← Beranda
Hajime Moriyasu dan Misteri Buku Catatan 'Death Note' Timnas Jepang di Piala Dunia 2026
Andre Rizal HanafiSelasa, 23 Juni 2026 | 19.40 WIB
Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Misteri buku catatan milik pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, kembali menjadi perbincangan hangat selama gelaran Piala Dunia 2026.

Di tengah ketatnya persaingan antarnegara, perhatian publik justru tertuju pada sebuah buku kecil yang hampir selalu berada di tangan sang pelatih saat pertandingan berlangsung.

Pemandangan Moriyasu mencatat sesuatu di pinggir lapangan bukanlah hal baru. Kebiasaan itu sudah menarik perhatian sejak Piala Dunia 2022.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026: Aljazair Comeback Lawan Yordania, Jaga Asa ke 32 Besar

Namun, empat tahun kemudian, aksinya kembali menjadi sorotan dan memunculkan berbagai spekulasi dari para penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Setiap kali kamera televisi menyorot area bangku cadangan Jepang, Moriyasu kerap terlihat menunduk sambil menulis di buku catatannya.

Dengan ekspresi tenang, ia mencermati jalannya pertandingan dan sesekali mencoret beberapa bagian sebelum kembali memperhatikan permainan.

Kebiasaan tersebut membuat para suporter Jepang memberikan julukan unik untuk buku itu, yakni "Death Note".

Baca Juga: Jepang Pernah Belajar dari Indonesia, Kini Jadi Kekuatan Asia Berkat Visi Sepak Bola Jangka Panjang

Julukan tersebut merujuk pada manga dan anime populer asal Jepang yang sangat dikenal di berbagai negara. Meski hanya candaan, nama tersebut semakin memperkuat aura misterius yang menyelimuti buku catatan sang pelatih.

Hingga kini, tidak ada penjelasan rinci mengenai isi catatan yang ditulis Moriyasu selama pertandingan berlangsung.

Namun banyak pihak menduga bahwa buku tersebut berisi berbagai pengamatan teknis yang membantu dirinya mengambil keputusan penting.

Beberapa analis meyakini Moriyasu mencatat pola serangan lawan, pergerakan pemain, hingga efektivitas pressing yang diterapkan timnya.

Ada pula yang beranggapan bahwa catatan tersebut digunakan untuk menyusun perubahan taktik dan menentukan waktu yang tepat melakukan pergantian pemain.

Baca Juga: Jepang Berpotensi Hadapi Brasil atau Maroko di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Di level sepak bola modern, detail kecil sering kali menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan. Karena itu, kebiasaan Moriyasu dianggap sebagai bagian dari pendekatan detail yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Jepang dalam membangun tim nasional yang kompetitif.

Apa pun isi buku catatan tersebut, hasil yang diraih Jepang dalam beberapa turnamen besar menunjukkan bahwa metode yang diterapkan Moriyasu cukup efektif.

Tim Samurai Biru terus berkembang dan mampu bersaing dengan sejumlah negara kuat di panggung internasional.

Baca Juga: Perjalanan Junya Ito: Pernah Jadi Kasir Minimarket, Kini Bersinar Bersama Jepang di Piala Dunia 2026

Bagi para suporter, misteri itu justru menjadi daya tarik tersendiri. Setiap pertandingan Jepang kini tidak hanya menghadirkan pertarungan di atas lapangan, tetapi juga memunculkan rasa penasaran mengenai apa yang sedang ditulis Moriyasu di buku kecilnya.

Mungkin suatu hari nanti sang pelatih akan mengungkap isi catatan tersebut kepada publik. Namun untuk saat ini, buku yang dijuluki "Death Note" itu tetap menjadi salah satu misteri paling menarik yang mewarnai perjalanan Jepang di Piala Dunia 2026.

EDITOR: Banu Adikara