua gol dari Lionel Messi yang sudah mengoleksi 18 gol setelah juga mencetak dua gol untuk Argentina pada hari yang sama.
Baca Juga: Prediksi Skor Timnas Kolombia vs RD Kongo: Menanti Kejutan Lain Les Leopards
Deschamps: Rekor Memang Diciptakan untuk Dipecahkan
Melansir Deadspin, Didier Deschamps tak menutupi keyakinan bahwa Mbappe akan terus menambah jumlah golnya di masa depan. "Yah, rekor memang ada untuk dipecahkan," kata Deschamps dalam konferensi pers usai pertandingan.
"Dan sekarang dia memiliki angka simbolis. Dia memiliki 100 penampilan internasional. Dia selalu mencetak gol. Dia akan mencetak lebih banyak gol," imbuh dia.
Pelatih yang membawa timnas Prancis juara dunia 2018 itu juga membandingkan Mbappe dengan dua ikon sepak bola modern, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Baca Juga: Meski Timnas Argentina Menang, Alexis Mac Allister Akui Austria Sulit Dikalahkan
"Ambil contoh Messi, ambil contoh Cristiano Ronaldo. Saya tidak yakin Kylian akan bermain selama mereka di usia yang sama, tetapi selama dia masih berada di lapangan dan merasa dalam kondisi prima, dia akan mencetak banyak gol," tutur Deschamps.
"Setiap kali dia memecahkan rekornya sendiri, dia selalu punya kemampuan untuk meningkatkannya lagi," tambah Deschamps.
Gol Mbappe Tercipta dalam Laga yang Diwarnai Penundaan Panjang
Menariknya, dua gol Mbappe ke gawang Irak tercipta dalam situasi yang tidak biasa. Pertandingan sempat dihentikan selama hampir tiga jam akibat cuaca buruk, menjadikannya salah satu laga paling unik di Piala Dunia 2026 sejauh ini.
Ketika ditanya bagaimana Prancis menghabiskan waktu selama penundaan, Deschamps sempat melontarkan candaan. "Kami bermain kartu. Tidak, sebenarnya kami hanya menunggu. Jadwal terus berubah. Dan yang terpenting adalah memberikan waktu sekitar 20 menit untuk pemanasan lagi agar tidak mengambil risiko," ujar dia sambil tertawa.
"Hujan turun sangat deras dan lapangan menjadi sangat berat. Ini pertama kalinya saya mengalami hal seperti ini, begitu juga para pemain," imbuh dia.
Meski situasi tersebut cukup membuat frustrasi, Deschamps memahami bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama. "Sebenarnya saya menikmati momen itu bersama para pemain. Kami bercanda satu sama lain. Anda tidak bisa melawan hujan dan petir ketika ada risiko," terang dia.
Baca Juga: Usai Dampingi Persalinan Istri, Jeremy Doku Siap Kembali Tampil untuk Timnas Belgia
Deschamps Minta Semua Pihak Bersabar dengan Ousmane Dembele
Selain Mbappe, kemenangan atas Irak juga menjadi momen spesial bagi Ousmane Dembele. Peraih Ballon d'Or tersebut akhirnya membuka rekening golnya di Piala Dunia 2026.
Deschamps meminta publik untuk tidak terlalu keras mengkritik pemain berusia 29 tahun itu.
"Bersikaplah lembut pada Ousmane. Tidak ada masalah dengan Ousmane. Dia hanya perlu beradaptasi kembali dengan sistem yang berbeda dari yang dia jalani sepanjang musim," kata Deschamps.
Baca Juga: Breaking News! Persebaya Surabaya Gelar 3 Laga Uji Coba, Ada Calon Lawan dari Tim Luar Negeri
"Selama kondisi fisiknya bagus, yang memang demikian, maka semuanya hanya soal penyempurnaan. Saya percaya pada Ousmane. Dia tahu itu. Dan dia bukan tipe pemain yang mudah ragu. Apa yang dia lakukan hari ini sangat penting karena dia adalah pemain yang menentukan," lanjut dia.
Dengan Mbappe yang terus mencetak gol dan para pemain kunci mulai menemukan performa terbaiknya, Prancis kembali menunjukkan bahwa mereka merupakan salah satu kandidat terkuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.