← Beranda
Kiper Timnas Iran Alireza Beiranvand Bersinar Lawan Belgia, Kisah Perjalanan Hidupnya Jauh Lebih Menakjubkan
Andre Rizal HanafiSelasa, 23 Juni 2026 | 00.10 WIB
Kiper Iran Alireza Beiranvand. (FIFA)

 

JawaPos.com - Penampilan gemilang Alireza Beiranvand saat membantu Iran menahan imbang Belgia kembali mengingatkan publik sepak bola pada perjalanan hidup luar biasa yang pernah ia jalani.

Di balik statusnya sebagai salah satu kiper terbaik Asia, terdapat kisah perjuangan panjang yang dimulai dari kehidupan sederhana di keluarga nomaden Iran.

Beiranvand lahir di Provinsi Lorestan dan tumbuh dalam keluarga yang menggantungkan hidup dari beternak.

Baca Juga: Thomas Meunier Soroti Semangat Iran Usai Tahan Belgia, Perang Dinilai Perkuat Mental Tim

Ayahnya bekerja sebagai penggembala dan tidak melihat sepak bola sebagai profesi yang menjanjikan. Karena itu, keinginan Beiranvand untuk menjadi pesepak bola sempat mendapat penolakan dari keluarganya.

Namun, tekadnya tidak pernah surut. Saat masih remaja, ia memutuskan meninggalkan kampung halamannya dan pergi seorang diri ke Teheran.

Langkah berani tersebut diambil demi mengejar impian menjadi pemain profesional, meski ia tidak memiliki jaminan masa depan di ibu kota.

Baca Juga: Profil Alireza Beiranvand: Pemegang 2 Rekor Dunia, Pahlawan Timnas Iran saat Tahan Imbang Belgia di Piala Dunia 2026

Masa-masa awal di Teheran jauh dari kata mudah. Beiranvand harus bertahan hidup dengan berbagai pekerjaan serabutan.

Ia pernah bekerja sebagai buruh, pencuci mobil hingga melakukan pekerjaan apa saja yang bisa memberinya penghasilan. Dalam beberapa periode, ia bahkan hidup tanpa tempat tinggal yang layak.

Perjuangannya mulai menemukan titik terang ketika sebuah klub lokal memberinya kesempatan bergabung sekaligus tempat untuk beristirahat.

Saat itu, ia diketahui sering tidur di ruang salat yang tersedia di kompleks klub. Kesempatan kecil tersebut kemudian menjadi awal dari perjalanan besar kariernya.

Bakat Beiranvand berkembang pesat. Pada usia 19 tahun, ia mulai mendapatkan perhatian lebih luas dan perlahan menembus level tertinggi sepak bola Iran.

Ia kemudian memperkuat sejumlah klub besar di negaranya sebelum akhirnya merasakan pengalaman bermain di Eropa.

Baca Juga: Prediksi Timnas Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Adu Ketajaman Lukaku dan Taremi Penentu Laga

Namanya semakin dikenal dunia saat Piala Dunia 2018. Dalam pertandingan melawan Portugal, Beiranvand sukses menggagalkan tendangan penalti Cristiano Ronaldo, sebuah momen yang masih dikenang hingga sekarang.

Selain itu, ia juga tercatat dalam Guinness World Records berkat lemparan tangan terjauh dalam pertandingan sepak bola.

Kini, di Piala Dunia ketiganya bersama Iran, Beiranvand kembali menunjukkan kualitas sebagai pemimpin di bawah mistar.

Penampilan solidnya saat menghadapi Belgia menjadi salah satu faktor penting yang membantu Iran meraih hasil positif.

Baca Juga: Pesan Gianni Infantino untuk Timnas Iran Jadi Sorotan, Ramin Rezaeian Tolak Wawancara Bernuansa Politik

Perjalanan hidup Beiranvand menjadi bukti bahwa kerja keras, keberanian, dan keteguhan hati dapat membawa seseorang melampaui berbagai keterbatasan.

Dari anak penggembala yang pernah hidup di jalanan, ia kini dikenang sebagai salah satu kiper paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Iran.

EDITOR: Edi Yulianto