← Beranda
Lamine Yamal Is Back! Spanyol Kembali ke Jalur Juara, Hajar Arab Saudi 4-0
M Shofyan Dwi KurniawanSenin, 22 Juni 2026 | 20.53 WIB
Bintang muda timnas Spanyol Lamine Yamal tampil sebagai starter membawa perubahan besar bagi timnas Spanyol. (ig @sefutbol)

 

JawaPos.com - Kembalinya Lamine Yamal langsung membawa angin segar bagi timnas Spanyol. Setelah tampil mengecewakan saat ditahan Tanjung Verde tanpa gol di laga pembuka, La Roja bangkit dengan cara yang meyakinkan usai membantai Arab Saudi 4-0 dalam pertandingan Grup H Piala Dunia 2026.

Pelatih timnas Spanyol Luis de la Fuente mengingatkan agar publik tidak terburu-buru membandingkan lamine Yamal dengan Lionel Messi atau Diego Maradona. Namun, melihat dampak instan yang diberikan pemain berusia 18 tahun itu, sulit untuk tidak terbawa euforia.

Melansir ESPN, De la Fuente menyebut Lamine Yamal sebagai seorang jenius.

Baca Juga: Prediksi Timnas Argentina vs Austria: Messi Berburu Kemenangan Kedua, Austria siap Beri Kejutan

”Dia seperti Salvador Dali atau Michelangelo. Mereka berbeda. Apa yang tampak luar biasa bagi kita, belum tentu luar biasa bagi mereka,” ujar sang pelatih.

Kembalinya Yamal Mengubah Wajah Spanyol

Setelah hanya bermain sebagai pemain pengganti saat menghadapi Tanjung Verde karena masih memulihkan cedera hamstring, Yamal akhirnya kembali dipercaya sebagai starter di Atlanta.

De la Fuente melakukan empat perubahan sekaligus dalam susunan pemain. Lamine Yamal, Pedro Porro, Dani Olmo, dan Alex Baena masuk sejak menit pertama, sementara Ferran Torres, Marcos Llorente, Fabian Ruiz, dan Gavi harus rela memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Baca Juga: Siapkan Pengganti Elliot Anderson, Nottingham Forest Incar Lucas Bergvall dari Tottenham Hotspur

Perubahan lain yang tak kalah penting adalah peran Pedri yang dimainkan lebih dalam berdampingan dengan Rodri. Hal tersebut membuat Spanyol lebih mudah mengendalikan tempo permainan, sementara Dani Olmo beroperasi bebas sebagai gelandang serang.

Hasilnya langsung terlihat. Spanyol tampil jauh lebih agresif dibandingkan laga pertama dan mendominasi sejak peluit awal dibunyikan.

Gol Perdana Lamine Yamal di Piala Dunia

Sejak menit pertama, Yamal sudah menunjukkan bahwa dirinya sangat lapar untuk memberikan dampak. Baru 30 detik pertandingan berjalan, bintang Barcelona itu langsung memamerkan skill dan mengirimkan umpan berbahaya ke kotak penalti.

Spanyol pun terus berusaha mengalirkan bola ke sisi kanan, tempat Yamal menjadi pusat permainan. Usahanya akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-35. Umpan silang akurat Mikel Oyarzabal disambut Yamal di tiang jauh untuk membawa Spanyol unggul 1-0.

Pemain berusia 18 tahun itu pun merayakan gol pertamanya di Piala Dunia dengan meluncur ke arah bendera sudut sebelum berlutut dan mencium rumput.

”Ini istimewa. Saya selalu bermimpi bermain di Piala Dunia dan mencetak gol di pertandingan pertama saya sebagai starter adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya menonton Piala Dunia terakhir dari kelas di sekolah,” kata Yamal.

Baca Juga: 5 Negara yang Bisa Dipilih Putra Cristiano Ronaldo untuk Timnas, Salah Satunya Tanjung Verde

Pada usia 18 tahun 343 hari, Yamal mencetak gol Piala Dunia pertamanya hanya beberapa hari lebih muda dibandingkan Lionel Messi ketika pertama kali melakukannya. Meski demikian, Luis de la Fuente tetap enggan membandingkan keduanya.

Mikel Oyarzabal, Pahlawan yang Sering Terlupakan

Jika Yamal menjadi pusat perhatian, Mikel Oyarzabal tampil tak kalah gemilang. Penyerang Real Sociedad itu memberikan assist untuk gol pembuka Yamal sebelum mencetak dua gol dalam rentang tiga menit yang membuat Arab Saudi benar-benar tak berdaya.

Gol pertamanya menunjukkan insting seorang striker murni. Dia membaca arah bola dengan sempurna, melakukan kontrol cerdas, lalu menuntaskannya dengan tenang.

Baca Juga: Keajaiban Tanjung Verde Berlanjut! Tim Debutan Tahan Uruguay dalam Duel Seru Empat Gol di Piala Dunia

Oyarzabal bahkan hampir mencetak hattrick sebelum turun minum, tetapi tendangannya masih membentur mistar gawang. Dengan skor sudah 3-0, De la Fuente memutuskan menarik keluar Oyarzabal dan Yamal saat jeda babak pertama.

”Kami memang sudah merencanakannya. Hari ini adalah langkah penting bagi Lamine. Dia masih lapar dan itu membuat kami senang,” ujar De la Fuente.

Meski Yamal menjadi bintang yang paling disorot, penghargaan pemain terbaik pertandingan justru jatuh kepada Oyarzabal. ”Dalam mimpi terliar saya pun, saya tidak pernah membayangkan hal seperti ini,” kata sang penyerang.

Baca Juga: Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps Kritik Kondisi Lapangan MetLife Stadium: Benar-Benar Keras!

”Saya akan menyimpan trofi ini di rumah. Semoga masih ada banyak lagi yang akan datang,” imbuh dia.

Spanyol Kembali Masuk Radar Favorit Juara

Kemenangan telak atas Arab Saudi menjadi jawaban sempurna atas keraguan yang muncul setelah hasil mengecewakan melawan Tanjung Verde. Pergerakan bola yang lebih cepat, peran baru Pedri, kreativitas Dani Olmo, serta kembalinya Lamine Yamal membuat Spanyol kembali terlihat seperti salah satu kandidat terkuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Kapel Sistina mungkin belum tercipta, seperti perumpamaan Luis de la Fuente. Namun dengan Yamal yang kembali menemukan sentuhannya, La Roja sekali lagi mengingatkan dunia bahwa mereka masih berada di jalur yang tepat menuju gelar juara.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah